ALBUM REVIEW: THE NOVEMBERS – HALLEUJAH

halleujah

THE NOVEMBERS
HALLELUJAH
MERZ, 2016
Genre: Shoegaze, Post-punk, Noise Rock, Indie Rock

THE NOVEMBERS adalah salah satu band yang mengokohkan imej mereka di kancah musik indie Jepang. Pertama dibentuk tahun 2002, band ini sempat bubar selama tiga tahun yang pada akhirnya kembali pada 2005. Keempat personilnya: Yusuke Kobayashi (voc), Kengo Matsumoto (gitar), Hirofumi Takamatsu (bass), Ryousuke Yoshiki (drum), merupakan band yang solid hingga saat ini, yang sejauh 11 tahun mereka berkarya, tidak ada personil yang digantikan atau hengkang dari THE NOVEMBERS. Selama berkarya, mereka telah merilis 6 album dan 5 EP. Karya terbaru mereka adalah Hallelujah yang dirilisi 21 September kemarin.

Style utama dari THE NOVEMBERS adalah mengoptimalkan penggunaan pedal distorsi pada instrumen gitar mereka secara ambient atau yang biasa disebut shoegaze. Implementasi shoegaze dalam THE NOVEMBERS bisa bermacam-macam. Tak jarang mereka memainkan noise rock ala NUMBER GIRL, atau di mana band ini memberi sentuhan post-punk layaknya The Cure ataupun menggunakan suasana lagu-lagu indie rock pada umumnya. Tatkala, THE NOVEMBERS senang bereksperimen suara mereka sendiri dengan menggabungkan unsur lagu-lagu J-Rock dengan sentuhan post-punk, hal yang persis dilakukan OGRE YOU ASSHOLE meski pada kawasan yang berbeda.

Hallelujah merupakan kado ulang tahun dari mereka untuk para fans-nya. Pada ulang tahunnya yang ke-11, band yang namanya diambil dari bulan ke-11 dalam tahun masehi ini mengeluarkan single-nya terlebih dahulu, Black Rainbow pada 21 Juli 2016, sebagai pembawa pesan akan hadirnya Hallelujah bulan September ke depan. Berbeda pada kedua album sebelumnya, yakni Zeitgeist dan Rhapsody in Beauty, yang kebanyakan mengangkat noise rock sebagai kerangka utama album mereka, di Hallelujah ini THE NOVEMBERS justru bereksperimen dengan warna suara yang lebih kalem, meski pada umumnya tetap mengusung kebisingan yang serupa. Penggunaan lagu post-punk seperti pada trek Wind benar-benar membawa nostalgia pada lagu-lagu serupa pada tahun 80-an seperti Boys Don’t Cry.

Album diawali dengan trek Hallelujah. Riff bernada half-step, diiringi dengan distorsi gitar, dan dentuman drum yang jarang menjadi pembuka yang mengundang pendengarnya ke dalam perjalanan THE NOVEMBERS. Pendengar lama THE NOVEMBERS akan merasa akrab dengan lagu ini, karena pada dasarnya warna suara utama mereka berpusat pada lagu seperti ini. Berlanjut ke Black Rainbow, single album ini, yang merupakan campuran dari hard rock dengan distorsi gitar yang berisik dan juga riff yang sedikit menyerupai lagu-lagu black metal pada bagian tertentunya. Jika suka trek seperti ini, ada baiknya mengunjungi Rhapsody of Beauty, yakni album mereka yang kelima.

1000 Years memiliki identitasnya sendiri. Gitar pengiring yang diberi sentuhan seperti tembakan-tembakan riff jaman surf-rock selama verse, dan chorus-nya yang penuh suara distorsi, dilanjutkan dengan bridge yang tak kalah agresifnya. Trek ketiga ini adalah yang salah satu terganas dari jajaran lagu di Hallelujah.

Pelan sejanak, kita dikenalkan pada sisi THE NOVEMBERS yang lebih kalem melalui Beautiful Fire. Satu lagu ini merupakan pengandaian apabila shoegaze menyentuh city pop. Chorus dari Beatiful Fire benar-benar menyentuh dan klimatik, dengan lonjakan nadanya yang kuat namun tetap menenangkan hati, membawa kesan city pop ke dalamnya. Presentasi tentang hal itu dilanjutkan pada trek What Little Love, yang terasa seperti lagu-lagu folk Jepang pada verse-nya namun dengan iringan gitar listrik yang mentah dan dilanjutkan pada chorus bernuansa band visual-kei seperti L’Arc~en~Ciel mengangkat trek ini secara keseluruhan dengan pesona dari wall of noise yang Yusuke dkk. usung. What Little Love adalah salah satu trek favorit saya, di mana THE NOVEMBERS memang mencoba beda dari lagu mereka kebanyakan di sini. Wind, seperti yang saya singgung sebelumnya, merupakan penjelmaan dari lagu post-punk ala The Cure. Trek diiringi oleh riff bernada jangle pop yang terasa nostagik, namun distorsi gitar (sudah berapa kali saya bilang kata “distorsi”?) ditambahkan pada lagu yang menambah kesan dreamy.

Even Time Ages membuka bagian baru dari album, di mana dibuka oleh nada agresif untuk kesekian kalinya. Terlihat bahwa gothic rock memberi pengaruh pada trek, yang dibuktikan oleh vokal yang terasa menghantui dengan iringan gitar yang angker namun tetap berenergi. !!!!!!!!!!! menaikkan tingkatan noise rock mereka, dengan gaduh distorsi yang tidak berhenti di sepanjang lagu sehingga terkesan seperti kumpulan nada statis yang penuh amarah.

Just Going Far membawa estafet album ini ke arah yang lebih tenang. Lagu ini akan terasa sangat cocok dengan penggemar band post-punk revival seperti DIIV atau Wild Nothings. Riff gitar dengan nada yang menarik juga mudah diingat dan dengan alunan synthesizer yang tenang mengiringi trek ini selama 5 menitan. Dua trek terakhir THE NOVEMBERS memberikan kesan yang kuat bagi para penggemar shoegaze murni seperti My Bloody Valentine atau Slowdive. Efek distorsi chorus dengan drum ketok pada I Want To Love You terasa bagai menyapu sembilan trek sebelum menuju lautan yang tenang, dan bukan dalam konteks yang buruk. Atmosfir yang kalem dan penuh riuh tenang mengingatkan akan suasana di album mbv. IKOUYO membawa ketenangan itu menjadi klimaks yang lebih seru lagi. Trek diisi oleh aransemen yang optimis dengan sentuhan terompet yang seakan-akan membuat kalian merasa terpuaskan bahwa telah menyelesaikan perjalanan yang dibuat oleh THE NOVEMBERS. IKOUYO juga mengusung genre shoegaze dalam treknya, sehingga kedua trek ini memang disusun sebagai penutup yang harapannya benar-benar berkesan bagi para pendengar, dan sejauh yang saya dengar, mereka memang berhasil dalam hal itu.

Hallelujah merupakan kado yang saya yakin terasa berharga bagi para fans setia, dan di sisi lain dapat menjadi pintu pembuka bagi para calon fans band shoegaze ini. Merupakan satu-satunya album dengan cover berwarna-warni di jajaran diskografi THE NOVEMBERS, Hallelujah menguatkan posisinya di antara dua hal: sebagai pembuka bagian baru bagi band ini atau hanya mampir sebentar ke tempat yang mereka belum sentuh sebelumnya. Apapun dari keduanya, Hallelujah adalah adalah album yang patut diapresiasi bagi para penggemar musik shoegaze.

8/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. Hallelujah
  2. Black rainbow
  3. 1000 Years
  4. Beautiful Fire
  5. What Little Love
  6. Wind
  7. Even Time Ages
  8. !!!!!!!!!!!
  9. Just Going Far
  10. I Want to Love You
  11. IKOUYO

Tulisan oleh Daniel Satrio

Like Fanpage RE:PSYCHO pada tautan ini

Leave a Reply