ALBUM REVIEW: SUCHMOS – THE KIDS

suchmos the kids repsychoo

SUCHMOS
THE KIDS
SPACE SHOWER MUSIC, 2017
Genre: Funk, Acid Jazz, Rock, Neo-Soul, Soul Pop, R&B

Semua musisi di Jepang saat ini ingin menjadi Suchmos. Bagaimana tidak, kisah kepopuleran mereka bagaikan sebuah dongeng bagi para musisi pendatang baru yang ingin menempuh ketenaran di dunia musik. Suchmos datang dari wilayah Kanagawa dan perlahan mendapat kepopuleran berkat memainkan musik acid jazz yang sempat membuat satu Jepang bergoyang ketika Jamiroquai membawa aliran ini pada akhir 90’an. Kesetiaan mereka akan groove dan mampu memainkan musik yang nyeni tapi terdengar pop mengantarkan mereka pada stasiun radio di Jepang bernama J-Wave yang menjunjung tinggi nilai jazz, city pop, dan black music. Mereka terus menerus mendapat highlight di radio tersebut dan dua lagu mereka yaitu “YMM” dan “Miree” mampu mencapai sepuluh besar di chart J-Wave Tokio Hot 100 meski mereka adalah band baru dan album perdana mereka THE BAY hanya mentok di posisi 57 pada waktu itu.

Setelah meluncurkan album THE BAY mereka mendapat exposure yang lebih gila dari sebelumnya berkat lagu funk/acid jazz mereka “Stay Tune” yang merupakan salah satu lagu funk terbaik yang dipunya Jepang. Promosi di radio J-Wave beserta radio jaringannya di pelosok Jepang semakin gencar dan Suchmos diberikan kesempatan untuk bermain di kantor J-Wave pada musik video “Stay Tune”. Promosi tersebut membuahkan kerjasama Suchmos dengan Honda yang menjadikan “Stay Tune” sebagai lagu tema untuk iklan mobil terbaru mereka pada September 2016. Lalu, tiba-tiba semua album dan single Suchmos merangkak naik di berbagai macam chart entah itu Oricon atau Billboard atau iTunes. Ketika mereka mengumumkan akan meluncurkan album baru berjudul THE KIDS pada akhir tahun 2016 kemarin semuanya heboh dan menjadi album yang paling ditunggu di awal tahun 2017. Hasilnya adalah Suchmos berhasil menjadi artis independen terlaris di caturwulan pertama 2017 dan berhasil menjual THE KIDS sebanyak 135 ribu kopi dalam kurun waktu empat minggu saja. Semua didapatkan Suchmos dalam waktu dua tahun berkat promosi radio ke radio, mulut ke mulut, serta pengaruh YouTube yang membuat musik mereka bisa didengar di seluruh dunia.

Suchmos populer karena mereka menjadi simbolisasi anak muda terhadap musik J-pop sekarang dan semua menganggap bahwa Suchmos adalah contoh “ingin terlihat keren dan hip tapi tidak ingin terlihat murahan”. Idol culture sudah menjadi makanan om-om, Kyary Pamyu Pamyu sudah kehilangan relevansinya seiring Harajuku dan Kawaii culture yang sudah mulai memudar serta rasa dahaga akan musik groovy dan funky seperti dahulu kala menjadi katalisator kenapa Suchmos seperti ini. Semua ingin jadi Suchmos sekarang, bahkan grup K-Pop seperti SHINEE ingin menjadi Suchmos demi mendapat perhatian oleh cool kids dan menjual banyak unit album di Jepang.

Bagi Suchmos sendiri kesuksesan yang luar biasa ini mereka tumpahkan dalam THE KIDS. Disebut sebagai album yang mencerminkan musik yang mereka suka di waktu kecil oleh mereka, Suchmos seolah ingin berbicara tentang kepopuleran yang mereka alami dengan musik yang jauh lebih padat dan keras dari album sebelumnya THE BAY. Seperti pada “A.G.I.T.” yang menceritakan bahwa kepopuleran terasa seperti ekstasi dimana bisa membuat orangnya on fire dengan pengaruh progressive rock serta psychedelic rock yang keras. “Snooze” yang merupakan lagu grunge versi Suchmos dengan memasukkan riff gitar Pixies, “Dumbo” yang merupakan kawin silang antara Prince dan The Killers dan “Mint” yang merupakan lagu alternative rock yang moody.

Suchmos juga tidak lupa akan roots musik mereka yaitu acid jazz serta funk dan dibawakan dalam tembang killer “Stay Tune” yang mengembalikan kejayaan city pop dan funk di Jepang. “PINKVIBES” mengembalikan citra Jamiroquai di era album The Return of the Space Cowboy dengan arsiran acid jazz dan funk. “Tobacco” mencoba lebih organik dengan bantuan neo soul dan musik yang lebih ritmis dan ringan. “Interlude S.G.S.4” adalah sebuah nomor ambient yang ambisius. “Seaweed” seolah membawa pendengar kembali ke glamornya funk rock dan soul music dengan subliminal message weed” di dalamnya. “Are We Alone” mencoba manuver Stevie Wonder dalam album Talking Book dan “Body” mencari sensualitas dengan arahan musik soul dengan gitar ala Lenny Kravitz.

Dalam album keduanya mereka menjadi lebih ambisius ketimbang album perdana mereka yang dipenuhi dengan mimpi street hip hop, beberapa bumbu plunderphonics serta sampling, dan nomor-nomor acid jazz dan funk ringan. Pada THE KIDS mereka jauh lebih edgy dan lebih keras dari segi musik seolah menunjukkan status mereka yang baru sebagai band papan atas dan entah mengapa unsur fun dan cozy yang mereka bawakan dulu sedikit memudar di THE KIDS. Formula yang dipakai dalam album kedua mereka masih stereotip di beberapa titik meski memang mereka tidak kehilangan groove sedetik pun, manuver yang mereka lakukan di setiap lagu seolah terbaca tetapi mereka siasati dengan membangun momen yang pas. Beberapa eksperimen mereka lakukan dan hasilnya mungkin akan terkesan out of place namun masih bisa bersatu dengan konten album secara keseluruhan. Konten yang padat dan keglamoran yang menghantui mereka menjadi bensin utama untuk bisa merasakan kencangnya Suchmos di album ini.

Suchmos sering disebut sebagai The New Jamiroquai atau Jamiroquai Japanese Version tetapi tidak seperti Jamiroquai yang jarang sekali melakukan manuver dengan musik yang sedikit lebih keras, Suchmos dengan senang hati menerima musik alternative rock dan memasukkan hal tersebut ke dalam musik mereka. They’re try new vibe on this album when Jamiroquai didn’t dan THE KIDS adalah album kedua yang mencoba menjadi lebih mainstream dan lebih populis dari sebelumnya tanpa melupakan killer tune sama seperti Jamiroquai ketika mengeluarkan album kedua mereka The Return of The Space Cowboy dimana titik stardom mereka dimulai dari album keduanya dengan memasukkan banyak unsur.  

THE KIDS seperti sebuah akumulasi dari kematangan musik dan kepopuleran Suchmos sekarang. Terkadang bisa predictable tapi masih asik untuk diajak bergoyang. Suchmos membuat hal predictable tersebut menjadi sesuatu yang groovy dan menjadi sebuah kemasan pop yang utuh dan jadi. Tak heran jika semua musisi saat ini ingin menjadi Suchmos.

7.9

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. A.G.I.T.
  2. Stay Tune
  3. Pinkvibes
  4. Tobacco
  5. Snooze
  6. Dumbo
  7. Interlude S.G.S.4
  8. Mint
  9. Seaweed
  10. Are We Alone
  11. Body

Like fanpage RE:PSYCHO pada tautan ini

2 thoughts on “ALBUM REVIEW: SUCHMOS – THE KIDS

  1. Ahaha. *tersentil krn bukan om2 tp lg ngikutin idol group Aqours*
    For me personally, this album is great, as a Jamiroquai fan (especially the first three album era) they successfully incorporate the grooviness of early Jamiroquai vibes and sound to their music. They also bring back the infamous japanese city-pop sound, with their own style and sound.

Leave a Reply