ANIME REVIEW: MAYOIGA

MAYOIGA
DIOMEDEA, 2016
Genre: Drama, Psychological, Suspense, Thriller

[HorribleSubs] Mayoiga - 01 [480p].mkv_snapshot_08.48_[2016.06.27_20.10.39]

Karakter merupakan salah satu unsur penting dalam membuat suatu cerita, jika pembuat cerita memunculkan karakter yang semakin banyak maka dia juga harus bertanggung jawab untuk mengembangkan karakter tersebut sampai mempunyai peran yang dapat menyokong cerita. Ryohgo Narita pengarang dari serial Durarara dan Baccano adalah satu contoh pembuat cerita yang menempatkan karakter di atas segalanya dan sukses mengeksekusi semua karakter yang ada di dalam ceritanya sehingga tidak ada istilah “karakter tidak penting” karena semuanya saling mendukung untuk menguatkan cerita.

Sutradara Tsutomu Mizushima (Another) dan Mari Okada (Anohana) ingin mencoba manuver yang Narita lakukan dengan memunculkan banyak karakter ditambah drama ala Okada yang selalu mengutamakan hubungan antar orang untuk membuat drama serta unsur psikologi agar cerita terlihat deep dan muncullah anime bernama “Mayoiga” yang juga merupakan istilah di Jepang untuk “Rumah Ilusi”.

_Soulreaperzone.com__Mayoiga_-_02_HD_HS.mkv_snapshot_15.20_[2016.06.27_20.14.34]

Mayoiga bercerita tentang sebuah rombongan wisata yang terdiri dari 30 orang. Destinasi mereka adalah sebuah desa yang tidak ada di peta dan terisolir bernama Desa Nanaki. Karena kemisteriusannya Desa Nanaki menjadi urban legend dan banyak yang menyebutkan bahwa desa tersebut adalah desa pelarian bagi orang-orang yang mengalami keputusasaan dalam hidupnya. Sesampainya mereka disana mereka menemukan bahwa Desa Nanaki adalah desa yang tidak berpenghuni dan seperti sudah ditinggalkan bertahun-tahun. Selama di desa tersebut mereka menemukan hal-hal aneh yang dapat merubah kehidupan mereka.

[HorribleSubs] Mayoiga - 01 [480p].mkv_snapshot_12.06_[2016.06.27_20.12.15]

Mayoiga mempunyai tema psikologikal yang kuat dan menarik untuk digali lebih lanjut. Okada sebagai pembuat cerita memainkan konsep “luka batin” yang bisa memicu seseorang untuk lebih maju atau lebih mundur tergantung orang tersebut (dan kebetulan konsep ini juga hampir sama dengan “Kiznaiver” yang tayang bersamaan dengan “Mayoiga” dimana Okada duduk menjadi pembuat naskah dalam kedua serial tersebut). Konsep ini terus dibawakan selama 12 episode dan menjadi sumbu utama dari Mayoiga. Serial ini ingin memberikan pandangan kepada penontonnya bagaimana kerasnya kehidupan, sulitnya membaur dengan masyarakat, bullying yang menjadi masalah masyarakat Jepang paling utama, dan berbagai hal yang dapat memicu “luka batin” tersebut.

[Soulreaperzone.com]_Myoiga_-_07_SD_HS.mkv_snapshot_17.05_[2016.06.27_20.17.03]

Di atas kertas memang Mayoiga mempunyai semua yang dibutuhkan untuk membuat cerita yang deep, menyentuh dan sarat akan psikologi antar manusia. Sayangnya, konsep besar dan ambisius itu tidak disampaikan dengan baik seiring episode berjalan.

Tiga puluh orang yang muncul dalam Mayoiga menandakan bahwa serial ini harus memberikan “jiwa” yang berbeda-beda kepada tiga puluh orang yang ada tetapi Okada dan Mizushima tidak sepintar Narita dalam membuat cerita dengan multi-karakter dan hasilnya hanya 15% dari karakter di serial ini yang mendapatkan jiwanya secara utuh, sisa 85% pameran Mayoiga seolah menjadi pameran figuran yang terlihat tidak penting dengan penceritaan backstory yang terlihat mentah dan terlalu drama. Di beberapa titik penceritaan tersebut membantu konsep “luka batin” yang diagungkan oleh Mayoiga tetapi tidak semua backstory mampu membawa penontonnya untuk sekedar berempati atau setidaknya tertarik untuk mengenal cerita karakter tersebut. Masa lalu dari 85% karakter yang ada juga hanya diceritakan layaknya snack dalam suatu hidangan, memang snack akan membuat puas penontonnya tetapi sensasinya terlalu sebentar dan tidak membuat kenyang. Ketika penonton ingin mencari snack berikutnya agar kembali terpuaskan Mayoiga tidak memberikan snack itu lagi. Fokus cerita juga dengan gampang teralihkan dari episode pertamanya tayang, cerita bukan lagi tentang tiga puluh orang yang ada dalam serial ini melainkan cerita Mitsumune dan segala masalah masa lalunya yang terlalu klise. Pengondisian karakter Mistumune juga tidak dimainkan dengan baik dan perannya sendiri lebih tepat sebagai karakter sampingan ketimbang karakter utama. Mayoiga juga membuktikan bahwa mencari pengisi suara yang cocok untuk tiga puluh karakter bukanlah hal yang mudah karena setiap satu pengisi suara mengisi setidaknya dua karakter sekaligus.

[Soulreaperzone.com]_Myoiga_-_08_SD_HS.mkv_snapshot_00.02_[2016.06.27_20.17.53]

Dialog yang menjadi salah satu penunjang cerita atau setidaknya bisa membuat Mayoiga menjadi lebih baik ternyata sama mediokernya dengan ceritanya. Dialog dalam Mayoiga terutama di episode awal terkesan saling tumpang tindih, ketika satu orang belum selesai berbicara langsung ditimpali oleh orang lainnya dan begitu seterusnya, hal ini diperparah dengan musik background yang terkadang volumenya melebihi suara dari percakapan itu sendiri membuat Mayoiga terkadang tidak ada bedanya dengan sinetron lokal. Penggunaan musik disini juga terlalu berlebihan dan ada satu adegan dimana mereka memainkan musik electro-swing yang terdengar gembira ke dalam adegan yang harusnya menakuti penonton.

[Soulreaperzone.com]_Myoiga_-_07_SD_HS.mkv_snapshot_09.35_[2016.06.27_20.16.22]

Mizushima selaku sutradara terlihat ingin sekali mengulang kesuksesan Another dan membuat Mayoiga menjadi anime yang berjenis thriller dan suspense. Sayangnya, Mayoiga bernasib sama seperti Another dalam soal membangun rasa takut dari penonton. Adegan yang seharusnya bisa menimbulkan rasa tegang malah berhasil membuat penonton kebingungan dan bisa sampai tertawa, kadar stereotip genre thriller terlalu banyak dimasukkan dalam Mayoiga sehingga menurunkan tingkat shocking moment. Mizushima seolah tidak siap untuk memunculkan momen yang harusnya membuat penonton tegang dalam Mayoiga. Tiga episode terakhir yang harusnya bisa membalikkan keadaan dari inkosistennya Mayoiga dibuat biasa saja dan lebih kacau daripada episode sebelumnya malah episode terakhir dari Mayoiga terkesan seperti pokemon battle atau pertarungan antar monster. Konklusi cerita ini juga masih abu-abu dan tidak jelas.

_Soulreaperzone.com__Myoiga_-_05_SD_HS.mkv_snapshot_08.09_[2016.06.27_20.13.30]

Ada yang menyatakan bahwa Mayoiga ditonton bukan karena bagus atau jelek tetapi karena serial ini “lucu”. Lucu dalam artian semua logika, semua kemungkinan, semua karakter sampai ke semua monster yang ada tidak dapat dimainkan dengan baik dan berujung kepada sebuah ironi yang menjadi bumerang untuk serial ini. Konsep multi karakter dan psikologi yang ingin dibawakan tidak disokong dengan beberapa aspek dari yang terbesar sampai yang terkecil seperti cerita, karakter, misteri bahkan sampai musik yang menjadi selentingan dalam Mayoiga tidak ditampilkan dengan baik. Mayoiga adalah salah satu contoh serial dimana multi-karakter sangat tidak dianjurkan untuk dipakai jika karakter tersebut hanya menjadi figuran yang perannya tidak penting dan juga contoh untuk serial yang ingin menjadi deep tapi malah bisa membuat penonton tertawa miris. Setidaknya lagu penutup Mayoiga adalah salah satu lagu anime terbaik tahun ini.

3/10

2 thoughts on “ANIME REVIEW: MAYOIGA

Leave a Reply