ALBUM REVIEW: TAICHI MUKAI – 24

%e5%90%91%e4%ba%95%e5%a4%aa%e4%b8%80-24-758x758

TAICHI MUKAI
24
TOY’S FACTORY, 2016
Genre: R&B, Alternative R&B, Electro R&B

Setelah James Blake merilis album “James Blake”, The Weeknd dengan trilogi mixtape-nya, FKA TWIGS dengan “LP1” dan Frank Ocean dengan album seminal-nya “Channel Orange” semua musisi tiba-tiba membuat musik R&B yang serupa dengan mengandalkan musik electro dan ambient yang emosional dengan berbagai macam efeknya untuk membuat track semakin melankolis tanpa harus mendayu-dayu. Demam musik ini dinamakan alternative R&B atau PBR&B dan terus menjadi trend musisi sekarang yang tidak mau dianggap terlalu pop atau terlalu soulful yang selalu diasosiakan dengan kata tua. Alternative R&B seolah menjadi statement anak muda saat ini yang terdengar autentik tapi tidak mau terlihat tua dan trend ini tentunya menyebar ke Jepang.

Sebagai negara yang terbiasa mengopi kultur barat banyak musisi Jepang yang mengikuti jalur musik seperti ini. Yahyel, starRo, dan Taichi Mukai dianggap sebagai pembawa trend musik yang terdengar baru ini. Salah satu nama yang paling disorot saat ini adalah Taichi Mukai.

Taichi Mukai seolah mempunyai modal untuk menjalankan misi menyebarkan musik alternative R&B di Jepang. Ia sudah mempunyai wajah yang tampan (ia merangkap sebagai model) serta backing­-an yang besar (ia sudah dikontrak oleh major label Toy’s Factory untuk album pertamanya). Semua hal itu coba ia tambah dengan mengandalkan materi dari debut albumnya bernama “24”.

Jika kamu melihat akun YouTube miliknya bisa dilihat bahwa ia mengikuti dan menyukai musisi luar seperti Years & Years, Banks, Flume, Disclosure, Broods, The Weeknd, FKA Twigs dan tentunya Frank Ocean. Tentunya ia dengan blak-blakan mengikuti musisi favoritnya seperti pada “Sin” yang memainkan beat synthpop yang tropical dengan mindset pop yang besar seperti Years & Years, atau “Slow Down” yang terdengar seperti versi bahagia dari Frank Ocean “Thinkin’ About You”. “Speechless” mencampurkan post-dubstep ala James Blake dengan musik experimental electropop seperti Seiho dan menghasilkan hibrida yang unik antara pengaruh Jepang dan luar ditambah vokal Taichi yang seolah menggambarkan bagaimana perasaan speechless kepada pasangannya yang nun jauh di sana. Taichi seolah berkolaborasi dengan Flume pada “Stay Gold” dan ini terlihat dari beat trap yang kompleks, dentuman bass yang padat, serta musik electro yang atmosferik. “Salt” seperti mendengar track Banks dengan arahan musik yang lebih pop dan menjual untuk saat ini. “Konomama” adalah ketika Taichi menggabungkan unsur city pop Jepang dengan musik alternative R&B sehingga terdengar sangat Asia tanpa harus kehilangan aransemen western-nya. Pada “24” ia seolah tersesat dalam keborjuisan Kanye West dengan musik auto-tune andalannya padahal lagu ini mempunyai kesan neo soul yang kuat tetapi terasa tryhard untuk menjadi  western.

Salah satu hal yang paling terlihat disini adalah kualitas vokal Mukai yang berada di jalur tipis antara soulful dan biasa saja. Mukai tidak terlalu menarik banyak pita suara di album ini sehingga lagu yang harusnya terdengar emosional malah terdengar biasa saja dan tidak mempunyai nilai keunikan seperti artis yang ia idolakan. “24” memang bukanlah album yang menunjukkan karakter Taichi dengan kuat sebagai pelopor musik alternative R&B tetapi ia mampu mengeksekusi ketujuh lagu ini dengan baik dan terdengar stabil juga enak didengar. At least ia berhasil mengopi idolanya dan membawakannya ulang dengan kemasan yang lebih fresh dan sesuai dengan telinga hipster yang mencari-cari musik R&B yang emosional namun juga teteap elektrik dan mampu membuat kaki berdansa. Ia juga berhasil mendobrak musik Jepang dengan segala kebosanannya melalui album ini meski impact-nya baru sebatas di klub-klub stylish di Jepang.

6/10

Website Taichi Mukai

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. SPEECHLESS
  2. STAY GOLD
  3. SALT
  4. SIN
  5. KONOMAMA
  6. SLOW DOWN
  7. 24

Like Fanpage RE:PSYCHO pada tautan ini

Leave a Reply