BEWARE OF: SUIYOBI NO CAMPANELLA

Setiap hari kamis blog ini akan memberikan rekomendasi artis yang bisa menjadi “The Next Big Thing” berikutnya dan patut kamu coba. Artis tersebut bisa datang dari Jepang, Barat atau Indonesia. Untuk edisi kedua dari “Beware Of” ada unit electro asal Jepang bernama Suiyobi no Campanella atau Wednesday Campanella.

suiyoubi-no-campanella

Kultur musik electronic di Jepang sudah terbentuk dan meledak dari akhir 1970an dimana grup seperti Yellow Magic Orchestra mempopulerkan apa yang sekarang kita sebut dengan istilah electropop. Maju ke era millenium kultur electropop di Jepang terus berkembang dengan pesat dan nama-nama yang memainkan genre ini sudah mendapat tempat di Jepang dan di seluruh dunia seperti capsule dengan Yasutaka Nakata, Perfume, tofubeats, livetune dan lain sebagainya. Ada satu lagi grup electropop yang ingin mencoba untuk melebakan sayapnya ke dunia yaitu Suiyobi no Campanella.

Unit electro yang terdiri dari KOM_I (dibaca Komuai) pada vokal dan dua orang pembuat musik yang bernama Hidefumi Kenmochi dan Dir. F. Grup ini terbentuk pada tahun 2012 setelah KOM_I bertemu dengan Kenmochi dan Dir.F pada sebuah pesta.  Pada tahun 2013 grup ini merilis mini album pertama mereka berjudul “Crawl to Saka Agari” dibawah label Dir. F bernama Tsubasa Records. Grup ini terus menarik perhatian pendengar di Jepang karena memadukan vokal manis bergaya hip-hop dari KOM_I dengan  lirik yang bercerita tentang berbagai hal dari keadaan Shibuya, tokoh dunia sampai ke sejarah dan legenda Jepang. Keunikan ini mengantarkan mereka pada pendengar yang lebih luas lagi dan pada Oktober 2013, mini album kedua mereka “Rashomon” dirilis dengan Tower Records sebagai distributor dari album ini. Pada Maret 2014 dan November 2014 mereka merilis mini album berjudul “Cinema Jack” dan “Watashi wo Onigashima ni Tsuretette”  dengan lagu “Momotaro” yang berhasil mencapai 8 juta penonton di YouTube.

Langkah mereka tidak berhenti sampai disitu, mereka merilis EP pertama mereka berjudul “Triathlon” yang berhasil duduk di posisi 23 di Jepang dan bertahan selama 16 minggu. Setelah menelurkan banyak mini album mereka merilis album penuh pertamanya yang berjudul “Zipangu” yang dirilis pada 11 November 2015 dan langsung mendarat di posisi 11 di Jepang dan bertahan selama 25 minggu. Mereka juga berkesampatan utnuk tampil di festival South by Southwest atau SXSW di Texas, Amerika Serikat pada awal 2016 kemarin dibawah nama Inggris mereka yaitu Wednesday Campanella. Mereka lalu mendapat perhatian dari major label Warner Music Japan dan mengangkut mereka untuk masuk menjadi artis mereka. Lewat Warner Music mereka merilis debut major mereka berjudul “UMA” yang telah dirilis 22 Juni 2016.

Kenapa kamu harus berhati-hati pada Haruhi:

Grup electro ini mempunyai musik yang unik, mereka terkadang bisa sangat eksperimental, bisa bermain sangat nyentrik, bisa bermain sangat pop, dan bisa bermain sangat cepat. Grup ini menawarkan keunikan yang tidak bisa didapat oleh grup electro lain, mereka memadukan beat-beat unik dan sulit dalam tatanan musik pop yang catchy.  Suiyobi no Campanella patut kamu perhatikan karena kamu akan merasakan pengalaman pop yang berbeda ketika mendengarkan mereka. Suiyobi no Campanella juga sepertinya sudah siap untuk mencengkram pendengar lebih banyak lagi dengan membuka semua diskografinya ke situs streaming seperti Spotify.

Kamu bisa dengar album pertama mereka berjudul “Zipangu” di bawah ini:

Cek informasi dan karya mereka di

Official Website: http://www.wed-camp.com/
Official YouTube Channel: https://www.youtube.com/user/wedcamp

 

Leave a Reply