ANIME REVIEW: UDON NO KUNI NO KINIRO KEMARI (POCO’S UDON WORLD)

UDON NO KUNI NO KINIRO KEMARI (POCO’S UDON WORLD)
LIDENFILMS, 2016
Genre: Slice of Life, Fantasy, Supernatural, Seinen

Setelah Usagi Drop dan Clannad After Story mendapat pujian dan kepopuleran yang luar biasa rasanya tema antara anak kecil dan orang tua dengan tema parenting langsung menjadi primadona di dunia anime untuk mendulang simpati penonton. Ada yang dieksekusi dengan sangat maksimal (Wolf’s Children, Barakamon), lumayan menarik (Amaama to Inazuma) dan biasa saja (Papa no Iukoto wa Kikinasai!). Semuanya memiliki keunikannya sendiri tetapi mengambil tema yang hampir sama dan salah satu anime di musim gugur 2016 bernama Udon no Kuni no Kiniro Kemari atau Poco’s Udon World ingin mengulang hal yang sama dengan formula tersebut.

soulreaperzone-com_ud0n_n0_kuni_n_kinir0_kemari_-_04_sd_hs-mkv_snapshot_15-10_2016-12-28_20-36-21

Udon no Kuni adalah serial anime yang diadaptasi dari manga karya Nodoka Shinomaru yang diserialisasikan oleh Comic@Bunch. Serial anime ini diadaptasi oleh LIDENFILMS. Udon no Kuni bercerita tentang seorang web designer bernama Souta Tawara yang bekerja di Tokyo. Ia pulang ke kampung halamannya di Perfektur Kagawa tempat yang dijuluki “negeri udon” berkat banyaknya restoran udon disana. Ketika ia sampai ke rumahnya Souta menemukan seorang anak laki-laki kecil dan ia beri nama Poco. Souta segera mengetahui bahwa Poco adalah seekor Tanuki yang mengambil sosok seorang anak kecil. Ia memilih untuk berhenti dari pekerjaannya dan merawat Poco sekaligus mengelilingi daerah yang lama ia tinggalkan demi mencari tahu siapa ia sebenarnya.

Di atas kertas formula yang dimainkan serial ini seolah repetitif, seorang laki-laki berumur sekitar 30an yang hidup dengan anak kecil dan menceritakan keseharian dari mereka berdua dengan memainkan emosi penoton serta cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tetapi serial ini tidak hanya menampilkan hal yang seperti itu.

udon-no-kuni-4

Udon no Kuni menceritakan banyak hal yang tidak ada dalam seri anime slice of life pada umumnya. Serial ini menggambarkan seseorang yang mengalami krisis hidup di usia 20an akhir dan 30an awal dimana karakter utama digambarkan sebagai seseorang yang lelah dengan hingar bingar Tokyo dan ingin kembali bekerja di desa dengan teman dan keluarganya. Krisis kehidupan ini juga terus dimunculkan di sepanjang episode dimana ia sudah bosan dengan zona nyamannya di Tokyo dan menginginkan suasana baru di pedesaan sambil terus bekerja di bidang yang ia sukai dan penyesalan karena tidak berbicara banyak dengan orang tuanya setelah mereka meninggal. Selain permasalahan sekitar karakter utama, permasalahan karakter sampingannya juga dimunculkan meski tidak mendapat porsi yang maksimal seperti ketakutan akan menjadi orang tua baru, menjadi orang yang berbeda di dalam masyarakat, memilih antara pernikahan atau karir dan beberapa permasalahan hidup lainnya. Semua dibawakan dengan begitu realistis sehingga mampu beresonansi dengan penonton yang juga mengalami masa adulthood crisis. Hal tersebut membuat Udon no Kuni adalah tontonan ringan yang mempunyai deep cuts untuk penontonnya yang sedang mengalami permasalahan yang sama.

Emosi yang dimainkan dalam serial ini juga dimainkan dengan baik. Serial ini tidak memaksa penontonnya untuk menangis sambil memikirkan apa yang sudah terjadi dalam hidup. Semua berjalan begitu natural dan lembut. Kedekatannya dengan permasalahan hidup sehari-hari dan kelembutan cerita yang dibawakan adalah kunci dari serial ini untuk mengaduk-ngaduk emosi penonton.

Ingatan atau memori juga memainkan peran penting dalam mengembangkan unsur emosional dan sentimental dalam serial ini. Udon no Kuni terus bermain-main dengan memori masa lalu yang berkolerasi dengan cerita utamanya beserta masalahnya. Permainan memori tersebut terus dimainkan sampai ke akhir cerita dan membuat ending yang klimaks.

soulreaperzone-com_ud0n_n0_kuni_n_kinir0_kemari_-_04_sd_hs-mkv_snapshot_04-40_2016-12-28_20-46-38

Alur cerita yang konsisten dari awal sampai akhir menambah value dari serial ini. Cerita dibangun dengan fondasi yang menarik di awal dan semakin menunjukkan sisi bagusnya seiring episode berjalan. Pengembangan cerita di dalam serial ini juga tidak terkesan dipaksakan meski ada kesan terburu-buru terutama di beberapa episode terakhir dan seakan terlihat belum menemui titik yang pas untuk menutup ceritanya tapi di akhir serial ini mampu membungkam keraguan tersebut.

gaogao

Satu nilai tambah dari serial ini adalah di mini seri yang ditaruh di akhir cerita yaitu “Gaogao-Chan”. Mini seri yang terlihat seperti acara anak-anak yang biasa ditayangkan di NHK ini mempunyai cerita yang terkadang berkolerasi dengan Udon no Kuni dan terkadang mempunyai nilai feels atau sentimental yang berarti apalagi ketika cerita sedang naik-naiknya. Terkadang mini seri ini memainkan komedi ringan ala Looney Tunes sehingga menjadi sebuah penyejuk komedi di tengah cerita yang sentimental.

Udon no Kuni juga tidak semata-mata menjual nilai sentimentalnya saja, serial ini juga mempunyai nilai komedi yang lucu dan menggemaskan apalagi ketika Poco sudah menampakkan sosok aslinya dan Souta langsung dengan cepat membuat gerakan komikal untuk menyembunyikan sosok Poco di hadapan orang-orang. Beberapa situasi komikal juga muncul dan membuat serial ini tidak melulu mengharu biru penontonnya. Light comedy yang sering dibawakan dalam seri slice of life juga mampu dibawakan dengan yakin tanpa terlihat dipaksakan.

udon-no-kuni-2

Tema parenthood yang dibawakan juga mampu menyatu dengan baik. Souta dihadapkan dengan dunia baru yang belum ia coba sebelumnya yaitu dunia parenthood dan ia dibantu oleh teman SMA nya dulu yang ia suka sambil bertukar pikiran tentang dunia mengasuh anak-anak. Parenthood yang muncul benar-benar menggabarkan bagaimana lelahnya menjadi orang tua baru.

soulreaperzone-com_ud0n_n0_kuni_n_kinir0_kemari_-_04_sd_hs-mkv_snapshot_04-21_2016-12-28_20-36-37

Serial ini juga berpusat kepada dua karakter utama yaitu Poco dan Souta dan mereka mempunyai chemistry yang sangat baik. Melihat hubungan antara Poco dan Souta seolah melihat hubungan ayah yang baru punya anak dengan anaknya yang masih dalam tahap lucu-lucunya. Meski Poco bukan karakter manusia dan merupakan karakter gaib tapi ia mampu merepresentasikan tentang anak kecil yang lucu dengan segala tingkah polahnya yang menggemaskan dan membuat Poco menjadi karakter yang paling adorable sepanjang musim gugur 2016. Poco mampu mencuri perhatian dengan kepolosannya dan kelucuannya yang dapat membuat penontonnya ingin mencubit pipi Poco. Petualangan Poco dalam menemui hal-hal yang baru juga menaikkan nilai adorable darinya.

soulreaperzone-com_ud0n_n0_kuni_n_kinir0_kemari_-_04_sd_hs-mkv_snapshot_06-36_2016-12-28_20-36-11

Unsur supernatural sudah pasti muncul dalam serial ini mengingat Poco adalah makhluk jadi-jadian dan unsur supernatural yang ada menjadi bumbu yang semakin menyedapkan serial ini. Unsur supernatural dikemas dengan begitu sejuk dan mampu membangkitkan rasa ingin tahu penonton tentang siapa Poco sebenarnya dan kenapa ia hadir di kehidupan Souta dalam bentuk anak kecil. Unsur supernatural tersebut dipadu padankan dengan unsur sentimental yang terus menaungi serial ini apalagi ketika penonton diberi jawaban kenapa Poco masuk ke kehidupan Souta. Saya seperti mengingat Wolf’s Children ketika menonton akhir cerita dari anime ini namun terlihat lebih ringan dan dalam kapasitas drama yang tidak sebombastis karya Mamoru Hosoda tersebut.

udon-no-kuni-03-42-1280x720

Ada beberapa yang mengatakan bahwa Udon no Kuni adalah copycat atau meniru-niru Barakamon karena suasana pedesaan yang dibawakan dan tema menjelajahi desa sambil menemukan jati dirinya atau meniru-niru Amaama to Inazuma dan Usagi Drop karena tema parenthood yang dibawakan. Hal tersebut memang ada benarnya tetapi Udon no Kuni mempunyai perbedaan yang besar yaitu serial ini berhasil menggambarkan adulthood crisis dengan gamblang, memainkan memori masa lalu yang sentimental dengan campuran supernatural untuk menambah kenikmatan dari serial ini. Udon no Kuni juga berani membawa tema yang cukup berat untuk demografi penonton anime yang kebanyakan masih remaja.

Pada akhirnya serial slice of life memang tidak ada yang original tetapi untuk sebuah serial yang heartwarming, mampu memancing emosi dan dieksekusi dengan baik Udon no Kuni sudah berhasil mengeksekusi dengan baik dan semua unsur yang ada di dalamnya sudah mendekati sempurna untuk ukuran cerita slice of life yang mengutamakan keleluasaan cerita dengan tema yang dekat dengan kehidupan.

soulreaperzone-com_ud0n_n0_kuni_n_kinir0_kemari_-_04_sd_hs-mkv_snapshot_08-19_2016-12-28_20-35-35

9/10

PS: Lagu pembuka dari serial ini mirip dengan lagu The 1975 “The Sound”.

Like Fanpage RE:PSYCHO pada tautan ini

Leave a Reply