y7pR3aocVlWBuFnUWDe7NfMcuheI9gdBC4062kbehOKngHioxnKjE5OJwsghbpY8

ALBUM REVIEW: OKAZAKI TAIIKU – BASIN TECHNO

岡崎体育 - BASIN TECHNO

OKAZAKI TAIIKU
BASIN TECHNO
SONY, 2016
Genre: Pop, Electropop, Comedy, Techno

Sudah banyak musisi yang mendapat kepopuleran bahkan mengais rejeki di situs penyedia video online YouTube. Dengan pesatnya pemakai internet dari tahun ke tahun, YouTube sudah bukan hanya tempat menaruh video tetapi sudah menjadi rumah para penyanyi sebelum mereka dikontrak dan masuk ke industri rekaman yang lebih besar daripada YouTube. Bagi perusahaan rekaman dan manajemen artis YouTube sudah menjadi sebuah akuarium dimana ikannya adalah artis-artis yang selalu mengunggah karyanya di sana mulai dari musik yang serius sampai musik yang lucu.

Satu musisi di Jepang  yang mempunyai nama panggung Okazaki Taiiku adalah salah satu artis yang mendapat kepopulerannya melalui YouTube. Ia dan tim dari Sony Music membuat citra Okazaki terlebih dahulu melalui video musik yang ia unggah ke YouTube. Tiga dari empat video yang ia unggah di YouTube berisi lagu yang memarodikan kehidupan keluarga, video musik bahkan sampai menyindir kehidupan band dalam kemasan yang kocak.

Hasil dari strategi ini membuahkan viewers sebanyak 8 juta dari keempat video musiknya dengan lagu “Music Video” yang berhasil ditonton sebanyak 5 juta kali dalam waktu 2 bulan sebuah prestasi tersendiri bagi musisi pendatang baru dari Jepang. Citra lucu dari video musik Okazaki ditambah dengan penampilannya yang tambun sehingga menambah kesan bahwa sebenarnya ia adalah komedian bukan musisi.

Tetapi dari lubuk hati musisi yang mempunyai nama asli Akitoshi Oka ini memang ingin membuat musik daripada membuat lagu lucu-lucuan dan dia merilis album pertamanya yang berjudul “Basin Techno” sebagai pertanda bahwa ia ingin diakui sebagai musisi bukan komedian dengan memilih jalur musik techno dan electro persis seperti idolanya yaitu Takkyu Ishino dari Denki Groove.

Dari penamaan judul album saja Okazaki masih ingin membuat pendengarnya tersenyum. “Basin Techno” dipilih sebagai judul karena mempunyai makna ganda yang pertama adalah dia mengambil kata “Basin” yang bermakna lubuk laut dan “Basin” yang bisa dibaca menjadi “Based in” yang mempunyai berdasarkan sehingga maknanya menjadi “Berdasarkan Techno” karena memang musik techno/electro mengambil peran banyak dalam membentuk album ini.

Lagu pembuka dari “Basin Techno” yaitu “Explain” bermain dengan musik drum n bass dan dubstep yang cepat seolah mendengar track Egoist pada era “Namae no Nai Kaibutsu” dan terdengar sedikit awkward. Meskipun dari segi musik lagu ini terdengar medioker tapi dari segi lirik Okazaki cukup bisa membuat pendengarnya tersenyum karena lirik lagunya sebenarnya menjelaskan tentang lagu ini.

Lagu yang viral di YouTube “Music Video” memarodikan sambil meledek stereotip video musik (terutama di Jepang) dengan beat techno/electropop yang sangat catchy sehingga tidak heran jika lagu ini menjadi viral hit karena berhasil secara audio dan visual. “Music Video” juga mampu menjadi radio hit di Jepang meski lagunya akan terasa tidak lengkap tanpa melihat video klipnya karena mempunyai beat yang adiktif.

Dalam “Kazoku Kousei” ia menunjukkan kepintarannya dalam membuat lagu. Bukan karena ia bisa membuat lagu yang rumit tapi dia bisa membuat lagu yang mempunyai beat yang asyik dengan hanya mengulang kata yang berhubungan dengan keluarga seperti “chichi” (ayah), “haha” (ibu), “ani” (kakak laki-laki), “ore” (saya) , “imouto” (adik perempuan), “musuko” (anak laki-laki), “musume” (anak perempuan) dan  “yome” (istri). Ia memborbardir pendengarnya dengan kickdrum yang terus mendominasi lagu.

Pada “FRIENDS” dia memainkan dua peran dalam satu lagu sebagai teman bayangan dan Okazaki sendiri. Awalnya memang lagu ini terasa seperti lagu anak-anak apalagi didukung dengan beat chiptune pop yang menjadi fondasi lagu, tetapi begitu masuk pertengahan mereka langsung meledek kehidupan anak band dengan berkelakar bahwa kalau sudah di band keuntungan akan dibagi tidak seperti solois yang keuntungannya dinikmati sendiri. Sebuah sindiran terhadap Okazaki yang sudah keluar masuk band sebelum memutuskan bersolo karir. “Voice of Heart” yang bercerita tentang seseorang yang sedang jatuh cinta dibuat dengan nada electro/indie pop dengan spoken word di endingnya seolah hati Okazaki yang sedang berbicara.

Setelah “Outbreak” selesai Okazaki menyimpan dua lagu yang dia anggap sebagai lagu seriusnya seperti “Spetsnaz” dan “Eclair”. Lagu “serius” Okazaki ternyata tidak sebanding dengan lagu lucunya seperti “Spetsnaz” yang terlalu memakai auto-tune dan musik yang terlalu biasa meskipun pengucapan bahasa Inggris yang ia ucapkan cukup bagus (Okazaki menyukai pelajaran bahasa Inggris sewaktu dia sekolah) dan “Eclair” yang terdengar flat dari segi musik dan vokal Okazaki meski tema lagu ini cukup dalam.

Permasalahan yang juga muncul pada beberapa lagu di album ini adalah ada beberapa bagian lagu yang tidak akan dimengerti jika tidak menonton musik videonya (contoh: pada video “Kazoku Kousei” ia menyebut “yome” (istri) untuk figur Asuka dari Evangelion sekaligus menyindir sebutan “waifu” yang populer di kalangan otaku) sehingga membuat Okazaki baru sadar akan visual belum sadar secara musikalitas.

Pada album debutnya Okazaki Taiiku baru menunjukkan kapabilitasnya sebagai pembuat beat techno/electro yang apik tetapi tidak ribet. Simpel dan catchy menjadi senjata Okazaki untuk membuat pendengarnya tetap bertahan dengan album ini meski terkadang tidak mengerti letak lucunya jika hanya mendengar audionya saja. Lewat “Basin Techno” Okazaki baru serius untuk membuat image dan video tapi belum siap untuk membuat lagu sendiri yang bisa dinikmati tanpa melihat videonya.

6/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. Explain
  2. Music Video
  3. Kazoku Kousei (家族構成)
  4. FRIENDS
  5. Voice of Heart
  6. Outbreak
  7. Spetsnaz (スペツナズ)
  8. Eclair (エクレア)

Leave a Reply