ANIME REVIEW: KOUTETSUJOU NO KABANERI (KABANERI THE IRON FORTRESS)

KOUTETSUJOU NO KABANERI (KABANERI THE IRON FORTRESS)
WIT STUDIO, 2016
Genre: Action, Thriller, Horror, Superpower

vlcsnap-2016-07-03-00h11m53s184

Pada tahun 2013 lonjakan penggemar anime meningkat drastis berkat satu serial buatan Wit Studio bernama “Attack on Titan” atau “Shingeki no Kyojin”. Dalam sekejap semua cosplayer menjadi semua karakter yang ada dalam serial tersebut dan semua orang tiba-tiba memakai baju/jaket berlogo dua sayap di belakangnya sambil berteriak “Tatakae” atau menyanyikan lagu “Guren no Yumiya” sekencang-kencangnya ketika ada acara berbau Jejepangan. Secara tiba-tiba juga semua orang memimpikan untuk membuat “3D Manouvres Gear” yang ada dalam Titan menjadi nyata. Semua kepopuleran ini tentunya menghasilkan untung yang tidak sedikit dan hasilnya Shingeki no Kyojin adalah salah satu serial yang paling menguntungkan dari segi penjualan merchandise setidaknya dalam satu dekade terakhir ini.

vlcsnap-2016-07-03-00h14m25s244

Tentunya ketika penjualan menguntungkan dan popularitas meroket pasar akan terus meminta anime dengan tema bahkan cerita yang serupa, maka dari itu Wit Studio menunda Attack on Titan musim kedua dan memberikan “Owari no Seraph” yang hampir sama dengan premis Titan, ada sebuah malapetaka besar yang melibatkan pertarungan monster dan manusia dan jagoan kita yang mempunyai masa lalu yang kelam dengan monster tersebut ingin membalaskan dendamnya dengan mengikuti pasukan yang melawan monster tersebut diiringi musik yang megah dan pastoral. Hasil akhirnya “Owari no Seraph” meraup keuntungan yang banyak dan berhasil membuat fandom baru terutama di lingkungan fujoshi.

vlcsnap-2016-07-03-00h16m51s174

Wit Studio kembali harus memikirkan cara untuk mendapat untung lebih banyak agar bisnis animasi mereka terus berjalan dan cara yang mereka tempuh adalah cara yang sama seperti serial di atas, dilandasi atas keinginan untuk mendapatkan fast money dan fast popularity mereka kembali membuat serial yang bertema sama berjudul “Koutetsujou no Kabaneri” atau “Kabaneri the Iron Fortress” atau disingkat “Kabaneri”.

Wajar jika pada episode pertama semua orang langsung tertarik melanjutkan Kabaneri karena sebenarnya Kabaneri adalah “Attack on Titan” (AoT) dengan latar steampunk ditambah dengan masa feodal dari Jepang yang menjadi pengandaian bagaimana jika revolusi industri terjadi di Jepang bukan di Inggris.

Koutetsujou-no-Kabaneri-image-454
TATAKAE!!!!!!!!

Kabaneri dan AoT mempunyai berbagai persamaan seperti:

  • Cerita yang mengambil latar dimana dunia diserang wabah monster yang mereka tidak bisa taklukkan dan umat manusia yang tersisa harus berjuang untuk melawan monster tersebut.
  • Monster yang jauh lebih kuat dan terkadang jauh lebih pintar daripada manusia.
  • Membentuk pasukan khusus yang digunakan untuk melawan monster tersebut.
  • Senjata pembunuh monster yang sama-sama terbuat dari uap.
  • Karakter utama yang awalnya penakut teringat kembali akan keluarganya yang dibunuh oleh monster tersebut dan membalaskan dendamnya dengan cara membasmi monster tersebut.
  • Karakter utama mempunyai kekuatan super yang dapat membantu untuk melawan monster dan kekuatanya sama dengan kekuatan monster tersebut.
  • Karakter perempuan yang ternyata jauh lebih jago daripada karakter utama.
  • Karakter perempuan tersebut juga mempunyai rahasia yang kelam.
  • Muncul beberapa orang yang beranggapan bahwa kekuatan monster yang karakter utama punya dapat membahayakan manusia yang masih bertahan.
  • “Apakah kamu manusia atau Titan?” dengan “Apakah kamu manusia atau Kabane?”
  • Teman karakter utama yang selalu mendukung dan menjadi pemicu untuk pengembangan karakter utama.
  • Satu pengkhianat yang juga mempunyai kekuatan super.
  • Semua staff yang dipakai untuk mengerjakan Kabaneri hampir sama dengan Attack on Titan mulai dari sutradara, penulis naskah, pengarah suara, pengarah warna sampai ke tetek bengeknya.
  • Hiroyuki Sawano sebagai penanggung jawab musik.
  • Lagu pembuka hampir sama dengan “Guren no Yumiya”
  • Dan lain sebagainya yang mungkin tertinggal.

Persamaan di atas mungkin akan membuat penonton berpikir bahwa Kabaneri = Attack on Titan versi 2016. Tetapi Kabaneri mempunyai keburukan yang jauh melebihi Attack on Titan meskipun sebenarnya kedua serial ini sama-sama biasa saja.

vlcsnap-2016-07-03-00h14m44s151

Kabaneri melakukan banyak sekali blunder dan blunder tersebut sudah mulai dirasakan dari banyaknya episode yang diambil untuk serial ini. Serial ini berada di bawah jam tayang Noitamina dimana jumlah episode anime yang akan tayang di jam ini sudah dapat diprediksi lewat situsnya dan Kabaneri hanya diberikan 1 cour atau 12 episode dengan cerita seperti AoT yang mempunyai 24 episode dan tidak ada tanda-tanda untuk musim kedua sampai tahun depan seperti “Owari no Seraph”. Dengan format 12 episode tentunya jangan berharap bahwa serial ini dapat menjadi “The Walking Dead” atau “Attack on Titan” berikutnya.

vlcsnap-2016-07-03-00h16m04s181

Kondisi ini diperparah tatkala mengetahui bahwa Kabaneri adalah serial orisinil bukan adaptasi sehingga jika serialnya selesai maka cerita juga selesai berbeda dengan adaptasi manga yang lanjutan ceritanya bisa dilihat di komiknya. Dua hal tersebut saja sudah cukup untuk membuat Kabaneri adalah proyek yang sebenarnya sengaja dibuat untuk meraup keuntungan para penggemar anime hanya saja kali ini mereka meraup keuntungannya bukan dengan cara yang elegan malah terlihat seperti pengemis di pinggir jalan.

Cerita dari Kabaneri dibuat oleh Ichiro Okouchi dan Tetsuro Araki yang dulunya pernah membuat serial yang sibuk menggegerkan dunia anime karena berhasil dipuja dan dicela dalam tenggang waktu 22 episode yaitu “Guilty Crown”. Plot dari Kabaneri terasa tidak jauh dari Guilty Crown namun kali ini jauh lebih hancur karena hanya mengandalkan 12 episode. Semua terasa dipercepat layaknya kereta yang dipakai dalam serial ini yang selalu bergerak cepat untuk menghindari serangan monster yang terlihat seperti zombie tetapi lebih pintar di beberapa waktu tanpa ada penjelasan yang konkrit dari mana zombie tersebut mendapatkan kepintarannya.

vlcsnap-2016-07-03-00h12m52s67

Kesalahan fatal berikutnya dalam serial ini terletak pada monster atau zombie yang disebut kabane. Percayalah sepanjang 12 episode anime ini tidak pernah memberikan sepatah dua patah kata tentang bagaimana kabane bisa muncul atau minimal asal muasal epidemik kabane ini bisa terjadi. Kita tidak akan pernah tahu apakah kabane adalah sebuah virus yang dikembangkan oleh organisasi tertentu atau mereka adalah korban eksperimen biologis atau alasan lain yang dirasa masuk akal untuk menjawab rasa ingin tahu tentang asal usul kabane.

vlcsnap-2016-07-03-00h18m30s137

Seiring cerita berjalan kabane tiba-tiba menjadi sesosok monster yang sakti mandraguna. Penulis serial ini seolah memasukkan semuanya yang keren tentang monster tersebut untuk memancing plot twist atau sekedar mengagetkan penonton tetapi malah terkesan membodoh-bodohi penonton karena tidak didukung dengan alasan yang masuk akal atau setidaknya menjelaskan bagaimana monster tersebut mendapat kekuatannya, semua terjadi serba mendadak.

vlcsnap-2016-07-03-00h18m24s36

Kekuatan dari kabaneri atau manusia setengah kabane juga tidak dijelaskan secara gamblang yang kita tahu sesosok kabaneri adalah sosok yang mempunyai kekuatan setara dengan superhero seperti insting yang tajam, kecepatan dan ketahanan tubuh yang melebihi manusia normal sampai mempunyai kekuatan ultrasonik dari teriakannya yang dapat menghancurkan berbagai macam objek. Di permukaan hal ini memang terlihat keren atau bahkan badass tetapi percuma mempunyai kekerenan seperti itu jika tidak diiringi latar belakang kabane.

vlcsnap-2016-07-03-00h17m54s20

Bukan hanya cerita tentang kabane yang tidak diberi tahu sampai akhir episode Kabaneri juga mempunyai plot hole dimana-mana. Banyak pertanyaan mendasar yang muncul ketika cerita berjalan tidak dijelaskan secara jelas dan hanya menampilkan bagaimana imutnya Mumei atau betapa kekarnya Yukina agar memancing demografik penonton kaum adam. Penggunaan plot armor pada serial ini sangat terlihat dari Ikoma yang terus mendapatkan kekuatan super dengan senjata yang super juga.

Serial ini juga menggunakan banyak spekulasi di sana sini tetapi spekulasi tersebut bukan spekulasi yang cerdas layaknya Neon Genesis Evangelion dengan semua teori psikologis dan religiusnya. Spekulasi dalam Kabaneri terkesan dipaksakan dan terlihat ngawur karena tidak didukung dari logisnya cerita.

2f21bcddc4046a58a5f24752a767c756f6b219c2
MMMMMMM

Tidak ada karakter yang unik ataupun berbeda dalam Kabaneri. Ikoma si karakter utama dapat kita temui di berbagai serial shonen manapun karena sebenarnya dia adalah campuran dari Eren (Attack on Titan) dan Shu (Guilty Crown), Mumei yang sejatinya menjadi penengah cerita terlihat seperti bocah 12 tahun yang terlihat edgy atau bahkan bipolar. Kadang-kadang dia bisa menjadi sangat baik, sangat sinis, sangat kasar, sangat lembut dalam satu waktu sehingga membingungkan penonton. Hanya tuan putri Ayame yang setidaknya lebih baik dari kedua karakter tersebut hanya saja pengembangan karakternya dibuat terlalu cepat demi memenuhi kuota 12 episode.

Biba, sang penghancur cerita
Biba, sang penghancur cerita

Ada satu karakter antagonis yang bisa dinobatkan sebagai salah satu karakter antagonis terburuk sepanjang masa yang bernama Biba yang kerjaannya hanya membunuh orang dengan tujuan dan motif yang tidak jelas. Biba diperlihatkan bukan sebagai karakter antagonis yang harus diwaspadai tetapi terlihat seperti bocah yang baper karena keinginannya tidak dipenuhi dan dia menunjukkan rasa baper tersebut dengan membunuh semua orang di tempat yang ia singgahi. Karena karakter ini semua cerita mendadak berantakan dan tidak terarah, semuanya terfokus dengan Biba dan menanggalkan semua plot demi satu orang. Sebuah plot development yang sangat salah. Karakter antagonis di Kabaneri terlihat tidak berguna dan merusak cerita yang awalnya sudah kuat dengan rasa survivalism tanpa ada embel-embel konspirasi atau politis.

Setelah dirusak oleh satu orang karakter antagonis cerita bukan kunjung membaik tetapi semakin parah dan puncak keparahan tersebut makin terlihat di ending yang setengah hati dan terlihat ingin cepat-cepat selesai agar bisa menghitung keuntungan yang didapat dari serial ini. Menonton ending Kabaneri tidak ubahnya seperti menonton ending Guilty Crown dan film 2012 dalam waktu bersamaan. Momen yang harusnya bisa menjadi titik balik Kabaneri dibuat seadanya dan terlihat tidak niat dari segi cerita.

vlcsnap-2016-07-03-00h14m54s0

Setidaknya animasi dari serial ini bagus dan cukup untuk membuat mata terpuaskan karena visualisasi yang ada. Kabaneri juga pintar memancing penonton untuk penasaran akan episode berikutnya karena thriller yang mereka sisipkan di penutup cerita meskipun pada akhirnya ceritanya tidak sesuai dengan ekspektasi yang telah dibangun ketika menonton episode pertamanya.

Melihat Kabaneri terasa melihat Attack on Titan, Guilty Crown, Owari no Seraph bahkan 2012 dalam satu waktu bersamaan dan tentunya contoh di atas bukanlah contoh yang baik untuk membuat suatu serial. Kabaneri terlihat seperti kereta yang berjalan terlalu cepat tanpa melihat adanya orang yang menunggu kereta tersebut di stasiun, palang pintu dan papan peringatan yang penting asal tabrak agar terlihat keren dengan mengikuti taktik yang sama seperti karya mereka sebelumnya.

vlcsnap-2016-07-03-00h18m52s97

Lomba mengarang cerita pendek di Jepang yang diadakan Bungaku Free Market dan Shousetsuka ni Narou sudah memberikan lampu merah untuk para pengarang yang ingin menggunakan tema fantasi sambil “terjebak di dunia lain” atau “hidup kembali di dunia lain” karena sudah banyak cerita seperti itu dan mereka juga sudah jenuh dengan cerita yang itu –itu saja (contoh: Sword Art Online, GATE, No Game No Life, Outbreak Company dll.). Hal ini juga menunjukkan bahwa pasar mungkin sudah lelah dengan jenis cerita seperti ini. Mudah-mudahan dengan adanya Kabaneri mereka juga lelah akan cerita tentang seorang pemuda laki-laki yang berjuang melawan monster dengan berbagai macam kekuatan supernya seperti Attack on Titan atau Owari no Seraph.

vlcsnap-2016-07-03-00h16m44s68

3/10

Leave a Reply