ppap-youtube

SINGLE REVIEW: PIKOTARO – PEN PINEAPPLE APPLE PEN (PPAP)

PIKOTARO
PEN PINEAPPLE APPLE PEN (PPAP)
AVEX, 2016
Genre: Novelty Song, Comedy, Meme

Asia Timur selalu menjadi sorotan dunia terutama di bidang hiburannya seperti musik. Negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang selalu mengekspansi musik mereka ke luar daerah mereka dan selalu menimbulkan pertanyaan oleh penduduk dunia. Korea Selatan mengagetkan penduduk dunia dengan dandanan K-Pop mereka yang serba glamor dan tentunya “Gangnam Style” yang menjadi video yang paling banyak ditonton di YouTube. Jepang justru jauh lebih shocking dalam mengenalkan musiknya ke dunia luar seperti Babymetal dan Kyary Pamyu Pamyu yang sukses membuat orang-orang mengatakan “ini apaan sih?”.

Di tahun 2016 ini memang Jepang sedang melakukan ekspansi musik habis-habisan seperti Babymetal yang sangat dipuja-puja di Inggris lewat album kedua mereka dan Utada Hikaru yang secara tiba-tiba bisa menjadi jawara di Finlandia. Ekspansi tersebut belum berakhir karena mereka mempunyai satu amunisi yang membuat orang-orang akan berkata “dasar Jepang” dan langsung membeli tiket pesawat ke sana yaitu “PPAP” atau “Pen Pineapple Apple Pen”.

Layaknya virus yang menyebar dengan cepat lagu ini juga langsung menyebar di internet dalam waktu dua minggu. Tanpa hujan tanpa badai semua orang dengan serentak meniru gerakan dansa yang muncul pada video ini. Penyanyi yang ada di video ini “Pikotaro” juga bukan nama asli, ia adalah karakter yang dibuat oleh seorang komedian bernama Daimaou Kosaka. Dalam rentang waktu satu bulan video ini sudah ditonton sebanyak 42 juta kali dan menjadi video musik Jepang pertama yang paling banyak ditonton dalam satu bulan. Video “PPAP” juga pernah dibagikan oleh Justin Bieber dalam Twitter membuat unsur viral dari video ini semakin bertambah setiap harinya bahkan ada yang mengatakan bahwa PPAP adalah Gangnam Style berikutnya.

Tak mau melewatkan momentum pihak Avex langsung membuat lagu ini tersedia di iTunes, Spotify, Apple Music dan berbagai macam platform digital music lainnya demi mengeruk keuntungan dan hasilnya “PPAP” berhasil duduk di posisi empat pada Billboard Japan Hot 100.

Apa yang membuat lagu PPAP ini terkenal bukan karena durasi dan musiknya karena durasinya hanya sebentar dengan lirik yang terdiri dari tujuh kata (itu juga jika kata “ugh!” dihitung), musik yang ada dalam lagu ini juga terbilang ala kadarnya dengan beat yang terhitung sangat sangat standar.

Satu kekuatan lagu ini yang paling utama adalah ia terus mengulang-ngulang kata di lagu ini sampai selesai. Seperti yang kita tahu lagu yang paling kamu tidak suka pun jika diputar terus secara berulang-ulang maka suka tidak suka kamu akan menyanyikan lagu itu secara tidak sadar karena sudah masuk ke alam bawah sadar yang paling dalam. Durasi yang singkat juga membantu lagu ini untuk secara perlahan masuk ke alam bawah sadar karena ketika alam bawah sadar sudah sering mendengarkan lagu yang sama maka alam bawah sadar akan terpelatuk dan kamu akan terus mendendangkan lagu ini secara tidak sadar. Ingat alam bawah sadar yang bermain di sini sekali lagi a l a m b a w a h s a d a r.

Tanpa sadar ketika kamu membaca tulisan ini kamu sedang menikmati lagu “PPAP” karena alam bawah sadar kamu sudah berhasil digerakkan oleh Pikotaro maka wajar jika lagu ini merupakan lagu cuci otak dan merupakan konspirasi Jepang dalam mempersiapkan perang dunia ketiga agar semua orang menjadi pendukung Jepang serta konspirasi Freemason, Illuminasi, Wahyudi, Remason, Mijon beserta antek-anteknya dalam rangka mencuci otak warga dunia serta menjauhkan diri dari agama.

Terlepas dari teori cocoklogi seperti tadi “PPAP” merupakan salah satu ekspansi musik Jepang paling baru dan membuktikan bahwa Jepang tidak henti-hentinya membuat orang takjub sekaligus heran. Jalan untuk menjadi the next Gangnam Style mungkin masih lama untuk “PPAP” tetapi jika ini salah satu propaganda Jepang dalam hal musik maka Pikotaro dengan PPAP adalah pembawa pesan yang baik dan “ugh!”.

Like Fanpage RE:PSYCHO pada tautan ini.

Leave a Reply