1491581466657-the-chainsmokers-top-10-songs-to-walk-your-dog-to-1422361480565

Album Review: The Chainsmokers – Memories…Do Not Open

1200x630bb

THE CHAINSMOKERS
MEMORIES…DO NOT OPEN
COLUMBIA, 2017
Genre: EDM, Emo-Pop

Sebagai orang yang bekerja di radio dan terpapar dengan lagu-lagu Top 40 harus saya akui lagu The Chainsmokers memang bikin nagih dan minta diulang-ulang terus menerus meski mereka memerkosa banyak musik seperti The xx dalam “Don’t Let Me Down”, dubstep dalam “Roses”, dan synthpop dalam “Closer” dan itu membuat jumlah play mereka di YouTube dan Spotify menjadi jebol (“Closer” mampu mencapai 1 miliar views di YouTube dan 1 miliar plays di Spotify). Mau gak mau kita akan terpapar dengan musik mereka entah itu di radio, di mall, di tempat makan, toko baju, bahkan sampai warteg di kota besar.

Dengan lirik yang sebenarnya gitu-gitu aja “Closer” mampu membuat fenomena di situs streaming di atas. Semua itu berkat pola permainan mereka yang cenderung simpel dan gampang untuk diikuti. Mereka seolah mencuci otak pendengarnya dengan dua titik nada yang dimainkan secara berulang-ulang dan lirik yang semi-melankolis tentang seseorang yang lelah berpesta sambil tidur telanjang dan bercumbu satu sama lain. Ketika mereka mengumumkan akan membuat album penuh (ya, album penuh) saya awalnya tidak percaya sama sekali karena tipikal artis seperti ini tidak akan membuat album penuh secara baik atau hanya kumpulan single terbaik mereka seperti layaknya sebuah album greatest hits.

Dan tiada angin tiada hujan muncullah album “Memories…Do Not Open” yang ajaibnya bukan merupakan kumpulan lagu mereka sebelumnya yang sudah terkumpul dalam EP “Collage”. Mereka mencoba arah baru dalam album perdananya dan hasilnya sungguh-sungguh tidak enak.

Sejatinya album dari musisi EDM alias musisi yang bikin kamu lupa diri karena drop mereka yang naujubile bisa membuat kamu berdansa dan kesetanan tapi pada “Memories” mereka seolah menjadi seorang yang depresi atas kesalahan mereka sendiri seperti membawa kabur seorang perempuan, terlalu gila dalam berpesta, tidak mengontrol dirinya dalam selingkuh dan hal-hal konyol lainnya dalam balutan musik yang seolah bingung. Bayangkan kamu harus membuat musik ajeb-ajeb yang mampu memecahkan suasana sambil memikirkan masalah yang sebenarnya tidak penting seperti pada “The One” (“You know, I’m sorry/I won’t make it to your party/Got caught up in my own selfishness”. Ya terus, kenapa?).

The Chainsmokers lagi-lagi memerkosa musik orang lain dan membuatnya jauh lebih jelek daripada musik yang mereka perkosa seperti “Break Up Every Night” yang tanpa ampun menyontek musik modern new wave seperti Neon Trees dan musik emocore yang mengandalkan synth yang sempat marak di pertengahan 2000’an. Tanpa ampun mereka menguliti M83 menjadi country-EDM dalam “Last Day Alive” berkat Florida George Line. “My Type” ingin mengulang “Closer”, “It Won’t Kill Ya” serta “Wake Up Alone” membawa brostep menjadi lebih emo dengan drop yang nirfaedah. “Young” membuat Imagine Dragons menjadi raja alternative rock dan indie rock.

Vokal Alex Taggart juga duhhhhhhhh seperti penyanyi yang muncul di pesta karaoke dan dia menjadi yang paling sumbang di antara semuanya. Alex tidak mempunyai jiwa di beberapa lagu dan bernyanyi layaknya orang mabuk dengan intonasi yang tidak karuan. Untungnya beberapa lagu di album ini yang tidak ada Vokal Alex sama sekali tereksekusi dengan baik seperti di “Don’t Say” yang dinyanyikan oleh Emily Warren dan “Something Just Like This” yang dibawakan oleh Coldplay (atau Chris Martin lebih tepatnya).

“Memories…Do Not Open” adalah sebuah album yang sangat emosional tetapi tidak memiliki emosi di dalamnya. Beat-beat EDM template yang sudah dipakai ribuan kali untuk menghidupkan suasana diulang-ulang berkali-kali sepanjang album sehingga memunculkan nada-nada yang gampang ditebak. Lirik di album ini seolah lahir pada era dimana remaja masih menyembah band emocore seperti Breathe Carolina, Saosin, The Red Jumpsuit Apparatus dan sebagainya tetapi apakah tema tersebut masih relevan di era The Chainsmokers? Saya kurang tahu, tetapi mengingat tampang mereka yang sudah lumayan tua dan salah satu personilnya ada yang brewokan membuat saya ragu. Untuk ukuran album pop sekalipun, album ini tidak menghibur dan tidak membuat hati saya senang sehingga saya mampu berdansa seharian mengikuti alunan lagunya.

The Chainsmokers memang lahir dari hasil keprihatinan mereka dengan kultur sosialita sekarang yang demen selfie untuk itu mereka menghadirkan lagu berjudul “#SELFIE” (lengkap dengan hashtag) dan membuat mereka terkenal seantero dunia. Mereka mengulang keprihatinan tersebut dalam album “Memories…Do Not Open” tapi kali ini targetnya bukanlah masyarakat atau orang sekitar melainkan diri mereka sendiri.

1.8

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. The One
  2. Break Up Every Night
  3. Bloodstream
  4. Don’t Say
  5. Something Just Like This
  6. My Type
  7. It Won’t Kill Ya
  8. Paris
  9. Honest
  10. Wake Up Alone
  11. Young
  12. Last Day Alive

Like Fanpage RE:PSYCHO pada tautan ini

Leave a Reply