frederic-frederyhthm

ALBUM REVIEW: FREDERIC – FREDERHYTHM

frederyhtm-cover

FREDERIC
FREDERHYTHM
A-SKETCH, 2016
Genre: Indie Pop, Alternative Rock, Guitar Pop, Dance Rock, Funk, New Wave

Pada awal dekade 2010an dunia musik indie dikejutkan dengan suatu musik yang berkiblat kepada indie pop dan new wave dengan porsi petikan gitar ritmis, dancy dan kompleks. Fenomena ini sering disebut sebagai guitar pop dimana petikan gitar yang sangat ngepop menjadi jualan utama dari jenis musik ini.

Pergerakan ini dicetuskan oleh Phoenix lewat dua album mereka yang berjudul “It’s Never Been Like That” serta “Wolfgang Amadeus Phoenix” lalu berlanjut ke Two Door Cinema Club dengan album “Tourist History” serta “Beacon”, Foals dengan “Antidotes” dan Vampire Weekend di era album “Contra”. Album tersebut membuat guitar pop menjadi musik yang terlaris di skena indie pada era tersebut.

Di Jepang jenis musik ini juga dipraktekkan oleh beberapa band indie dan yang paling menonjol tentu saja Galileo Galilei yang menggabungkan esensi Phoenix, Two Door Cinema Club, Foals, Bombay Bicycle Club kedalam satu album yang diberi judul “Parade” yang dirilis pada 2011. Setelah Galileo Galilei bubar ada satu band yang siap untuk melanjutkan guitar pop ke dalam musik populer Jepang.

Mereka adalah Frederic.

Band yang terdiri dari Kenji Mihara, Kouji Mihara, dan Ryuuji Akagashira mengejutkan media sosial berkat lagu mereka “Odd Loop” yang diputar sebanyak 14 juta kali di YouTube, sebuah prestasi mengingat kala itu mereka baru mengeluarkan dua mini album dan baru melakukan debut bersama label mayor. Kunci kesuksesan dari “Odd Loop” dapat didengar dari petikan gitarnya yang langsung mengingatkan akan Two Door Cinema Club, Vampire Weekend dan Foals dalam waktu bersamaan. Mereka membalut itu semua dengan nuansa musik yang dancy  dengan video klip yang menampilkan perempuan imut demi menjaring penonton global.

Setelah menunggu dua tahun mereka akhirnya berani merilis album pertama mereka setelah terus-terusan merilis mini album selama dua tahun. Album yang berjudul “Frederhythm” ini menampilkan beberapa lagu yang sempat muncul di mini albumnya seperti “Odd Loop”, “Hello Goodbye”, “Owarase Night”, dan debut single mereka “Only Wonder”.Seperti judulnya Frederic memainkan musik yang berkiblat kepada guitar pop dengan sentuhan indie pop, dance rock, new wave dan funk yang mempunyai dance rhythm.

Pendengar diajak bergoyang sepanjang 15 lagu yang mereka hadirkan dan sudah dimulai dari “Only Wonder” yang mempunyai pola mirip Two Door Cinema Club dengan permainan gitar yang jangly dengan tone dance-pop yang kental. “Rererepeat” adalah ketika Vampire Weekend, Hot Hot Heat, Foals, dan Phoenix bersatu dalam satu ruangan. Sensasi dance-rock terus mereka masukkan dalam lagu ini.

“Replica Paprica”, “CYNICALTURE”, dan “Ongaku to iu Namae no Fuku” bermain di ranah acid jazz dan city pop dengan suntikan gitar funk rock. Mereka bermain dengan kata “replica” dan “paprica” yang mempunyai akhiran yang sama dan menambah nilai unik dari lagu ini. Frederic bermain lebih progresif dalam “KITAKU BEATS” yang terinspirasi dari band new wave revivalist seperti Sakanaction dan Fujifabric dan mengambil beberapa porsi dari musik Talking Heads. “Service Nervous” memainkan musik ala karnaval sedangkan “Supika no Sumika” memadukan folk rock dengan altenative rock yang jangly. Rock n roll cepat dicoba dalam “Basil no Utage”.

“Night Step” dengan mantap memainkan esensi pop rock 80’an lengkap dengan efek synth yang membuat lagu ini autentik. “Poolside Dog” dibaluti dengan balutan trip hop dan downtempo. “Fushidara Flamingo” memasukkan unsur latin dengan flamingo beat. “Owarase Night” memainkan sisi lembut indie rock dengan sisi kelenturan indie pop dengan injeksi new wave. Trek “Hello Goodbye” membawakan sisi fun dari genre post-punk revival.

Judul yang lucu dengan lirik catchy menjadi kuncian mereka untuk membuat pendengarnya terhibur. Frederic juga selalu mengulang-ngulang kata di lagu ini dan memainkan berbagai macam pun, strategi ini berhasil membuat pendengarnya stuck dengan lagu-lagu yang ada karena terus menerus diulang-ulang dengan nada yang hampir sama.

Mereka memasukkan funk dan new wave sebagai bentuk penyesuaian mereka dengan musik jaman sekarang yang sedang digandrungi kembali. Frederic juga mengabdikan musiknya kepada new wave dan acid jazz untuk membuat musiknya lentur dan berenergi.

Adiktif dan beritme membuat siapapun tidak tahan ingin bergoyang bersama ritme yang diberikan Frederic. Frederic mampu membuat musik guitar pop hidup kembali dan mengembalikan esensi indie pop Jepang yang selama ini hilang ke ranah mainstream. Lima belas lagu yang ada di album Frederic adalah sebuah persembahan terbaik untuk telinga dan kakimu karena berisi lagu-lagu yang enak dan tidak ribet serta mampu membuat kaki bergoyang secara tidak sadar.

8/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. Only Wonder「オンリーワンダー」
  2. Rererepeat「リリリピート」
  3. Replica Paprica「レプリカパプリカ」
  4. KITAKU BEATS
  5. Service Nervous 「サービスナーバス」
  6. Supika no Sumika「スピカの住み処」
  7. Basil no Utage「バジルの宴」
  8. Night Step「ナイトステップ」
  9. POOLSIDE DOG
  10. Odd Loop 「オドループ」
  11. CYNICALTURE
  12. Fushidara Flamingo「ふしだらフラミンゴ」
  13. Ongaku to iu Namae no Fuku「音楽という名前の服」
  14. Owarase Night「オワラセナイト」
  15. Hello Goodbye「ハローグッバイ」

Like Fanpage RE:PSYCHO pada tautan ini

 

Leave a Reply