youtube app (techcrunch)

5 ALASAN KENAPA LAGU JEPANG JARANG ADA DI SPOTIFY DAN YOUTUBE

spotify (techinsider)
Spoitfy salah satu penyedia layanan streaming yang sedang naik daun di Indonesia (Sumber gambar: Techinsider.com)

Pasti diantara kalian pernah mencoba untuk mencari lagu Jepang di situs streaming seperti Spotify dan YouTube tetapi tidak menemukan hasil atau malah diupload oleh orang lain dengan pitch yang ditinggikan agar tidak terkena copyright claim. Tenang kamu tidak sendiri karena hampir semua orang di luar Jepang mengeluhkan hal yang sama dengan kamu. Jumlah lagu Jepang yang tersedia di situs streaming seperti Spotify dan Youtube sangat sedikit jika dibandingkan dengan industri musik Tiongkok (C-Pop) apalagi Korea Selatan (K-Pop) yang bahkan mempunyai kanal tersendiri di Spotify. Tidak heran jika situs penyedia musik dan video klip Jepang secara ilegal banyak bermunculan karena untuk menikmati lagu Jepang (terutama anisong) yang disuka kita harus memasang VPN terlebih dahulu yang sangat merepotkan (kecuali jika kamu sering bermain Kancolle dan game DMM lainnya serta mempunyai koneksi internet super kencang).  Terkadang label Jepang menganggap musik yang diedarkan di YouTube yang bukan official dari mereka adalah ilegal tetapi mereka tidak menyediakan lagunya di situs streaming manapun, selain terdengar hipokrit cara ini memblokir fans baru dari luar Jepang yang ingin mendengarkan musik mereka karena terkadang suatu lagu bisa sangat populer di luar negaranya.

Setidaknya ada lima alasan kenapa lagu Jepang sulit kita temukan di berbagai aplikasi musik streaming dan ini dia alasannya.

9 thoughts on “5 ALASAN KENAPA LAGU JEPANG JARANG ADA DI SPOTIFY DAN YOUTUBE

  1. > Mereka berpikir tidak ada yang mendengarkan musik Jepang selain orang Jepang itu sendiri

    This, rasa underestimate dari pihak Jepang kalo udah nyangkut urusan Pop Culture tuh emang udah tiada kentara dah. Padahal kalo mau obyektif, sebenernya kualitas musik2 Jepang tuh bisa nyaingin atau malah ngelebihin musik2 Korea atau musik hits Barat yang udah terlebih dulu populer dan bisa mendapat popularitas yang lebih besar karena fanbase musik Jepang tuh sebenernya banyak dimana2. Namun sayang aja pola pemikiran orang Jepang yang kaku dan nggak ngeliat ini sebagai chance malah membuat hal tersebut jadi sia2 belaka

  2. Untuk poin 5 rasanya gak semua label beranggapan seperti itu ya? Buktinya idol group seperti Baby Metal sadar akan penetrasinya di dunia global. Tapi kemungkinan besar tujuan mereka juga, jadi kurang lebih kasus yang berbeda dibanding label-label “niche” seperti zankoku atau Pony Canyon dsb.

    Selebihnya emang setuju, dan baru tahu menahu soal biaya pasang lagu di server streaming. Tak kira gratis, ternyata memang pendapatan jasa streaming muncul dari kerja sama seperti ini rupanya.

    Untuk diperhatikan: waktu menyinggung soal 10% ukuran HDD, itu HDD dengan kapasitas berapa giga/tera? Agak kurang penting sih, tapi mungkin bisa dilengkapin aja.

    1. Makanya saya bilang ga semua label dan gak semua label berpikir seperti ini. Babymetal, perfume, one ok rock juga didukung habis-habisan sama manajemen mereka yaitu Amuse yang berpikiran global dan tentunya label mereka tapi ya itu tadi tidak semua label dan manajemen berpikiran sama

  3. Satu lagi: Mereka juga ga begitu butuh “worldwide” market. Jepang duduk di urutan #2 soal urusan pergerakan duit di industri musik. Ngalahin Inggris sama Jerman yang berada di #3 & #4. Jadi dalam benak mereka “ngapain gw fokus sama orang luar kalo pasar dalam negri aja udah cukup bagi gw buat beli mobil”. Ini juga mengapa banyak act K-Pop dan negara2 Asia lainya yg mencoba peruntungan di pasar Jepang. TBH Jepang butuh lebih banyak agency yang berpikiran worldwide macem Amuse Inc. Liat aja gimana kesuksesan trio cashcow mereka (BABYMETAL, ONE OK ROCK & Perfume) dalam skala worldwide. Kasian aja gitu banyak musik2 J-Pop yang mantep tapi kehalang gegara platform.

    1. Exactly, amuse emang contoh bagus kalo mau ngeliat good point dari musik dan manajemen artis jepang karena dia liat potensi global di masing-masing artis makanya artis yg masuk agensi amuse banyak yang bagus dari segi musikalitas dan berbicara di global. Tapi ga semua manajemen mau kaya mereka

    2. > Ini juga mengapa banyak act K-Pop dan negara2 Asia lainya yg mencoba peruntungan di pasar Jepang.

      Agree. Kadang sampai heran aja kenapa materi lagu artis K-pop di Jepang lebih niat daripada di Korea sendiri.

Leave a Reply