porter-x-madeon

SINGLE REVIEW : PORTER ROBINSON & MADEON – SHELTER & SHELTER THE ANIMATION

porter-madeon-shelter

PORTER ROBINSON & MADEON
SHELTER
POPCULTUR/COLUMBIA/SONY, 2016
Genre: Electropop, EDM, Nu-Disco, House

 shelter-poster
SHELTER THE ANIMATION
A-1 PICTURES, 2016
Genre: Music, Sci-Fi, Drama

Porter Robinson dan Madeon sudah tidak diragukan lagi dalam skena EDM saat ini, mereka menjadi wajah baru skena EDM saat ini di tengah kebosanan akan musik EDM yang selalu mengagungkan bassline dan menuhankan drop yang maksimal untuk membuat orang semakin liar. Melalui debut albumnya “Worlds” dan “Adventure” mereka membuat musik EDM terlihat lebih humanis dengan memasukkan indie pop, new wave, synthpop, dan electropop. Mereka juga memasukkan berbagai macam kultur pop di dalam estetika lagunya terutama Porter Robinson yang sangat menyukai anime dan Madeon yang menyukai sci-fi.

Kedua nama yang paling panas dalam pop culture dan pembuka jalur nu-EDM ini berkolaborasi dan menimbulkan antusiasme dari fans masing-masing karena kedua musisi ini mempunyai tema dan jalur musik yang tidak jauh berbeda. Kolaborasi antara dua young guns ini menghadirkan nomor EDM yang masih berkiblat kepada sisi humanis dari sebuah mesin yang diberi judul “Shelter”.

“Shelter” adalah sebuah nomor house yang terinspirasi oleh beberapa karya electro-indie-pop ala Passion Pit dan M83. Vokal Madeon yang husky dimanipulasi sehingga menjadi lebih feminis dan melankolis. Beat lagu yang bermain di medium beat juga menggambarkan bahwa lagu ini berdiri di tengah-tengah antara kesedihan dan kebahagiaan. Melankolia yang muncul dalam lagu ini mengingatkan akan lagu “Sad Machine” milik Porter dan “Being” milik Madeon. Manipulasi backing vocal di lagu ini yang merupakan hasil perpaduan antara “Sad Machine” dan “Sea of Voice” juga menambah nilai pop dan unik dari Shelter.

Lirik lagu ini juga menguatkan kedua hal tersebut dimana sang penulis lagu sudah mempersiapkan sebuah shelter untuk seseorang yang disayanginya dan menjadi sebuah peninggalan ketika dirinya sudah tiada. Shelter tersebut bisa bermakna banyak mungkin bisa sebuah rumah, sebuah tempat di hati, sebuah tempat peristirahatan atau bahkan sebuah kapal luar angkasa.

Citra lagu semakin dikuatkan dengan video klip bergaya anime buatan A-1 Pictures berjudul “Shelter The Animation”. Shelter bercerita tentang seorang anak perempuan bernama Rin. Ia tinggal seorang diri dan selalu membuat dunianya sendiri dengan bantuan virtual reality untuk membuat dirinya senang. Perlahan ia mulai menyadari alasan hidupnya lewat kejadian di masa lalu yang membuat dia tahu kenapa dia ditinggalkan sendiri.

Video klip dari Shelter menjadi nilai tambah yang menaikkan lagunya. Film pendek dengan durasi enam menit ini membawa makna lagu Shelter ke titik sebenarnya, melalui video klipnya Shelter sebenarnya lagu dengan tingkat melankolia yang tinggi tetapi Porter & Madeon membuatnya se-upbeat mungkin agar masih diterima di skena EDM dan tidak terlihat tryhard untuk bermain di ranah balada.

Cerita dan konsep yang dibuat pada video klipnya juga mampu mengunggah dan memberikan tamparan yang keras kepada penontonnya akan bahaya polusi dan lingkungan planet bumi yang semakin memprihatinkan dari hari ke hari.

Gaya penceritaan pada videonya juga terlihat gamblang dan mampu menyampaikan makna lagunya secara sempurna sehingga membangkitkan air mata. Tema pada video dan lagu ini juga terdengar seperti prekuel dari “Sad Machine” dari album Porter Robinson “Worlds” (2014) dimana pada Shelter Rin mengetahui sejarah hidupnya dan pada “Sad Machine” ia dituntun untuk menempuh hidupnya yang baru dan mencoba melangkah maju.

Animasi yang fluid juga dengan mantap menggambarkan tema post-apocalypse yang menjadi sandaran untuk video klip ini bahkan beberapa scene terlihat sangat terpengaruh oleh Rebuild of Evangelion.

Mendengar Shelter sebelum dan setelah melihat video klipnya adalah sebuah sensasi yang berbeda dan mengharukan. On the surface, lagu ini mungkin berbicara tentang seseorang yang bisa dijadikan tempat berlabuh dari segala permasalahan dan konflik yang ada tetapi begitu melihat video klipnya lagu ini mempunyai makna yang lain dan jauh lebih besar tentang kesendirian, eskapisme, kesedihan dan kerinduan yang mendalam dengan balutan sci-fi yang kental.

Porter dan Madeon seolah membuat universe sendiri pada Shelter. Kolaborasi panas dari dua produser muda ini membuktikan bahwa lagu dan video klip adalah dua hal yang harus berkolerasi satu sama lain dan tidak dipisahkan. Makna dari sebuah video klip yang sedikit pudar di era sekarang dicoba dibangkitkan kembali oleh mereka sehingga mereka memanjakan penggemarnya dengan pengalaman audio dan visual. Mereka juga memadukan apa yang mereka suka ke dalam Shelter sehingga tidak ada yang dominan dalam lagu ini, semua terbagi rata dan dijalankan dengan porsi yang sesuai.

Dengan berbagai kelebihan tersebut tidak heran jika Shelter adalah kolaborasi terpanas pada tahun 2016 dan mereka membuktikan bahwa EDM masih punya segi humanis yang membuat pendengarnya bisa menitikkan air mata walau hanya setetes.

Like Fanpage RE:PSYCHO pada tautan ini

One thought on “SINGLE REVIEW : PORTER ROBINSON & MADEON – SHELTER & SHELTER THE ANIMATION

Leave a Reply