b74eeedf-18

ALBUM REVIEW: NOGIZAKA46 – SOREZORE NO ISU

folder.jpg
NOGIZAKA46

SOREZORE NO ISU
N46 DIV./SONY, 2016
Genre: J-Pop, Idol Music, Pop, Adult Contemporary

Ada dua motif kenapa Yasushi Akimoto membentuk Nogizaka46 yang menjadi saingan langsung dari grup buatan Akimoto lainnya yaitu AKB48. Pertama sudah jelas untuk menambah saldo rekening Akimoto dengan mengumpulkan perempuan berusia rata-rata 20 tahun untuk menyanyikan lagu secara bersamaan dengan lirik tentang kepolosan perempuan muda yang ditulis oleh seorang pria berusia kepala lima. Kedua, setiap proyek yang menggunakan embel-embel 48 atau 46 di akhirnya merupakan incaran label besar di Jepang karena setiap mereka merilis single atau album sudah pasti duduk di posisi pertama dengan penjualan lebih dari 100 ribu kopi dan akhirnya masing-masing label besar mendapat jatah idol group buatan Akimoto seperti Yoshimoto R&C dengan NMB48, Avex Trax dengan SKE48, Universal Music dengan HKT48 serta Sony Music dengan Nogizaka46 beserta grup bawahannya yaitu Keyakizaka46.

Meski dari latar belakang pembentukan Nogizaka tidak jauh beda dari grup Akimoto lainnya tetapi dari segi bermusik Nogizaka mempunyai perbedaan tersendiri, grup yang mengambil namanya dari tempat dimana kantor Sony Music berdiri lebih menonjolkan musik adult-oriented dengan musik yang sedikit lebih mature dan menasbihkan dirinya pada musik 80’an dan 90’an. Contohnya dapat dilihat di album kedua mereka yang berjudul “Sorezore no Isu” atau “Masing-Masing Kursi” yang telah dirilis 25 Mei 2016.

Momen terbaik album ini jatuh kepada lagu di awal album seperti “Inochi wa Utsukushii” yang memainkan musik pop trance dengan semangat girlband 90’an, “Harujion ga Saku Koro” mencampurkan pola EDM jaman sekarang dan pop di era awal 2000an. Lagu penutup untuk anime Kokosabe “Ima, Hanashitai Dareka ga Iru” dan “Kikkake” yang terpengaruh oleh musik indie pop dengan vokal mellow yang sukses menenangkan pendengar, musik pop rock manis dibawakan dengan baik dari segi lirik dan musikalitas dalam “Shitsuren Shitara, Kao wo Arae!”.

Sisanya mereka mengambil banyak keklisean dari musik 90’an seperti pada “Kakigori no Kata Omoi” yang ingin sekali untuk menjadi lagu adult contemporary. “Taiyou ni Kudokarete” yang terdengar seperti versi murahan dari lagu Britney Spears di awal karirnya. “Kougousei Kibou” terlalu bermain aman, “Yokoubou no Reincarnation” memaksakan dirinya untuk menjadi funk.

Berbicara soal vokal, vokal di album ini juga sedikit menganggu karena mereka bernyanyi bersamaan sehingga merusak jiwa dari lagu tersebut dan terdengar soulless padahal materi yang ada seperti pada “Kanashimi no Wasurekata” yang terdengar datar padahal megah, “Kuuki Kan” dan “Kanjou Roku Gousen” cukup potensial jika tidak dirusak dengan vokal ala kadarnya. Mereka ingin menjadi No Doubt dalam track ska “Threefold Choice” tetapi hasilnya terdengar biasa saja karena kualitas vokal yang tidak mengangkat lagu. Musik rock yang cepat dibawakan dalam “Tei Taion no Kisu”.

Nogizaka46 adalah idol group maka mereka juga harus memasukkan lagu yang bernuansa idol pop, sayangnya lagu idol pop disini terdengar membosankan dengan beat yang sudah hampir dipakai oleh grup lain seperti pada “Taiyou Knock” dan “Kuchiyakusoku” yang dengan sengaja mengkopi pattern lagu AKB48 dengan harapan untuk mendapatkan kesuksesan yang sama.

Dalam wawancara oleh CNN pada Januari 2012, Akimoto berujar bahwa lirik yang ia pergunakan dalam kerajaan idol buatannya dibuat berdasarkan pengalamannya sewaktu remaja dengan segala kepolosannya dan hal-hal imut serta dirty dan itu tercermin di kompartemen lirik di album ini, tetapi apa yang bisa diharapkan dari seorang om-om yang membuat lirik untuk anak remaja perempuan? Lirik di album ini terdengar begitu-begitu saja, terlalu generik serta dull. Materi di album ini terlalu panjang (74:46 untuk versi digital) dan hampir 70% konten lagu terkesan seperti filler yang membuat pendengar biasa akan selalu menekan tombol skip.

Album kedua Nogizaka46 “Sorezore no Isu” memang menampilkan musik yang lebih bervariasi dan menunjukkan bahwa mereka bisa lebih dari segi musikalitas meski demikian mereka tetaplah sebuah idol group dan dibawah naungan Akimoto sehingga beberapa keklisean dari musik idol group sering muncul yang mempunyai efek menurunkan kualitas album secara keseluruhan ditambah dengan produksi yang ala kadarnya, hal ini membuat “Sorezore no Isu” adalah sebuah album idol group biasa yang akan cepat dilupakan seperti para member idol group setelah graduate.

4/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. Inochi wa Utsukushii
  2. Taiyou Knock
  3. Ima, Hanashitai Dareka ga Iru
  4. Harujion ga Saku Koro
  5. Kikkake
  6. Glass Eyes
  7. Taiyou ni Kudokarete
  8. Yokubo no Reincarnation
  9. Kuukikan
  10. Kogousei Kibou
  11. Threefold choice
  12. Tei Taion no Kisu
  13. Shitsuren shitara, Kao wo Arae!
  14. Kakigori no Kataomoi
  15. Kanjou Rokugousen
  16. Kuchi Yakusoku
  17. Nogizaka no Uta

2 thoughts on “ALBUM REVIEW: NOGIZAKA46 – SOREZORE NO ISU

  1. salken,, salam blogwalking

    saya tau nogizaka juga dari ost naruto yg tsuki no ookisa (?)
    awalnya kirain plagiarisme…iramanya ceria2 mirip akb sih.. eh taunya rival group
    sejatinya emg gapernah dengerin ngz46 sih

    >menambah saldo rekening Akimoto dengan mengumpulkan perempuan berusia rata-rata 20 tahun untuk menyanyikan lagu secara bersamaan dengan lirik tentang kepolosan perempuan muda yang ditulis oleh seorang pria berusia kepala lima.
    lol XD

Leave a Reply