banner-lutfi-01

ALBUM REVIEW: CRAFTUNER – LUMINACE

album-ketiga-craftuner-2

crafTUNER
LUMINACE
SELF RELEASED, 2016
Genre: Vocaloid, Electropop, Pop, Pop Rock, Synthpop

Kultur dari doujin ongaku atau doujin music yang mengedepankan semangat independensi telah merebak ke seluruh dunia. Pergerakan musik yang awalnya lahir di Jepang ini menyebar ke penjuru dunia berkat keleluasan internet dan berbagai fandom terkenalnya yaitu Touhou dan Vocaloid.

Vocaloid sendiri menjadi salah satu garda terdepan dalam perkembangan doujin ongaku di luar Jepang. Banyak video lagu dengan menggunakan vokal dari perangkat lunak Vocaloid menjadi sensasi di internet dan yang paling populer tentu saja “Zenbonsakura” yang berhasil meraih 100 juta viewers di YouTube.

Persebaran kultur ini juga merambah ke Indonesia dan salah satu nama yang paling populer di skena Vocaloid Indonesia adalah crafTUNER. crafTUNER adalah perkumpulan artis, komposer, ilustrator, web designer, sampai fotografer. Grup lingkar kreatif ini juga berisi komposer terkenal seperti aoWAVE, Farhan, idoyklik, Mixtrelle, PG2125, Vamaera, Vesuvia dan juga komposer yang melejit di dunia Jejepangan saat ini yaitu REDSHIFT.

Memperingati tiga tahun crafTUNER mereka kembali merilis album kompilasi ketiganya yang diberi nama “LUMINACE” setelah sebelumnya mereka merilis “Re:Tuned” dan “Azuressence” yang menuai sambutan positif di sosial media.

Album “LUMINACE” terdengat berbeda dengan karya mereka sebelumnya karena mereka mempunyai visi pop yang besar. Hal ini mereka lakukan agar musik mereka bisa sampai ke telinga yang lebih luas lagi dan tidak membatasi dirinya dengan genre Vocaloid saja, sebagai buktinya mereka mengajak dua penyanyi utaite seperti Friday dan Rachie.

Lagu seperti “Rocket Heart” yang dibuat oleh Vamaera menunjukkan bahwa mereka tidak takut untuk menjadi pop. Musik electropop yang catchy dengan vokal gulali dari Friday terbukti ampuh untuk membuat pendengar mendengarkan lagu ini secara berkali-kali, sound yang dipakai oleh Yasutaka Nakata dalam membuat track electropop yang mematikan untuk Perfume dan Meg muncul di lagu ini. “Skytears” yang dibuat oleh Redshift membuka kembali kenangan synthpop 80’an dan musik pop 90’an yang dipengaruhi oleh R&B dan chillout. Nuansa Pet Shop Boys dalam album “Elysium” terasa sepanjang lagu hanya saja akan lebih baik jika mereka memainkan lagu ini dengan vokal beneran bukan vokal robotik. Lagu ini juga menjadi langkah yang besar untuk komposer ini karena mereka sebelumnya sering membuat lagu cepat dengan tensi yang tinggi.

Dua karya farhan, satu karya aoWAVE dan satu karya Mixtrelle mewakili sisi eksperimental yang menyenangkan dalam album ini. “KRiSTALiZED” bermain rapi dengan memasukkan sound electro ala Towa Tei dan Shinichi Osawa sebelum disambung dengan vokal dan orkestrasi yang terdengar experimental namun juga terdengar nyaman di kuping dalam waktu bersamaan. Nuansa dreampop dan electro yang digaungkan oleh M83 pada album “Hurry Up, We’re Dreaming” dimasukkan untuk menambah kualitas lagu. “Nasuta Keeki wa Suki Da Yo!” dipengaruhi oleh gerakan indie-EDM seperti Porter Robinson, Madeon, Passion Pit dan Daft Punk. Beat electropop yang bercampur dengan percikan nu-disco dan shibuya-kei membuat lagu ini cukup spesial dan standout. “Noir et blanc” bermain lincah tanpa beban dengan desiran synth dan keyboard yang asyik dan seolah menjawab lagu “Nasuta Keeki” buatan farhan. “Nefirim” mengawinkan musik chiptune dan vokal Hatsune Miku yang saling menyahut satu sama lain sehingga menghasilkan kolaborasi yang pas.

Tidak semua lagu berjalan mulus dalam album ini, beberapa lagu seperti “Mukanjou no Graph” yang dikerjakan oleh Vesuvia dan farhan dengan bantuan vokal dari Rachie terdengar sangat Garnidelia dan terlalu Jepang, sementara itu “Once Upon a Judgement Days” yang dibuat oleh idoyklik terasa seperti lagu buatan Hiroyuki Sawano versi symphonic rock.  “Broken Record Player” buatan PG2125 terdengar sedikit usang karena memasukkan unsur brostep yang terhitung outdated dan sedikit tertebak polanya, untungnya ia mengakali itu dengan memasukkan vokal robotik Megurine Luka.

Hampir semua materi di album ini terdengar berbeda dari album sebelumnya dan menunjukkan pendewasaan musik dari masing-masing komposer.  Mereka juga ingin mencoba untuk bereksperimen dalam album ini namun dalam koridor electropop.

Pada album ketiganya, crafTUNER seolah ingin keluar dari jalur Vocaloid dan ingin musiknya diterima oleh seluruh lapisan masyarakat bukan hanya penggemar Vocaloid ataupun penyuka hal yang berbau Jepang di Indonesia. Terbukti dari sembilan lagu yang muncul hanya ada empat lagu yang menggunakan vokal robotik dari Vocaloid sebagai vokal utamanya. “LUMINACE” menjadi sebuah bukti bahwa mereka sudah siap untuk keluar dari zona nyamannya dalam skena musik doujin ongaku dan hasilnya menyenangkan dan berani. Semoga crafTUNER mampu bermain lebih dari ini di karya berikutnya.

7/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. farhan – ~ intro ~ KRiSTALiZE
  2. farhan x Vesuvia ft Rachie – Mukanjou no Graph
  3. idoyklik – Once Upon a Judgement Day
  4. PG2125 – Broken Record Player
  5. Mixtrelle – Nefirim
  6. farhan – Nasuta Keeki wa Suki Da Yo!
  7. Vamaera x Friday – Rocket Heart
  8. aoWAVE – ~ outro ~ Noir et Blanc
  9. REDSHiFT – Skytears (Bonus Track)

Like Fanpage RE:PSYCHO pada tautan ini

Like Fanpage crafTUNER pada tautan ini

Leave a Reply