ALBUM REVIEW: CARLY RAE JEPSEN – EMOTION SIDE B

22-carly-rae-jepsen-w529-h529

CARLY RAE JEPSEN
EMOTION SIDE B
INTERSCOPE, 2016
Genre: Pop, Synthpop, New Wave, Disco, Funk

KOTAK FAKTA

Carly Rae Jepsen adalah penyanyi kelahiran Kanada pada tanggal 21 November 1985
Carly mengawali karirnya di dunia musik pada tahun 2007 ketika ia keluar sebagai juara ketiga pada “Canadian Idol”
Ia melejit lewat single “Call Me Maybe” pada tahun 2011 dan berhasil terjual sebanyak 18 juta kopi di seluruh dunia dan menjadi lagu dengan penjualan digital terbaik keempat sepanjang masa
Album keduanya yang berjudul “Emotion” sukses mendapat sambutan positif dari para kritikus musik di dunia dan meraih plakat Platinum di Jepang dengan penjualan lebih dari 250 ribu kopi
Single “I Really Like You” menjadi single musisi luar terpopuler di Jepang sepanjang tahun 2015

Pada tahun 2015 semua kritikus musik sepakat bahwa album kedua dari Carly Rae Jepsen “Emotion” adalah album pop terbaik 2015. Kekuatan dari album ini bukan pada kerumitan musik atau ketajaman lirik melainkan Carly jauh lebih lepas berkreasi dan berekspresi dalam naungan musik 80’an dengan lirik yang sesuai dengan tema musik yang ia bawa, suatu hal yang jarang dilakukan oleh musisi pop era sekarang yang selalu mengincar keuntungan dibalik EDM dan lirik yang glamor dan berbicara tentang seks.

Kepolosan yang ditawarkan pada “Emotion” tidak dipikirkan secara mudah, Carly mempunyai ambisi yang besar pada pengerjaan album keduanya dan menegaskan bahwa ia tidak terpengaruh dengan iklim chart dunia dan mencoba membuat musik dimana para kritikus akan suka dan untungnya semua pihak termasuk label dan executive producer Carly merestui hal ini. Hasilnya adalah 18 lagu yang menggambarkan percintaan anak muda mulai dari jatuh cinta sampai patah hati, kemandiriannya sebagai perempuan dalam menghadapi cinta dan kehidupan sampai sindrom bintang yang menimpa dirinya pasca perilisan “Call Me Maybe” yang membuat namanya melambung bagai roket. Carly pun tidak mengincar penjualan yang bombastis seperti penyanyi muda lainnya yaitu Taylor Swift sehingga musik yang ada di album keduanya terdengar pure dan menjadi sebuah penghargaan kepada skena musik pop 80’an yang menyandarkan dirinya kepada drum machine dan synthesizer.

Kebebesan berekspresi yang muncul pada “Emotion” masih dirasa kurang olehnya karena pada saat mengerjakan album keduanya ia mempunyai lebih dari 21 lagu yang siap ia masukkan ke “Emotion”, tapi apa daya ia hanya diberi jatah 17 lagu untuk dimasukkan ke dalam album keduanya. Sebagai bentuk pelampiasan dan rasa terima kasih atas sambutan “Emotion” yang luar biasa ia meluncurkan EP yang merupakan sisa-sisa dari “Emotion” dan diberi judul “Emotion Side B”.

Sama seperti “Emotion”, bagian B dari album ini juga masih mendedikasikan dirinya kepada kejayaan musik pop 80’an dan mengambil banyak sekali contoh dari penyanyi wanita di era tersebut seperti Olivia Newton-John, Irene Cara, Madonna, Cyndi Lauper dan Kylie Minogue. “First Time” membuka album dengan hentakan disco dengan slap bass yang sangat autentik. Lirik seperti “We won’t get sentimental, not tonight/I could meet you in the middle, we won’t fight” terdengar licin dan pintar untuk ukuran lagu perpisahan dengan seorang kekasih, ia tidak menangisi sebuah perpisahan malah merayakannya dengan gembira. Tema seperti ini juga muncul pada “Store” dimana Carly mengobati kesedihannya ditinggal sang kekasih dengan belanja sepuasnya di toko dengan suasana dan musik yang mendekati Cyndi Lauper pada album “She’s so Unusual”.

“The One” membawa kembali memori Olivia Newton-John dalam lagu “Physical” dengan dentuman synth dan ketukan yang rapat seakan lagu ini dibuat oleh Giorgio Moroder. “Higher” membawakan romansa synthpop dengan ketukan synth yang sangat 80’an dengan kolaborasi sound yang lebih kekinian. “Fever” dan “Body Language” bermain di ranah electropop modern tanpa melupakan instrumen manual untuk membuat lagu hidup. “Cry” adalah balada synthpop dalam spektrum musik yang lebih modern dan “Roses” yang terpengaruh dengan urban music dan alternative R&B.

Delapan lagu yang muncul dalam bagian kedua dari “Emotion” ini memang terlalu sayang untuk tidak dirilis karena materi yang ada mampu bersaing dengan “Emotion” dari segi kualitas. Carly terdengar sangat konsisten dalam musik pop 80’an yang ia usung sehingga mendengar “Emotion Side B” tak ubahnya mendengar album pop yang berkualitas. Carly masih mengalir dengan mulus dalam album ini, semua elemen electropop, new wave, dan synthpop dieksekusi dengan sangat baik dan impresif tanpa harus terlihat terlalu modern atau terlalu tua. Ia juga mampu memainkan lirik-lirik yang terdengar licin, lucu dan pintar tanpa harus terdengar kompleks atau berat sehingga nilai pop pada album ini benar-benar utuh dari awal sampai akhir. “Emotion” dan “Emotion Side B” semakin membuktikan bahwa Carly adalah solois wanita yang mempunyai visi yang luas akan musik pop dan tetap konsisten dengan jalur yang ia tempuh tanpa harus membuat skandal, menceritakan pengalaman di ranjang, menggoyang bokongnya ataupun memikirkan banyaknya angka penjualan.

8/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. First Time
  2. Higher
  3. The One
  4. Fever
  5. Body Language
  6. Cry
  7. Store
  8. Roses

Like Fanpage RE:PSYCHO pada tautan ini

Leave a Reply