8a69a53b0853bad50efcd63f2351239e

ALBUM REVIEW: CLAZZIQUAI PROJECT – TRAVELLERS

[Album] Clazziquai Project – Travellers

CLAZZIQUAI PROJECT
TRAVELLERS
FLUXUS, 2016
Genre: Pop, Electronica, Funk, Fusion

Kim Sunghoon, alias DJ Clazzi, mengaku bahwa proyek musik eksperimental Clazziquai Project yang ia pimpin suatu waktu dapat bubar. Apa yang ia katakan mungkin cukup masuk akal. Good things can’t last forever, sama seperti SNSD yang tidak bisa mempertahankan Jessica sehingga harus menjalani tahun ke-9 dengan 8 member saja. Bahkan ada masa-masa dimana par aanggotanya mencoba aktif sendiri-sendiri. DJ Clazzi pernah merilis album solo dengan gaya full electro, Alex Chu aktif sebagai penyanyi solo dan aktor drama, hingga Horan juga punya satu band lagi bernama Ibadi.

Namun hal itu sebenarnya berlawanan dengan perjalanan karir Clazziquai yang penuh dinamika dan direfleksikan lewat karya mereka dari masa ke masa. Sejak menancapkan kukunya pada tahun 2004, Clazziquai Project telah menjalani berbagai transformasi dalam segi musik. Album Instant Pig hingga Love Child of the Century didominasi musik pop bernapaskan fusion jazz yang manis dan hangat seperti Come To me, Sweety, Color Your Soul, Love Mode, Prayers, Lover Boy, dan lain-lain. Pun kadang sedikit melipir ke bossanova atau something classical seperti Romeo & Juliet, Gentle Giant, Last Tango dan Dateline. Mulai album Robotica ke atas menjadi penanda Clazziquai mulai merambah masuk ke era electro yang lebih intens dan misterius, mengeksplorasi berbagai gaya yang bisa mereka mainkan. Tak perlu diragukan bilamana era ini adalah puncak dari Clazziquai, dimana mereka menjadi forefront dalam skena musik elektronik Korea dan juga mencicipi kesuksesan di Jepang. Judul-judul seperti Iconic Love, Flea, Color, Kiss Kiss Kiss dan Love Again terasa sangat enerjik dan mature.

Grup ini sempat mencoba kembali mengkorporasikan kembali ciri khas lama mereka lewat album Blessed. Namun entah mengapa title track di sini seperti Can’t Go On My Own dan Love Recipe tidak meninggalkan kesan mendalam sebagus album-album terdahulu. Dengan mengandalkan nature eksperimentalnya, mereka baru menemukan formula yang pas pada album Blink yang menjadi penanda 10 tahun kiprah Clazziquai di industri musik. Title track seperti Still I’m By Your Side, Madly, Crave You, dan Love Satellite mampu tampil ekspresif tanpa harus terlalu condong ke arah elektronik nyelekit.

Clazziquai Project semakin memantapkan formula ini lewat album ke-7 mereka, Travellers. Pertama kali melihat album ini saya merasakan sesuatu yang cukup unik. Nampaknya inilah album pertama Clazziquai yang tidak melibatkan imagery binatang babi yang muncul dalam setiap album utama mereka, setidaknya sejak Metrotronics yang itu pun lebih dikatakan sebagai EP soundtrack untuk game DJMAX berlabel nama mereka sendiri.

Berbicara soal Metrotronics, track pertama Travellers merupakan sebuah track instrumen yang akan sedikit mengingatkan pada Color, walaupun tidak memainkan melodi elektronik yang sangat radikal. Travellers mengandalkan perulangan pola pada lead dengan build up yang teratur dan sedikit variasi yang diaplikasikan untuk menambah keragaman. Travellers yang singkat menjadi pembuka untuk Dangerous yang terasa banyak bermain di ranah ambient dan chillwave. Melodi lagu banyak dituntun oleh vokal dari Alex dan Horan, dengan sedikit bantuan synth pada chorus.

Title track mereka, #Curious menjadi senjata super ampuh pada album ini. Masih mengandalkan nada-nada chill, kali ini DJ Clazzi memasukkan elemen funk khas Jamiroquai yang terbukti membuat lagu mereka selama 2 tahun terakhir ini memiliki power dan energi. #Curious terdengar sangat positif dan invigorating. Sementara itu Sweet Life menyajikan sebuah nomor lounge yang sempat populer di album-album Clazziquai terdahulu. Permainan bass pada lagu ini sangat menonjol dan menjadi headline.

Satu lagi lagu yang menjadi andalan Clazziquai di album ini, adalah Speak of Love yang kembali menyajikan elemen bossa modern dan mengingatkan pada lagu Romeo & Juliet dan Love Recipe. Pada Make Up Break Up, nampaknya Clazziquai ingin sedikit meniru Daft Punk pada lagu Fragments of Time. Mereka bermain minimalis dengan ketukan drum sederhana dan gitar solo simpel. Night Flight kembali mencoba pengaruh chillwave meskipun jatuhnya sedikit membosankan, sementara Sleepless Night adalah usaha untuk me-reharsh Gentle Giant ke dalam bentuk yang lebih kekinian namun tetap manis dan lovely.

Kejutan terbesar dalam album ini ternyata adalah Sweetie Fruity Jelly menjelang lagu penghujung. Jangan biarkan judul menipu karena lagu ini adalah percobaan DJ Clazzi menciptakan lagu bergaya retro funk ala Chromeo. Ia banyak memasukkan melodi synth yang ekspresif, bahkan mengoperasikan sendiri talkbox yang membuatnya terdengar seperti Luvraw dan BTB. Travellers pun ditutup lewat Aurora yang chill dan dreamy.

Lewat Travellers, Clazziquai masih mencoba menambahkan sound-sound lama mereka ke dalam materi baru, yang mana hasilnya berbuah baik. Album ini mampu menjaga standar tinggi yang sudah mereka tetapkan sendiri dalam Blink, dan menjadikan Travellers sebuah permainan rollercoaster yang wajib dicoba dari awal hingga selesai. Dan bahkan setelah 12 tahun, Clazziquai Project tak menampilkan tanda-tanda hendak berhenti meskipun klaim DJ Clazzi masih berlaku. Mungkin mereka baru akan berhenti setelah tidak ada hal baru lagi yang bisa mereka telisik. Namun untuk saat ini, jalan tersebut sepertinya masih panjang.

7/10

Teks oleh Meka Medina

Tracklist:

  1. Travellers
  2. Dangerous
  3. #Curious (#궁금해)
  4. Sweet Life
  5. Speak of Love (걱정남녀)
  6. Make Up Break Up
  7. Night Flight (야간비행)
  8. Sleepless Night (잠 못드는 밤)
  9. Sweetie Fruity Jelly
  10. Aurora

Like Fanpage RE:PSYCHO pada tautan ini

Leave a Reply