25 LAGU ANIME TERBAIK 2016

kscl-2705

  1. Blue Encount – Survivor (Ki/oon) (Opening 2 Gundam Iron Blooded Orphans Season 1)

Syarat tidak tertulis dalam sebuah lagu tema anime adalah lagu tersebut haruslah antemik dan ikonik jadi ketika orang mendengar bait pertama lagu tersebut mereka langsung ingat anime yang ikonik dengan lagu itu dan hal in terjadi di dua lagu pembuka serial Gundam Iron Blooded Orphans atau G-Tekketsu. Lagu pembuka pertama yang diisi oleh Man With A Mission dengan “Raise Your Flag” sukses membuat penontonnya sering mengasosiasikan lagu ini dengan G-Tekketsu berkat lirik lagunya yang nyambung dengan temanya serta kesan manly yang dimunculkan dalam animasi pembukanya. Sinkronisasi ini dilanjutkan oleh lagu pembuka kedua musim pertama G-Tekketsu yang diisi oleh grup alternative rock/pop punk bernama Blue Encount dengan “Survivor”. “Survivor” mempunyai tema yang cocok dengan tema yang diangkat pada paruh kedua serial ini yaitu tentang bertahan dari serangan musuh dengan masalah internal dan eksternal yang dimunculkan. “Survivor” tanpa basa basi menyerang pendengarnya dengan kalimat pembuka yang antemik dan tensi lagu yang cepat seolah tidak memberikan nafas kepada pendengarnya untuk berloncat-loncat sambil menikmati aliran pop punk yang mereka bawakan.  Meski vokalisnya terdengar tidak segahar serigala jadi-jadian yang bernyanyi “Raise Your Flag” tetapi setidaknya mereka berhasil membuat tembang ikonik yang akan terus dikaitkan dengan G-Tekketsu ketika ada yang mulai bernyanyi “Mawari mawatte sa ima!!!!”.

eyca-11244

  1. YURI!!! on Ice feat. w. hatano – You Only Live Once (DiveII Entertainment) (Ending Yuri on Ice)

Salah satu penyebab lagu penutup anime hanya bisa dimengerti kalangan pecinta anime adalah biasanya lagu anime tidak melihat apa yang sedang heboh di jagat musik dunia dan sibuk membuat lagu yang cocok untuk kalangan pecinta anime. Tetapi hal ini tidak terjadi dalam lagu penutup Yuri on Ice yang dinyanyikan oleh seiyuu terkenal Wataru Hatano. Tren musik pop dunia yang sekarang condong ke musik deep house dan tropical house ditranslasikan dengan baik melalui “You Only Live Once” dan membuat sebuah tembang dance pop yang mampu menembus sekat-sekat anisong. Lagu ini dibuka degan percikan keyboard ala deep house dan electro-indie seperti Blonde dan beberapa karya terbaru dari M83. Sound tersebut menjadi base sebelum disambung dengan gemuruh musik dance pop yang dicampur dengan tropical house agar tidak terdengar terlalu hard dengan drop yang mampu memecahkan gendang telinga. Lagu ini terdengar upbeat dan danceable tanpa harus mengeluarkan gimmick EDM yang sudah usang dan membosankan.  “You Only Live Once” mampu membaca skena pop saat ini dan bisa didengarkan oleh siapa saja entah itu para penggiat anime atau pendengar pop awam. Sebuah hal yang bagus ketika sebuah lagu anime bisa didengarkan oleh siapa saja tanpa harus pandang bulu.  

bts-maybe

  1. Brian The Sun – Maybe (Epic) (Ending Amaama to Inazuma)

Mungkin lagu ini akan berbeda dengan lagu Brian The Sun lain yang bernuansa indie rock cepat. Pada lagu penutup Amaama to Inazuma ini mereka bermain lebih pelan dan memanfaatkan kesenduan dari musik akustik untuk membuat nomor pop rock mellow. Mereka memainkan musik pop rock yang manis dan lembut dengan musik yang melankolis. Lirik lagu ini juga mampu menusuk pendengarnya tentang sebuah rasa cinta yang tak berbalas ataupun sebuah pesan kesendirian seseorang yang ditinggal oleh yang dicintai. Brian The Sun tidak serta larut akan ke-mellow-an yang mengisi lagu ini dan masih menyimpan beberapa riff gitar yang menambah kesan autentik dari suasana musik seperti ini. Sebuah lagu pop rock melankolis tanpa harus terdengar menyeret-nyeret suara atau menyayat pendengarnya dengan musik ekstra pelan.

zmcz-10605

  1. Myth & Roid – Styx Helix (Kadokawa) (Ending Re:Zero)

Duo yang terdiri dari Mayu di vokal, Tom-H@ck di penata musik membuat lagu pop yang quirky dengan tebalnya synth dan efek dramatis yang memperkaya isi lagu. Di situs profilnya Mayu mengaku terinspirasi dengan penyanyi luar seperti Avril Lavigne, Shakira dan Britney Spears dan itu terpancar di vokalnya yang sesuai dengan warna pop yang mereka mainkan. Vokal Mayu terdengar manis, lirih dan sensual dalam waktu yang bersamaan. Lagu ini juga mempunyai layer synth yang tebal dan beat electropop yang mirip dengan lagu Utada Hikaru di era albumnya yang paling elektrik “Heart Station”. Pekikan gitar di bagian tengah lagu juga menambah kesan dramatis dari lagu seolah mendengar pencampuran kedua lagu Utada Hikaru yaitu “Beautiful World” dan “Colors” dalam satu spektrum. Myth&Roid sukses membuat takjub dengan musik pop-nya yang unik dan mistis dalam “Styx Helix”.

dean-fujioka-history-maker-758x758

  1. Dean Fujioka – History Maker (A-Sketch) (Opening Yuri on Ice)

Sadar ataupun tidak sadar Dean Fujioka sudah membuat sebuah tembang yang bisa dipakai di acara-acara kejuaraan olahraga yang besar atau sekedar menjadi lagu tema acara yang menyangkut olahraga. Pada lagu ini Dean Fujioka dibantu oleh komposer lokal DJ Sumantri (yang menggunakan nama samaran DJ Sumo) yang sebelumnya pernah membuat lagu untuk artis papan atas Indonesia Agnez Mo, 5 Romeo, Krisdayanti, Rinni Wulandari dan masih banyak lagi. Mereka menciptakan sebuah lagu yang universal dan tidak membatasi dirinya untuk menjadi lagu tema anime saja. Kemegahan dari synthpop dan new romantic dimunculkan kembali dengan iringan orkestra yang membuat lagu ini terlihat kolosal dan megah. Drop EDM sengaja ditaruh pada bagian reff lagu untuk memberikan kesan modern tanpa melupakan kemegahan dari seluruh bagian lagu. Fujioka juga menyanyikan lagu ini dengan bahasa Inggris dan membuat lagu ini semakin universal dan mampu menjangkau pendengar internasional dengan bahasa yang diucapkan serta lirik yang megah. “History Maker” adalah sebuah lagu anime yang bisa berbicara banyak di luar bidang anime dan mampu membakar jiwa pendengarnya.

Leave a Reply