ASAKO TOKI repsychoo

ALBUM REVIEW: ASAKO TOKI – PINK

土岐麻子-PINK-758x758

ASAKO TOKI
PINK
AVEX, 2017
Genre: City Pop, Electropop, Synthpop, New Wave, Disco, Lounge, Shibuya-kei

Ada keterkaitan antara dua genre musik yang populer di kota-kota besar di Jepang yaitu city pop dan shibuya-kei. Kedua genre tersebut mempunyai pakem musik yang sama yaitu jazz, funk, soul, dengan manisnya gula-gula dari 60’s pop dan cerahnya sunshine pop serta berhasil mencampurkan sound sekarang dengan sound masa lalu. Dua hal tersebut membuat pergerakan kedua genre ini begitu cepat di Jepang pada era 80’an sampai 90’an, meski eranya telah berakhir namun bibit-bibit city pop baru kembali bermunculan dan berpotensi untuk membuat jaya genre ini seperti jaman dahulu seperti Suchmos, dan Awesome City Club. Punggawa dari city pop Asako Toki juga tak ingin ketinggalan dengan anak mudanya yang berniat menghidupkan kembali city pop dan merilis album kedelapannya PINK yang dideskripsikan sebagai “city pop di era modern”

Besar di skena shibuya-kei Jepang lewat band-nya Cymbals membawa Asako Toki menjadi salah satu diva shibuya-kei selain Maki Nomiya dari Pizzicato Five. Meski Cymbals tidak meledak di Jepang namun kesetiaan Asako Toki dengan genre shibuya-kei dan city pop membuat Toki mendapat gelar “ratu city pop” oleh media di Jepang. Kali ini, ratu city pop ingin kembali bersama masyrakat luas dan sedikit mengendurkan nafas jazz dan soul yang menjadi andalannya dan mencoba menyatukan apa yang ia sudah kuasai dengan musik pop saat ini yang kembali mengandalkan ritme meski terkesan sedikit robotik.

Pencampuran antara sound pop saat ini dengan city pop yang mengandalkan riff funk, disco, dan lounge music menjadi tema musik utama yang disajikan dalam PINK. Lagu synthpop “Rain Dancer” terdengar seperti versi upgrade dari karya Foster The People pada album Torches. Riff keyboard dan synth yang kuat dan mempunyai nafas disco yang kental menyiratkan bahwa Toki bukanlah generasi tua yang ingin musiknya murni dan tidak dinodai oleh pop sekarang. “Blue Moon” adalah track future house yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk mendapatkan kesan aesthetic, berkelas dan tetap terdengar soulful tanpa harus menghilangkan semangat electro-nya. Toki membawakan lagu ini dengan semangat kekinian sehingga hasilnya bukanlah sebuah lagu modern pop yang mainstream tetapi lagu asli kepunyaan Toki yang susah untuk ditiru.

“PINK” adalah Suiyobi no Campanella di era sebelum masuk ke major-label dimana ia bernyanyi dengan riang dengan musik yang sinematis dan dilanjutkan dengan “Valentine” yang dengan cermat memadukan indie pop dengan drop dan segala gimmick EDM sehingga terdengar cheerful tetapi tidak murahan. “City Lights” adalah sebuah ode kepada kota dengan format akapela.

“Fancy Time” adalah lagu yang sesuai dengan apa yang dicari anak city pop yang ingin terlihat stylish dan hip dengan meminjam beat 80’s modern dari Tofubeats. “Shibou” dengan enteng memasukkan unsur funk, lounge dan musik pop sekarang yang mengandalkan dentuman drum yang diketuk dengan kencang. “Fried Noodles” bermain dengan unik dengan menggabungkan synthpop, new wave, sampai plunderphonics. Potongan suara di restoran chinese food ditampilkan di tengah lagu untuk membuat lagu ini terdengar asli dan menyenangkan. Petikan gitar yang dreamy, mimpi kota besar, musik shibuya-kei, beat electro yang extra-catchy, dan selipan string section membuat “SPUR” bukanlah lagu electropop biasa. “Peppermint Town” menutup album dengan sentuhan lounge dan memasukkan sample lagu “PINK”.

Menyatukan masa depan dengan masa lalu dan memasukkannya ke dalam sebuah album yang solid bukan pekerjaan yang mudah. Banyak musisi yang ingin menyatukan sound yang lama dengan yang baru demi menjaga keautentikan musiknya sambil menjaring penggemar baru tetapi hasilnya banyak yang terdengar setengah-setengah ataupun terlalu komersial. Tetapi tidak untuk Asako Toki.

Lewat album kedelapannya, Toki berhasil mencampurkan sound masa lalu, sekarang, dan masa depan. Toki berhasil membawakan sepuluh lagu yang ada di album ini menjadi sebuah album yang ringan, menyenangkan dan solid. Durasi yang disajikan memang terhitung lama untuk sebuah album pop namun Toki membawakan semua lagu tersebut tanpa beban dan tanpa gimmick yang berlebihan sehingga mampu menjaga unsur light. Toki juga berhasil membuat album yang cocok untuk dikonsumsi oleh masyarakat kota besar seperti Tokyo yang ingin mendengar musik yang santai dan ringan setelah bekerja seharian sebagai bentuk relaksasi kepada pikiran.

PINK adalah album city pop sebagaimana mestinya untuk dikonsumsi orang-orang di kota besar. Nada yang ringan dan musik pop yang kekinian tetapi tidak murahan. PINK seperti kota Tokyo dimana masa lalu, masa sekarang, dan masa depan bertemu dalam satu tempat dan menjadi melting pot tiga generasi yang berbeda.

8.6

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. City Lights
  2. PINK
  3. Valentine
  4. Fancy Time
  5. Shibou
  6. Rain Dancer
  7. Blue Moon
  8. Fried Noodles
  9. SPUR
  10. Peppermint Town

Like Fanpage RE:PSYCHO pada tautan ini

 

Leave a Reply