25 LAGU ANIME TERBAIK 2016

  1. Radwimps – Zenzenzense (EMI Record) (Insert Song Kimi no Na wa.)

Jika kamu berkunjung atau sedang berada di Jepang saat ini kamu pasti akan terus menerus mendengarkan “Zenzenzense”. Mendengarkan lagu ini seperti melihat penampilan Raffi Ahmad di televisi dan media nasional, “Zenzenzense” diputar dimana-mana entah itu di toko CD, toko buku, jalanan, kedai makanan, convenience store, bahkan sampai di lift. Hampir semua orang di Jepang terutama di kota besar saat ini sudah terpapar “Zenzenzense” berkat menjadi soundtrack film Jepang kedua terlaris sepanjang masa “Kimi no Na wa.”. Selain karena filmnya yang laku keras lagu ini memang mempunyai kesan antemik yang luar biasa dan mempunyai kesan adiktif yang sangat tinggi. Mereka meminjam itu semua dari Bump of Chicken serta U2 dan meraciknya dengan balutan alternative rock yang simpel dan tidak banyak gimmick tapi mampu menohok pendengarnya hingga mereka memutar lagu ini berkali-kali. Chant “woo hooo wooo” di tengah lagu juga cocok digunakan ketika mereka akan melakukan konser di arena besar untuk membakar semangat penontonnya dan membuat lagu ini semakin terdengar antemik. Jika kamu mendengar lagu ini sebelum menonton Kimi no Na wa. maka kamu akan mendapatkan sebuah lagu alternative rock yang powerful tentang pencarian seseorang di masa lalu tetapi jika kamu sudah menonton Kimi no Na wa. mendengar lagu ini dapat menyebabkan kamu baper dan membuat perspektif lagu ini berubah, itulah ajaibnya lagu alternative rock yang simpel ini.

160427-haruka-chisuga-ai-no-uta-words-of-love-_zps18byg8sd

  1. Haruka Chisuga – Ai no Uta (Flying Dog) (Ending Gakusen Toshi Asterisk Second Season)

Di era menjamurnya penyanyi dengan embel-embel anisong saat ini jarang sekali ada lagu dari mereka yang terdengar berbeda dan standout dibandingkan penyanyi lainnya, semuanya berjalan begitu standar dan repetitif. Haruka Chisuga dan Rasmus Faber mampu membalikkan kebosanan dalam skena anisong dengan “Ai no Uta”. Musik yang dibawakan masih mempunyai benang merah anisong tetapi dimodifikasi sedemikian rupa menjadi sebuah tembang electropop yang dipengaruhi oleh 90’s house music dengan mengandalkan pakem ketukan four on the floor yang ampuh untuk membuat lagu dance yang gampang dicerna dan diingat. Sebagai produser Rasmus membawa Chisuga keluar dari zona anisong-nya dan bernyanyi selayaknya penyanyi dalam skena house music di era 90’an dan Chisuga mampu membawakan lagu ini tanpa harus kehilangan identitas anisong-nya. Tambahan string section juga mampu membawa kesan epik dan membawa kesan elektrik dari Kylie Minogue pada album “Fever”. Sebuah lagu anisong yang tidak terdengar anisong.

aicl-3039

  1. Hitorie – One Me Two Hearts (Hinichijou) (Opening Divine Gate)

Trend dance-punk di dunia memang sudah redup apalagi band-band yang mempelopori gerakan ini seperti Klaxons, LCD Soundsystem, Le Tigre, The Automatic, dan The Rapture sudah berguguran. Tetapi sebuah band Jepang bernama Hitorie mencoba menghidupkan kembali trend tersebut dengan lagu “One Me Two Hearts”. Pengalaman sang vokalis wowaka sebagai mantan produser Vocaloid yang populer berkat lagu “Rolling Girl” membuat lagu ini sepintas mirip lagu Vocaloid apalagi dengan vokal wowaka yang terdengar seperti suara Vocaloid di dunia nyata. Namun wowaka dan teman-temannya berhasil mengusir ke-Vocaloid-an tersebut dengan esensi dance-punk yang dipinjam dari The Rapture, keekletikan permainan post-punk revival dari Bloc Party dan emosi indie rock dari Maximo Park. Vokal wowaka yang ambigu dan tipis membuat kesan nyentrik dari skena dance-punk terdengar hidup kembali. Untuk sesaat Hitorie menjadi band pionir dalam gerakan dance-punk/post-punk revival di Jepang melalui lagu pembuka serial Divine Gate ini.

news_header_hayashibaramegumi_jkt20160203_single

  1. Megumi Hayashibara – Usurai Shinju (King Record) (Opening Showa Genroku Rakugo Shinjuu)

Tidak ada yang bisa menandingi kehebatan Sheena Ringo ketika membuat lagu jazz yang seksi dan menggoda dan itu terbukti ketika ia masih bergabung dalamTokyo Jihen dan dalam beberapa karyanya akhir-akhir ini. Ia membawa pengaruh musiknya ke dalam lagu baru Megumi Hayashibara yang menjadi lagu pembuka salah satu anime terbaik tahun ini. Ringo menyulap Hayashibara menjadi penyanyi jazz dan swing 60’an yang penuh dengan sensualitas dan jiwa. Ia membawa Megumi keluar dari zona J-Pop dan kembali berkelana ke musik kakkyoku zaman dahulu. Hayashibara tahu apa yang Ringo inginkan dan mengeksekusi lagu ini dengan vokal yang seksi dan menggoda hasrat pendengarnya. Jalinan musik swing/big band semakin membuat ekstasi dari lagu ini semakin menggoda dan dapat membuat pendengarnya berdansa sambil terjebak dalam sensualitas yang dibawakan Sheena dan Megumi.

srcl-9108

  1. Boom Boom Satellites – Lay Your Hands On Me (Sony Music) (Opening Kiznaiver)

Ketika saya pertama kali menulis ulasan untuk lagu ini saya mengatakan bahwa “Lay Your Hands On Me” adalah sebuah salam perpisahan yang megah dari mereka untuk pendengarnya dengan pesan yang sangat dalam seolah-olah sang vokalis Michiyuki Kawashima berbicara tentang kondisinya saat ini dengan pendengarnya. Beberapa bulan setelah single ini dirilis Kawashima meninggal dunia akibat tumor otak yang melanda dia dari dulu.

Kepergian Kawashima tentu saja membuat nilai lagu ini terasa semakin dalam dan menyedihkan, “Lay Your Hands On Me” mempunyai esensi yang sama dengan lagu David Bowie “Lazarus” dimana seseorang yang bernyanyi dalam lagu tersebut tahu bahwa hidupnya tidak akan lama lagi dan memberikan pesan terakhirnya sebelum ia wafat. Kawashima bernyanyi seolah ia ingin orang-orang yang ia cintai terus berada di sisinya sampai ia menutup mata dan pergi untuk selamanya.

Selain memiliki kesamaan tema dengan “Lazarus” dalam hal menyampaikan kematian dan memanfaatkan momen tersebut untuk menceritakan apa yang sudah ia lakukan “Lay Your Hands On Me” juga merangkum apa yang sudah Boom Boom Satellites kerjakan sampai titik darah penghabisan mereka. Mereka menggabungkan musik yang membesarkan mereka seperti big beat, industrial, techno, dan electro rock. Lagu ini juga menjadi cerminan karir Boom Boom Satellites selama 26 tahun mulai dari melakukan debut di Eropa, sempat dikira sebagai lagu Nine Inch Nails, masuk ke label dance legendaris R&S Records, beralih ke sound yang lebih populer tanpa kehilangan akar musik mereka, mengisi banyak soundtrack anime dengan sound mereka yang ikonik dan menjadi salah satu artis Jepang yang mempunyai fanbase luar negeri terbanyak. “Lay Your Hands On Me” bukanlah lagu pembuka anime biasa, lagu ini adalah refleksi akan kematian dan hidup yang dibawakan secara sempurna dengan gaya khas Boom Boom Satellites yang masih bisa tetap meledak meski dirudung dengan hal yang ditakuti hampir semua orang yaitu kematian.

Like Fanpage RE:PSYCHO pada tautan ini

Leave a Reply