rwmps

ALBUM REVIEW: RADWIMPS – HUMAN BLOOM (NINGEN KAIKA)

news_xlarge_radwimps_jkt201611_nor

RADWIMPS
HUMAN BLOOM/NINGEN KAIKA
EMI RECORDS, 2016
Genre: Alternative Rock, Post-Punk Revival

Radwimps menjalani tahun 2016 dengan setumpuk prestasi dan rekor. Album soundtrack dari film Kimi no na wa. yang mereka buat berhasil menjadi album terlaris selama bulan Agustus dan September 2016. Empat lagu yang ada di album tersebut berhasil terjual lebih dari 100 ribu kopi, “Zenzenzense” berhasil menjadi video musik Jepang yang paling banyak ditonton di 2016 dengan 74 juta dan menjadi lagu yang paling sering diputar di Jepang.

Mereka memanfaatkan momentum dari Kimi no Na wa. untuk merilis album kedelapan mereka berjudul Ningen Kaika atau Human Bloom yang merupakan album terbaru mereka setelah Batsu to Maru to Tsumi to yang dirilis 2013 kemarin. Pada album terbarunya Radwimps seolah ingin mencapai pasar musik global setelah melihat kesuksesan “Zenzenzense” yang diputar di berbagai macam belahan dunia dan ditunjukkan dengan mengganti semua judul album dan judul lagu ke dalam bahasa Inggris agar lebih dikenal ke pasar musik global khusus untuk album ini.

Human Bloom seolah terinspirasi dari musik alternative rock revival yang tumbuh besar di Inggris pada dekade 2000an terutama dua album pertama dari Bloc Party yaitu Silent Alarm dan A Weekend In The City. Hal ini bisa dilihat dari lagu pembuka mereka “Lights Go Out” yang terinspirasi oleh musik indie rock modern seperti Two Door Cinema Club, The Temper Trap dan tentunya Bloc Party. “Hikari” adalah track upbeat yang ingin mengembalikan nuansa “Zenzenzense” namun semakin lama semakin terdengar mengikuti “Helicopter” milik Bloc Party dalam versi yang lebih kencang.

“Aadaakooda” yang menceritakan tentang stardom terdengar seperti ingin mengikuti jalur EDM saat ini dengan mencampurkan unsur electro yang Bloc Party lakukan di album Intimacy. “One Spring Day” memasukkan musik post-punk revival dengan bunyi alternative rock yang kental. Versi original dari “Zenzenzense” hanya menambahkan lirik pada bagian bridge yang memotong chant “woooo hooo woooo” dan terdengar menjadi sedikit lebih pendek. “I Novel” mengembalikan kenangan akan awal karir musik mereka. Musik electropop dan new wave muncul di “Listen to It When It’s Raining” yang terdengar seperti bukan karya Radwimps tapi karya illion yang merupakan proyek electro milik Yojiro Noda. “Weekly Shonen Jump” yang berisi sound yang lebih mellow dengan bermodal piano mempunyai lirik yang cheesy untuk ukuran Radwimps.

Manuver piano masih ia mainkan pada “Stick Figure” yang terdengar sangat Keane dan Coldplay di era Parachutes dan entah mengapa lagu ini terdengar seperti “Shiver” milik Coldplay namun dalam kemasan piano rock. Permainan piano yang muncul terdengar permainan sound yang ada di album Kimi no Na wa. “As A Symbol” bermain di kompleksitas sound old school hip hop dan garage rock dan terdengar unik dibandingkan lagu sebelumnya yang terdengar sedikit seragam.

“Human Shaped Constellation” terdengar seperti band baru yang biasanya mengisi lagu pembuka anime. Bagi yang pertama kali mendengar lagu ini tanpa mengenal Radwimps sebelumnya mungkin tidak percaya bahwa band ini telah mengeluarkan delapan album dan mengeluarkan album untuk Kimi no Na wa. Versi original dari “Sparkle” jauh lebih baik dari versi movie. Mereka membuang unsur ambient yang berlebihan dan menjadikan lagu ini cocok dipakai untuk membuat pendengar terbawa oleh vokal dan lirik yang tulus serta melankolis yang dibawakan oleh Noda.

“O&O” mencoba musik electro-soul yang sekarang sedang trend dan sedikit mengingatkan akan album baru Coldplay A Head Full of Dreams. “Confession” adalah lagu cinta yang bermain aman dan terdengar sangat 90’an. Durasi lagunya juga terlalu panjang.

Radwimps terkenal berkat liriknya yang dalam, musiknya yang nyentrik dan terkesan eksperimental namun tetap catchy serta keberanian mereka untuk menjadi berbeda di skena musik alternative rock Jepang. Sayangnya hal tersebut tidak keluar di album kedelapan mereka. Mereka bermain terlalu aman dan tidak melakukan improvisasi dari segi musikal atau lirik. Semua lirik yang ada di album ini terkesan apa adanya dan klise, tidak ada lagu seperti “DADA” yang menunjukkan nihilisme, “Kaishin to Ichigeki” yang menunjukkan midlife crisis atau “Order Made” yang merupakan dialog manusia dengan penciptanya.

Radwimps seolah ingin menjadi orang lain di album ini, banyaknya unsur post-punk revival dan alternative rock yang muncul terasa outdated dan biasa saja. Beberapa lagu memang menunjukkan sisi bagusnya tapi tidak semuanya dan berjalan terlalu generik dan membosankan.

Human Bloom adalah album teraman dan terlemah dari sebuah band yang sebelumnya berhasil membuat orang kagum dengan pemikiran dan musik out of the box mereka. Sayang sekali.

5/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. Lights Go Out
  2. Hikari 「光」
  3. Aadaakoodaa
  4. One Spring Day 「トアルハルノヒ」
  5. Zenzenzense – Original Version 「前前前世」
  6. I Novel
  7. Listen To It When It’s Raining 「アメノヒニキク」
  8. Weekly Shounen Jump 「週刊少年ジャンプ」
  9. Stick Figure 「棒人間」
  10. As A Symbol 「記号として」
  11. Human Shaped Constellation 「ヒトボシ」
  12. Sparkle – Original Version 「スパークル」
  13. Bring Me The Morning
  14. O&O
  15. Confession 「告白」

Like Fanpage RE:PSYCHO pada tautan ini

Leave a Reply