ANIME REVIEW: LOVE LIVE SUNSHINE

LOVE LIVE SUNSHINE
SUNRISE, 2016
Genre: Music, Idol, School, Drama, Slice of Life

vlcsnap-2016-10-14-15h25m25s23

Love Live adalah sebuah franchise yang luar biasa dalam dekade 2010an. Bersamaan dengan Idolm@ster seri ini mempelopori meledaknya idol 2D yang terjadi pada medio 2012 sampai sekarang.

Love Live berkali-kali membuat rekor dari segi penjualan entah itu dari merchandise, tiket konser, album atau DVD/Blu-Ray. Seri ini pernah mengalahkan Taylor Swift dalam chart dunia, menjadi produk Sunrise yang menguntungkan setelah Gundam, menjadi karakter anime pertama yang berhasil menjual lebih dari 100 ribu kopi CD dalam waktu beberapa hari, berhasil bolak balik masuk ke chart dunia lewat single mereka dan masih banyak lagi.

Seri ini juga bukan hanya terkenal dari segi penjualan tetapi juga dari segi popularitas mereka di internet. Sudah berapa banyak fanpage yang berisi kumpulan gambar dari sembilan member µ’s sampai page meme yang berisi gambar-gambar gak jelas yang membuat kita tertawa.

vlcsnap-2016-10-14-15h29m03s160

Selain berkat kepintaran tim marketing dan promosi dari Love Live (yang terdiri dari perusahaan ternama seperti Bandai Visual, Bushiroad, Lantis, ASCII Media Works, Sunrise) kunci sukses dari Love Live adalah mereka hadir ketika tren idol di Jepang sedang naik-naiknya serta mereka bisa memaksimalkan kepribadian dari sembilan karakter yang ada persis seperti konsep idol group yang sebenarnya menjual member mereka bukan dari segi musiknya.

Setelah manajemen Love Live memutuskan untuk mengistirahatkan nama µ’s untuk sementara (karena pasti lima tahun sekarang atau lebih cepat akan ada konser reuni demi merogoh kocek yang lebih dalam dari penggemarnya) mereka langsung membuat proyek idol baru yang berjudul “Love Live Sunshine” (LLS) ndengan nama grup Aqours. Faktor “Love Live Sunshine” dibuat juga ingin menyaingi Idolm@ster dengan sub-unit-nya “Cinderella Girls” yang menuai untung lebih dulu dari LLS.

LLS mengambil latar di daerah Numazu, Shizuoka dimana ada satu sekolah bernama Uranohoshi Girls’ Academy yang terletak di pinggir lautan. Sekolah ini direncanakan akan digabungkan dengan sekolah lainnya di Numazu akibat sepinya jumlah anak baru yang mendaftar. Terinspirasi dari Otonokizaka Girls’ Academy dan µ’s Chika Takami mengumpulkan teman-temannya untuk membuat school idol demi menyelamatkan sekolahnya dari ambang kepunahan dan mendirikan grup idol bernama Aqours.

vlcsnap-2016-10-14-15h19m23s206

Demi menyelamatkan sekolahnya mereka juga mengikuti ajang school idol  “Love Live” yang dimenangkan oleh µ’s untuk mempromosikan sekolah mereka. Tetapi jalan untuk memenangkan “Love Live” semakin sulit karena ajang tersebut sudah menaikkan standarnya akibat semakin populernya ajang ini ditambah dengan ekspektasi penonton yang semakin besar akan juara baru dari “Love Live”. Kesembilan gadis ini mencoba berbagai macam cara untuk memenangkan “Love Live” dan menyelamatkan sekolah mereka sambil mengikatkan diri satu sama lain.

Dari premis mungkin LLS akan terlihat klise dan mengulang formula yang sama seperti seri pendahulunya. Banyak momen dan adegan yang terang-terangan mengambil “Love Live” seperti jadwal latihan, berkumpul di kala senja, sekolah yang mau tutup dan school idol adalah satu-satunya cara untuk mempromosikan sekolah dan sebagainya.

Tetapi pembangunan dan pengembangan cerita LLS jauh lebih bagus ketimbang seniornya. “Love Live Sunshine” terlihat lebih serius dalam menguatkan tema musikal dan drama, built-up cerita dibangun secara perlahan tanpa perlu ada yang dipaksakan. Karena pembangunan cerita dan drama-nya dibangun dengan baik membuat titik klimaks drama-nya tidak terlihat nanggung dan sesuai takaran.

vlcsnap-2016-10-14-15h29m29s127

Cerita yang dibawakan LLS juga lebih fokus kepada drama dan slice of life yang padat sehingga filler cerita yang tidak penting terhitung sedikit. LLS juga tidak menitikberatkan kepada formula “cute girls doing cute things” atau “cute girls doing ganbarimasu thing” sehingga tidak terlihat monoton dan itu-itu saja. LLS juga mempunyai pace yang lebih baik daripada seniornya yang terlihat terlalu lurus-lurus saja tanpa ada klimaks yang berarti dan terkesan terlalu komedi.

Unsur drama musikal juga semakin kuat pada LLS dengan mengambil pengaruh mulai dari Grease, High School Musical sampai Glee. Episode terakhir yang menutup bab awal dari LLS juga dibawakan dengan mantap dan semakin menegaskan tema drama musikal yang diusung. Episode terakhir dari LLS juga mendefinisikan apa yang dimaksud dengan “klimaks yang baik”.

vlcsnap-2016-10-14-15h31m37s190

Karakter yang ada di LLS sebenarnya hampir sama dengan LL seperti Mari dengan Nozomi, Chika dengan Honoka, Ruby dengan Hanayo, Dia dan Kanan dengan Eli, dan Riko terlihat seperti Maki. Untungnya tidak semua karakter dibuat terlalu mirip dengan LL seperti Hanamaru dengan aksen “zura” yang menambah daya tarik dari cute girl, Yoshiko dengan chuunibyo dan Yuu dengan trait gadis polos.

Karakter dalam serial ini juga berkembang dengan baik dan yang paling terlihat adalah karakter Hanamaru dan Yuu. Sayang pengembangan karakter dari Dia terlihat sedikit dipaksakan dan rancu karena pada awal serial dia bersikap tegas dan galak tetapi setelah seri berjalan Dia terlihat chunnibyou sama seperti Yoshiko.

vlcsnap-2016-10-14-15h31m10s144

Toh, Love Live juga memang menitikberatkan kepada charm di masing-masing karakternya untuk menjual merchandise lebih banyak lagi sehingga wajar jika unsur cute girl dan berbagai macam tingkah polah anehnya untuk menguatkan kesan lucu. Animasi pada LLS juga dipoles dengan rapi dan gerakan dansanya tidak lagi terlihat kaku seperti serial sebelumnya.

Love Live Sunshine merupakan major upgrading dari Love Live dari segi apapun entah itu cerita, karakter, pace, animasi bahkan sampai drama-nya. Tim pembuat Love Live telah belajar dari seri sebelumnya dan berhasil memperbaiki apa yang kurang di seri sebelumnya lewat LLS. Love Live Sunshine juga lebih fokus dalam penceritaan dan pengambilan tema membuat seri ini merupakan sebuah seri yang solid untuk ukuran anime yang menitikberatkan kepada idol dan drama musikal bukan di kegiatan idol-nya.

vlcsnap-2016-10-14-15h30m12s110

Dengan cerita yang solid dan fondasi yang kokoh, bukan tak mungkin Love Live Sunshine bisa mengungguli seniornya dan seri ini bisa bersinar sendiri tanpa perlu embel-embel dari Love Live sama seperti tagline yang diagungkan Chika “Aku ingin bersinar bersamamu” dan slogan tersebut memang benar adanya.

vlcsnap-2016-10-14-15h20m56s158

8/10

Like Fanpage RE:PSYCHO pada tautan ini.

 

One thought on “ANIME REVIEW: LOVE LIVE SUNSHINE

Leave a Reply