Macross Delta episode3 cosplay costumes

ALBUM REVIEW: WALKURE – WALKURE ATTACK

Walkure_-_Walkure_Attack

WALKURE
WALKURE ATTACK
FLYINGDOG, 2016
Genre: Idol, Anisong, J-Pop, Jazz Rock, Funk, Disco

Fenomena idol sudah tidak dapat dielakkan lagi. Musik yang mengandalkan alunan nada yang gembira ditambah dengan vokal wanita yang bernyanyi berjamaah sudah menjadi wajah musik Jepang dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Setelah Idolm@ster muncul dan berhasil menyelamatkan labelnya yaitu Nippon Columbia dari kebangkrutan 2D idol atau idol dalam bentuk animasi langsung menjadi fenomena tersendiri di belantika musik Jepang. Seri 2D idol mulai bermunculan seperti Love Live, Aikatsu, Wake Up Girls! dan lain sebagainya. Lagu-lagu dari 2D idol langsung merangsek ke 20 besar di Jepang dan beberapa albumnya telah terjual lebih dari 2 juta keping jika diakumulasikan.

Demam 2D idol ini juga menular ke salah satu serial mecha terpopuler sepanjang masa yang memang mengintegrasikan lagu ke dalam setiap adegannya yaitu Macross. Macross yang terkenal dengan konsep space opera nya juga tidak mau ketinggalan dengan konsep 2D idol dan dibentuklah grup fiksi bernama Walkure yang diisi oleh JUNNA, Minori Suzuki, Kiyono Yasuno, Nao Touyama dan Nozomi Nishida.

Mereka lebih dahulu populer di kalangan pecinta anime berkat “Ikenai Borderline”, sebuah anisong yang sesuai dengan kondisi pop sekarang yaitu sexy saxophone riff serta beat dance-pop dengan susupan four-to-the-floor yang manja. Wajar jika biusan dari “Ikenai Borderline” mampu meracuni setiap orang yang mendengarkan baik itu pecinta anisong maupun yang tidak.

Momentum Ikenai Borderline terus dijaga sampai akhirnya Macross Delta dan Walkure menjadi salah satu anime dan grup 2D idol terpopuler dalam kurun waktu pertengahan 2016. Album perdana dari Walkure yaitu “Walkure Attack” berhasil menjadi jawara di Billboard Japan Album Chart dan berhasil membawa pulang sertifikasi Gold karena berhasil terjual lebih dari 100 ribu kopi.

Kunci sukses dari “Walkure Attack” bukan terletak pada kepopuleran Macross Delta dan “Ikenai Borderline” saja. Banyak lagu yang dieksekusi dengan baik dalam album ini dan mengaburkan batas antara anisong dan lagu idol group yang generik dan repetitif seperti pada “Neo Stream” yang dibuat dengan pola orkestra megah di awal lalu disambung ke aransemen jazz rock ala Gesu no Kiwami Otome, “Giraffe Blues” yang mengembalikan musik 90’s R&B/soul dengan kualitas vokal yang luwes serta “Fukakutesei☆COSMIC MOVEMENT” yang menyatukan fusi dari funk dan disco ditambah dengan arsiran percussion yang padat membuat album ini sedikit berbeda dari album 2D idol yang beredar di pasaran dan menaikkan kualitas album.

”JIRITIKKU♡BEGINNER” mengambil formula dari lagu Love Live dengan keimutan dari new wave, “Koi! Halation THE WAR” adalah supercell dalam kemasan orkestra. Pengaruh eurobeat dan 90’s house dimasukkan dalam “Axia ~Daisuki de Daikirai~”, “Walkure Attack” ingin mencoba bermain seperti Babymetal dengan hasil yang lebih baik karena bantuan orkestra.

Beberapa track di album ini masih terdengar sangat anisong dan sedikit menurunkan tempo album karena beberapa beat nya terlalu loncat atau diselipi skit yang tidak penting seperti “Ichidodake no Koinara” dan “Bokura no Sensou” yang seharusnya masuk ke album fripSide dengan segala beat techno yang sangat anime, “Run ga Pikatto Hikattara” mempunyai potensial untuk dikatakan bagus apalagi lagu ini dengan sangat gamblang mengambil hook dari lagu funk legendaris dari Earth, Wind and Fire “September” dan mendedikasikan dirinya dengan beat new wave/disco yang mantap dan pasti, namun sayang pembawaan vokal dan kata-kata seperti “Run pika beam” membuat lagu ini terdengar seperti “Koi Suru Fortune Cookies” milik AKB48 versi anisong dan “Ikenai Borderline album version” yang terdengar kurang menggigit karena vokal yang tidak setajam pada versi aslinya dan terasa sangat anime.

Hal yang patut diacungi jempol dalam album pertama Walkure ini adalah mereka tidak terlihat mengikuti trend musik idol secara keseluruhan dan masih mempertahankan beberapa rasa lagu Macross yang terkenal dengan komposisi orkestra yang megah. Kualitas vokal dari beberapa personil mampu membawa lagu ini ke level yang lebih tinggi meski memang ada beberapa yang terdengar terlalu moe dan kawaii. Pola lagu yang kebanyakan mengambil warna funk, disco dan jazz merupakan pilihan yang tepat untuk mengikuti arus musik populer saat ini.

Hanya saja album ini tidak sepenuhnya berhasil dalam membawakan suasana megah dan berbeda dari 2D idol. Beberapa lagu masih terdengar sangat anime dan kurang bisa memenuhi hasrat pendengar kasual untuk menyukai album ini sehingga mampu menjadi jembatan antara pendengar anisong, idol dan musik biasa.

Usaha yang dilakukan Walkure pada album debutnya memang belum sepenuhnya maksimal namun dengan materi yang matang dan terkonsep, album ini terdengar standout dan berhasil menyerang telinga pendengarnya dengan good music jika dibandingkan dengan musik idol lainnya yang mengandalkan gimmick dengan performa musik yang pas-pasan.

7/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. Koi! Halation THE WAR ~Without Freyja~ (恋! ハレイション THE WAR~without Freyja~)
  2. Ichido Dake no Koinara (一度だけの恋なら)
  3. Jiritikku Beginner (ジリティック♡BEGINNER)
  4. Fukakutesei COSMIC MOVEMENT (不確定性☆COSMIC MOVEMENT)
  5. Bokura no Sensou (僕らの戦場)
  6. NEO STREAM
  7. AXIA ~Daisuki de Daikirai~ (AXIA~ダイスキでダイキライ~)
  8. GIRAFFE BLUES
  9. Walkure Attack!
  10. Ikenai Borderline ~Album Version~ (いけないボーダーライン~album version~)
  11. Run ga Pikatto Hikattara ~Album Version~ (ルンがピカッと光ったら~album version~)
  12. Koi! Halation THE WAR ~Album Version~ (恋! ハレイション THE WAR~album version~)

One thought on “ALBUM REVIEW: WALKURE – WALKURE ATTACK

  1. Satu hal yang cukup disayangkan (setidaknya, oleh aku sendiri) adalah kebanyakan soundtrack dari Macross Delta tidak dapat memberikan sesuatu yang “wah” seperti yang dilakukan oleh Nakajima Megumi dan May’n di Macross Frontier. Giraffe Blues, meski temponya cukup pelan dan enak, terasa kurang greget ketika disandingkan dengan Hoshikira (Nakajima Megumi). Lagu kompilasi semacam Nyan Nyan Service Medley juga tidak dibuat (atau memang lagu-lagunya tidak memungkinkan untuk dibuat versi semacam ini). Meski lagunya terkesan lebih bervariasi, akan tetapi berasa mediocore juga.

    Tentu saja aku tidak berniat untuk berkata bahwa musik-musik di Walkure Attack (dan Walkure Trap, yang juga sudah keluar) itu buruk. Hanya saja, karena aku sendiri sangat menyukai lagu-lagu dari Macross Frontier (dan “impact”nya berasa), lagu-lagu di Macross Delta terasa kurang greget. Ikenai Borderline memang agak meracun, Giraffe Blues OK aja, Love Halation juga OK, AXIA awal-awalnya berasa kayak reff-nya Requiem Blue (maaf, ini lagu doujin touhou), tapi sisanya ya, nothing special.

    Dan satu lagi, kelihatannya di Macross Delta belum ada lagu yang sangat “stellarly iconic” (?) sekelas Ai Oboete Imasuka (nothing to say tentang lagu ini, karena versinya Mari Iijima ada, versinya Nakajima Megumi ada, dan versinya Walkure pun ada).

Leave a Reply