aimer-daydream

AIMER SANG MOTIVATOR HANDAL

Jakarta pada siang itu tidak terasa begitu terik, sedikit mendung. Cuaca seperti ini merupakan cuaca yang tepat bagi orang-orang yang ingin datang ke acara dan salah satunya Anime Festival Asia di PRJ Kemayoran.

Gelaran yang mendedikasikan kepada kultur pop Jepang terbesar se-Indonesia ini telah memasuki tahun kelimanya dengan berbagai titik naik turun layaknya sebuah rollercoaster yang bisa membuat pengendaranya berteriak karena menikmati euforia atau ungkapan berkeluh kesah karena merasa tidak terpuaskan dengan konten yang ada.

Entah mengapa semua yang hadir pada hari pertama seolah tidak memperdulikan bagaimana menurunnya event tersebut dari tahun lalu dan lebih sibuk membicarakan seorang penyanyi yang fenomenal di kalangan penikmat musik Jepang, ia adalah Aimer.

Penyanyi yang identik dengan kata misterius ini telah mencuri perhatian kalangan pecinta musik Jepang lewat lagu mellow dan suara dia yang sangat husky. Aimer seolah menjadi pelepas dahaga di dunia musik Jepang yang kehausan akan solois yang mampu membawakan lagu dengan tingkat emosional yang tinggi dan beresonansi dengan pendengarnya. Di tengah hingar bingar remaja di bawah umur memakai rok mini yang bernyanyi secara serempak ia mampu menjadi wajah baru musik Jepang kepada dunia sehingga Jepang tidak selalu identik dengan idol group.

Aimer juga mengusung tema anti-image pada setiap musiknya, ia selalu menyembunyikan dirinya dengan photoshoot yang selalu menutup rambutnya, sampul album yang terlihat gloomy dan dreamy dalam waktu bersamaan serta bermain dengan lightning yang seadanya.

Menjadi sebuah kabar yang mengejutkan untuk saya ketika mendapat kesempatan mewawancarai Aimer sebelum ia membuat penonton merinding dengan suaranya. Aimer selalu bermain dengan image misterius dan saya sempat berpikir sejenak dan berpikir “mana mungkin ia mau diwawancarai?”.

Setelah saya pikir berulang-ulang Aimer mungkin mau diwawancarai karena album terbarunya yang berjudul “Daydream”. “Daydream” adalah sebuah proses coming out bagi Aimer dimana dia mau untuk lebih terbuka kepada publik dan tidak ingin menjadi misterius untuk selamanya. Ia sudah bosan untuk terus hidup dibalik bayangan yang ia buat dan mencoba memecahkan image yang ia buat. Untuk itu ia memanggil banyak kolaborator untuk membangun image yang baru dan tak tanggung-tanggung ia memboyong Taka dari One OK Rock, Yojiro Noda dari Radwimps, TK From Ling Toshite Shigure dan Sukima Switch.

Tidak jauh dari venue Anime Festival Asia di PRJ Kemayoran saya langsung diberi tanda untuk mewawancarai Aimer dan langsung memasuki lobi sebuah hotel. Setelah dua puluh menit menunggu sesosok wanita kurus dengan kacamata bulatnya yang tebal memasuki ruangan beserta manager-nya. Sosok itu saya yakini adalah Aimer karena saya sudah melihat perawakannya dia ketika membuka identitasnya di acara Music Station.

Komando dari pihak AFA untuk memasuki ruangan wawancara sudah diberikan dan saya masuk ke ruangan kecil di bagian kanan lobi hotel. Pertama kali saya melihat Aimer saya langsung berucap ke teman saya sesama teman wartawan “wah ini anaknya hipster dan nyeni banget penampilannya”. Tidak salah, Aimer adalah sosok perempuan yang diidam-idamkan para kutu buku, pecinta musik anti-mainstream atau penonton film yang menjadikan “500 Days of Summer” dan “Eternal Sunshine of Spotless Mind” film romantis terbaik sepanjang masa. Perawakan Aimer dengan kacamatanya mengingatkan kita akan Lisa Loeb, Ingrid Michaelson dan Angela Aki dalam waktu bersamaan.

Tampang dan tampilannya yang manis dan hip dalam waktu bersamaan dibarengi juga dengan selera musik yang ia suka. Aimer sendiri menyukai banyak hal mulai dari penyanyi nyentrik seperti Bjork dan Sia sampai hentakan soul dari Jamiroquai serta Stevie Wonder. Dengan selera musik seperti itu lelaki artsy mana yang tidak jatuh cinta kepadanya.

Tidak salah jika Aimer memilih citra misterius dalam setiap albumnya karena ia sendiri adalah seorang introvert yang mempunyai suara yang kecil ketika diwawancarai. Sebuah paduan yang sesuai dengan perawakannya dan menambah nilai loveable darinya.

Aimer juga menunjukkan kapabilitasnya sebagai seorang singer-songwriter dan berbeda dengan pengisi acara AFAID yang saya juga wawancarai. Aimer selalu berbicara tentang tiga komponen untuk membuat musik yang emosional yaitu konsep, emosi dan waktu. Solois yang sangat mengagumi Spitz ini memang belum bisa sepopuler Spitz yang sudah menjual 40 juta kopi album di Jepang tapi siapa tahu ia bisa seperti mereka suatu saat nanti.

news_header_aimer_art201605

Aimer menganggap album adalah sebuah state of mind, sebuah pemikiran dan guncangan emosi yang ia alami saat itu dan itu terbukti dari “Sleepless Night” yang berisi kumpulan lagu tenang dan mellow lalu “Midnight Sun” yang banyak nomor cepat melambangkan jalan-jalan di tengah malam dan “Dawn” berisi lagu yang tepat didengarkan pada waktu subuh dimana pergantian antara malam dan pagi terjadi.

“Daydream untuk saya ingin keluar dari zona nyaman saya sekaligus ingin menghancurkan image saya sendiri. Saya juga menggunakan momen ini untuk mengetahui batas suara saya sejauh mana”. Ungkapan Aimer terasa seperti seorang motivator yang terus menekankan kata “keluar dari zona nyaman” dan “push the limit”, memang kata-kata seperti ini terdengar seperti sebuah omong kosong apalagi di era yang serba instan tapi dibalik perkataan tersebut Aimer ingin pendengarnya melihat dia dari sisi yang berbeda dan menunjukkan bahwa ia akan melakukan hal terbaik untuk penggemar dan untuk dirinya sendiri.

Bagi Aimer album Daydream adalah titik balik dan waktu bermain baginya. Ia memainkan musik yang lebih berwarna pada album barunya dan bermain dengan semua jenis musik yang belum ia mainkan sebelumnya layaknya anak kecil yang dilepas untuk bermain di taman bermain tanpa pengawasan orang tua. Bebas Lepas.  

“Saya ingin orang-orang mendengar suara saya seutuhnya bukan dari tampang saya hal itulah yang membuat saya terlihat misterius. Tetapi pas tahun lalu saya sadar bahwa saya tidak bisa terjebak dalam kegelapan selamanya dan ingin menyambut sinar terang, untuk itu saya memutuskan untuk melepas image misterius tersebut dan lebih terbuka demi keluar dari kegelapan tersebut.” kata-kata tersebut mungkin terdengar begitu fiksi tetapi itulah yang disampaikan Aimer. Ia ingin menuju ke tempat baru yang ia belum pernah lalui sebelumnya, ia rela menurunkan idealismenya dan mengikuti perintah orang demi mencari sensasi yang baru di dalam hingar bingar industri pop.

Dan hasilnya album Daydream berhasil duduk di posisi kedua di Jepang dan keenam di dunia dan menjadi album terlaris Aimer selama ia merintis karirnya.

Mendengar cerita Aimer pada ruangan itu seperti mendengar seseorang yang sedang memotivasi orang lain tanpa mempunyai tendensi atau niat mengumpulkan uang yang banyak. Ia tidak perlu kata-kata indah atau mengunggah untuk membuat pendengarnya takjub dalam Daydream, ia hanya ingin memotivasi pendengarnya untuk keluar dari zona nyaman dan menghancurkan sesuatu untuk membuat semuanya indah entah. Pengorbanan yang ia lakukan pada album keempatnya berhasil membuat Aimer bertransformasi menjadi penyanyi sesungguhnya dan mendapat sanjungan yang lebih karena berhasil coming out.

Di era dimana para motivator dianggap scam artist ia memberikan motivasi tanpa harus terdengar gegabah, persuasif dan menjebak. Jika Aimer tidak bernyanyi, mungkin ia akan keliling dunia sebagai guru spiritual yang mengajarkan bahwa “hidup adalah perjuangan dan pengorbanan untuk mencapai cahaya yang indah, terang dan tidak menyilaukan”. Mewawancarai Aimer adalah salah satu pengalaman batin yang baru untuk saya.

Terinspirasi dari “Wawancara Aimer di AFAID 2015” di Creativedisc.com

Like Fanpage RE:PSYCHO pada tautan ini.

One thought on “AIMER SANG MOTIVATOR HANDAL

  1. Hai, salam kenal luthfi. 🙂 Kebetulan karena kagum juga dengan Aimer, saya minta izin mengundang luthfi ke fan forum untuk Aimer. Targetnya sih untuk fans internasional, tempat bisa berbagi berita, info, lirik, dll semuanya tentang Aimer. Kalau berkenan, semoga bisa diskusi lebih banyak lagi di forum ya (link di nama saya). Terima kasih sebelumnya, semoga terus semangat mendengarkan Aimer! 🙂

    P.S.: “Daydream” keren banget sih menurutku. Jujur awalnya kurang sreg, tapi setelah didengarkan berulang kali mulai klik sama lagu2nya. What a diverse album. She really changed her image with the album. I can’t say it’s a huge success, but A for effort.

Leave a Reply