ALBUM REVIEW: ONEREPUBLIC – OH MY MY

onerepublic_-_oh_my_my

ONEREPUBLIC
OH MY MY
INTERSCOPE, 2016
Genre: Pop, Pop Rock, Electropop, New Wave

Tidak dapat dipungkiri bahwa Ryan Tedder adalah salah satu pencipta lagu paling populer di abad ke-21. Dari tangan dinginnya ia berhasil membuat lagu hits untuk Adele, Kelly Clarkson, Beyonce, Leona Lewis, Taylor Swift, Ariana Grande dan masih banyak lagi. Kunci keberhasilan lagu yang dibuat oleh Tedder adalah ia memadukan sound organic dengan tren musik yang tengah naik saat ini sehingga terdengar ritmis tanpa harus kehilangan unsur kekinian yang merupakan bagian vital dalam skena pop.

Tedder mampu membuat musik hibrida karena dia juga menjabat sebagai vokalis dari sebuah band bernama OneRepublic. Lewat OneRepublic ia mengeksplor kemampuan musiknya dengan berbagai macam instrumen lainnya seperti gitar, drum dan bas sehingga output dari band ini selalu menghadirkan lagu-lagu yang sangat pop namun bisa menjadi sangat hidup ketika dibawakan secara live.

Selama perjalanan karir mereka selama empat belas tahun, mereka sudah mengeluarkan tiga album yang masing-masing menghadirkan hits seperti “Dreaming Out Loud” dengan “Apologize” dan “Stop and Stare”, “Waking Up” dengan “Good Life”, serta “Native” dengan “Counting Stars”. Mereka kembali mengeluarkan album berjudul “Oh My My” yang ingin mencoba lebih electro/new wave dengan menjaga sisi organik dari instrumen yang dimainkan.

Mendengar intro “Future Looks Good” terasa seperti mendengar intro lagu System Of A Down “Chop Suey” hanya perbedaannya “Future Looks Good” memainkan pop optimistis yang shiny. Kolaborasi dengan punggawa french disco dari Perancis bernama Cassius dalam “Oh My My” terasa sangat Daft Punk di era “Homework” dengan potongan bassline yang terdengar sangat eurodisco.

“Dream” dan “Born” bermain dengan sintesa soul dan new wave yang kuat terutama dari beberapa karya George Michael. “Choke” mencoba menambahkan unsur gospel dengan racikan pop soul dengan big chorus yang menjadi spesialisasi Tedder.

Kolaborasinya dengan penyanyi legendaris Peter Gabriel dalam “A.I.” yang terinspirasi dari film yang sama, “A.I.” mengembalikan kembali musik Peter Gabriel dalam album “So” dan “Us” dengan permainan synth yang bombastis untuk tetap relevan dengan musik pop sekarang dan ditutup dengan unsur ambient dengan vokal spooky dari Gabriel. Sayangnya Peter Gabriel terlalu dominan dalam lagu ini sehingga menghasilkan Peter Gabriel Feat. OneRepublic bukan sebaliknya.

“Fingertips” bermain dalam musik downtempo, dinamika synthpop dengan ketukan modern ada di dalam “Human”. “Lift Me Up” bermain dengan groovy dan danceable tanpa harus terdengar elektrik.

“NbHD” dan “Wherever I Go” adalah lagu terbaik dalam album ini dan dimainkan secara back-to-back. “NbHD” yang menampilkan vokal dari Santigold menyatukan apa yang terbaik dari pop di era 90’an dimana hentakan beat yang mengunggah, vokal yang soulful dan musik yang terpengaruh oleh northern soul berpadu dalam satu harmoni. Ada pengaruh The Verve “Bitter Sweet Symphony” dan berbagai macam esensi britpop dalam lagu ini. “Wherever I Go”  mempunyai basis electropop dan new wave yang kental dan sangat modern dengan pattern yang menyerupai lagu EDM tetapi mereka membawakannya dalam format full band dan yang elektrik di lagu ini hanyalah ketukan drum machine pada bridge, sebuah perjuangan yang hebat untuk membuat lagu pop yang sesuai dengan standar sekarang tanpa harus berkiblat kepada komputer secara berlebihan.

“All These Things” terdengar ingin menjadi trippy dengan pengaruh musik synthpop yang dramatis seperti Depeche Mode dan OMD tetapi terasa hampa. Penutup album ini “Heaven” terasa sangat 80an dengan berbagai macam percobaan musik mereka dengan beberapa pakem afrobeat.

Beberapa lagu OneRepublic juga sangat disayangkan terlalu mengikuti band atau musik alternative yang populer saat ini sehingga originalitas mereka memudar di album keempatnya seperti “Kids” yang terdengar seperti rip-off lagu Imagine Dragons dan American Authors, “Better” yang sangat Twenty One Pilots, “Let’s Hurt Tonight” yang terasa terlalu folk kekinian seperti Mumford & Sons.

OneRepublic terasa semakin kabur dan tidak jelas dalam album keempat mereka. Mereka terlalu membenamkan diri pada musik pop masa kini dan masih tidak mempunyai identitas sendiri yang membedakan mereka dengan band lainnya padahal mereka sudah menginjak album keempat sehingga musik mereka harusnya semakin matang dan menjadi pembuat bukan pengikut.

Minimnya big chorus yang ada dalam album ini juga menjadi kekurangan yang besar, mungkin mereka ingin terlihat eksperimental dan ingin menguatkan diri pada unsur soul dan new wave pada album ini tetapi pengorbanan yang mereka lakukan begitu beresiko dengan hasil yang biasa saja dan tidak terhitung baru.

Masalah durasi juga menjadi sangat krusial, OneRepublic memberikan durasi yang terlalu panjang pada albumnya dengan 16 lagu dan terasa seperti filler dan cepat dilupakan karena tidak mempunyai keunikan tersendiri dan membuat telinga sedikit bosan.

Salah satu resiko dari berkecimpung dalam ranah pop adalah harus mengikuti tren musik di era sekarang meskipun sudah berusaha seunik mungkin dan OneRepublic menjadi korban dari skena pop sekarang lewat album keempatnya yang membuat kita mengucapkan “Oh My My” dalam nada yang miris.

4/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. Let’s Hurt Tonight
  2. Future Looks Good
  3. Oh My My (feat. Cassius)
  4. Kids
  5. Dreams
  6. Choke
  7. A.I. (feat. Peter Gabriel)
  8. Better
  9. Born
  10. Fingertips
  11. Human
  12. Lift Me Up
  13. NbHD (feat. Santigold)
  14. Wherever I Go
  15. All These Things
  16. Heaven

Like Fanpage RE:PSYCHO pada tautan ini

 

Leave a Reply