kiznaiver header

ANIME REVIEW: KIZNAIVER

KIZNAIVER
TRIGGER, 2016
Genre: Drama, Psychological, Sci-Fi

_Soulreaperzone.com__Kiznaiver_-_01_HD_HS.mkv_snapshot_16.47_[2016.07.01_11.16.24]

Ada yang mengatakan jika kita sama-sama berbagi kesusahan atau kesakitan dengan orang lain dapat memunculkan ikatan kesatuan dengan orang tersebut karena merasakan penderitaan dan nasib yang sama. Contoh pernyataan ini dapat dilihat ke kehidupan sehari-hari dimana ketika ada suatu kelompok orang yang tertindas maka mereka akan berusaha sekuat mungkin untuk lepas dari penindasan tersebut dengan bersatu.

Hal ini juga turut diamini oleh Ryosuke Inagaki yang menjadi produser dari anme ini dan menambahkan jika di era modern hubungan dunia maya jauh lebih penting daripada hubungan manusia secara langsung. Kedua pernyataan tersebut menjadi landasan untuk serial terbaru Studio Trigger berjudul “Kiznaiver”. Judul dari serial ini juga semakin memantapkan landasan tersebut degan menggabungkan kata “kizu” (傷, luka) dan “kizuna” (絆, ikatan).

_Soulreaperzone.com__Kiznaiver_-_02_SD_HS.mkv_snapshot_06.11_[2016.07.01_11.19.18]

Studio Trigger yang terkenal berkat anime dengan animasi bergaya cepat dengan cerita action yang dapat menimbulkan decak kagum penonton mencoba untuk menantang dirinya sendiri dalam membuat serial berjenis drama yang menjadi mesin utama dari Kiznaiver. Karena Trigger sudah terbiasa membuat serial action yang kurang bisa mengharu biru penontonnya mereka bekerjasama dengan penulis skenario yang sudah banyak menelurkan serial drama yaitu Mari Okada (Ano Hana, Kokosabe, Mayoiga, Nagi no Asukara, Gundam Iron Blooded Orphans) . Bersamaan dengan Mayoiga yang juga dirilis dalam musim yang bersamaan, Okada mencoba mengeksplor apa yang dimaksud dengan “luka batin” dengan pendekatan yang berbeda di tiap serialnya (Mayoiga mempunyai 30 orang, Kiznaiver 8 orang).

Serial ini memulai segalanya dari sebuah kota bernama Sugomori. Sugomori adalah sebuah kota yang sengaja dibuat untuk suatu eksperimen besar-besaran bernama “Kizna System”. “Kizna System” dibuat agar perdamaian dunia bisa terjadi dengan membagi rasa sakit dan penderitaan. Semua yang terhubung dengan sistem ini diberi nama “Kiznaivers”. Jika ada seorang Kiznaiver merasakan rasa sakit entah itu dari fisik dan batin maka rasa sakit itu akan dirasakan juga oleh sesama pengguna Kiznaiver.

[Soulreaperzone.com]_Kiznaiver_-_06_SD_HS.mkv_snapshot_04.43_[2016.07.01_11.24.12]

Cerita difokuskan kepada delapan karakter dimana ketujuh orang tersebut adalah Kiznaivers yang dipilih berdasarkan kepribadian mereka yang merepresentasikan 7 dosa pokok dalam versi kehidupan remaja modern (Katsuhira si cuek mewakili kemalasan, Tenga si preman mewakili kemarahan, Honoka si tinggi hati mewakili kesombongan, Chidori si selalu benar mewakili iri hati, Nico si eksentrik mewakili kerakusan, Yuta si playboy mewakili ketamakan dan Hisomu si masochist mewakili hawa nafsu).  Ketujuh orang tersebut diawasi oleh seseorang yang misterius bernama Noriko Sonozaki yang akan terus mengawasi gerak-gerik mereka dan memberi misi demi menyempurnakan Kizna System.

_Soulreaperzone.com__Kiznaiver_-_05_SD_HS.mkv_snapshot_17.14_[2016.07.01_11.23.14]

Jika berbicara soal landasan berpikir Kiznaiver sudah mempunyai fondasi yang kuat untuk menggambarkan hubungan antar manusia dimana manusia membutuhkan manusia lain untuk bekerja sama mencapai suatu tujuan entah itu tujuannya dari kelompok itu sendiri atau dipaksakan oleh orang lain dengan maksud tertentu, hal ini dapat dilihat dari Kiznaivers yang sebelumnya tidak mengenal satu sama lain dengan kepribadian yang berbeda harus menjalani hidup bersama sampai batas waktu tertentu untuk melepaskan belenggu dari Kizna System.

[Soulreaperzone.com]_Kiznaiver_-_06_SD_HS.mkv_snapshot_04.27_[2016.07.01_11.24.27]

Kiznaiver juga dengan gamblang menggambarkan bagaimana sebuah keakraban bisa terjadi karena mereka merasakan penderitaan yang sama dengan berbagi rasa sakit yang dialami sampai berujung ke tingkat yang lebih ekstrim. Serial ini juga sedikit menyentil eksperimen yang seolah menghalalkan segala cara hanya untuk maksud tertentu yang terdengar terlalu obsesif dan tidak mungkin bisa terwujud.

vlcsnap-2016-06-28-12h59m16s131

Semua visi dan pemikiran tersebut hanya bertahan di beberapa episode terutama di episode awal. Okada dan Kobayashi sebagai sutradara terlalu banyak memberikan konsep dan eksperimen sosial di awal cerita sehingga mereka lupa bahwa sebenarnya Kiznaiver adalah anime berjenis drama. Ketika masuk ke pertengahan cerita sampai twist penonton malah diberi drama cinta remaja yang terdengar klise dan seolah meruntuhkan konsep cerita yang jelas.

Drama yang muncul dalam Kiznaiver seolah dadakan dan ditambah demi memancing rasa empati penonton muda yang suka akan cerita tipe seperti ini. Kemunculan drama yang dadakan ini menimbulkan apa yang disebut force drama atau drama yang dipaksakan.

_Soulreaperzone.com__Kiznaiver_-_02_SD_HS.mkv_snapshot_19.25_[2016.07.01_11.21.20]

Okada memakai anak SMA sebagai latar karakter serial ini. Karena Okada mengambil latar SMA maka cerita tentang kelabilan masa remaja menjadi pokok penting dalam cerita. Kiznaiver menggambarkan bagaimana emosi remaja yang sedang mengalami masa labil sehingga sesuai dengan maksud Kizna System yang mencari kestabilan antara “rasa sakit” dan “ikatan”. Tetapi pemilihan latar anak SMA membuat serial ini bermain di jalur aman karena Okada mengambil semua stereotip cerita anak SMA yang sudah banyak dipakai mulai dari lelucon, pola pikir, cara pandang sampai ke kehidupan sehari-hari yang terasa sekali kehidupan SMA. Padahal jika Okada mau menambah lingkup cerita dan mau sedikit bermain eksperimental dengan menambahkan lingkungan masyarakat di sekitarnya serial ini akan berbicara lebih banyak.

_Soulreaperzone.com__Kiznaiver_-_01_HD_HS.mkv_snapshot_17.25_[2016.07.01_11.07.06]

Karakter yang menjadi poin vital dalam serial ini sudah berbicara banyak di awal dengan pengenalan konsep tujuh dosa pokok sebagai pengenalan awal terhadap masing-masing karakter, karakter yang unik tentunya menjadi daya tarik dari anime ini (apalagi Tenga dan Nico yang mirip dengan Kamina dari Gurren Lagann dan Mako dari Kill La Kill), tetapi konsep awal tersebut hanya bagus di perkenalan karakter saja.

Pengembangan karakter dari serial ini sendiri berjalan biasa-biasa saja dan hanya beberapa karakter yang mendapat backstory, untungnya pemilihan karakter yang mendapat backstory tepat sehingga dapat menaikkan tensi dari Kiznaiver.

Soal animasi, Studio Trigger memang terkenal dengan segala detial dan keunikannya. Animasi yang ada dalam Kiznaiver benar-benar eye catchy dengan pemilihan warna dan tone yang pas. Gerak animasi yang cepat serta nyeleneh ala Trigger muncul di beberapa bagian dan membangun suasana yang menyenangkan sekaligus dapat membuat penontonnya terus bertahan melihat Kiznaiver.

Segala keunikan yang ada dalam Trigger kurang bisa dimaksimalkan oleh Okada selaku pembuat cerita dan menjadikan Kiznaiver jatuh ke titik medioker. Kiznaiver bisa masuk ke titik ini karena Okada kurang bisa mengolah cerita drama dengan baik. Kiznaiver terlalu memampatkan dirinya dalam pemikiran sana sini sambil lupa melihat gambar besar yang harusnya mereka lihat dan pelajari untuk membuat serial ini lebih baik.

Sebenarnya jika dilihat visi Okada dalam mengerjakan Kiznaiver adalah ingin membuat ulang Ano Hana tetapi dengan versi yang lebih dekat dengan psikologi manusia tetapi untuk mengulang kesuksesan tentu bukanlah hal yang mudah apalagi jika bermain dengan ruang lingkup cerita anak muda yang sudah dipakai terus dalam dunia anime. Melihat keseluruhan anime ini Kiznaiver layak disetarakan dengan Kizna Sytem itu sendiri, terobsesi untuk membuat sesuatu yang tidak mungkin dengan sistem yang belum sempurna dan galat di sana-sini.

 vlcsnap-2016-06-28-05h10m20s26

vlcsnap-2016-06-28-05h10m31s250 vlcsnap-2016-06-28-05h09m53s217

6/10

Resensi tentang BOOM BOOM SATELLITES – LAY YOUR HANDS ON ME yang menjadi lagu pembuka “Kiznaiver” dapat kamu klik disini.

One thought on “ANIME REVIEW: KIZNAIVER

Leave a Reply