maliq n d'essentials

SINGLE REVIEW: MALIQ & D’ESSENTIALS – MENDEKAT MELIHAT MENDENGAR

CixyVqIUkAA8_Tr
MALIQ & D’ESSENTIALS

MENDEKAT MELIHAT MENDENGAR
ORGANIC, 2016
Genre: Pop, Funk, Disco, Electro-Funk

Ketika melihat penampilan Maliq & D’Essentials di Kampoeng Jazz Unpad pada 30 April 2016 vokalis Maliq Angga menarik perhatian saya ketika ia memakai jaket berbahan jeans bertuliskan “POP HARI INI” seperti layaknya musisi punk atau rock. Memang Maliq adalah grup yang paling punk dalam ranah musik pop Indonesia saat ini dan itu terbukti lewat dua album mereka yang dirilis dibawah label mereka sendiri yaitu “Sriwedari” dan “Musik Pop”. Dua album tersebut berhasil menelanjangi musik Maliq yang selalu dicap oleh orang dengan sebutan jazz/easy listening karena tidak ada ceritanya musisi jazz/easy listening bermain seperti Arcade Fire, M83 atau bahkan Rhoma Irama. Kedua album tersebut juga menjadi karya monumental dalam perbendaharaan musik Indonesia karena tidak ada musisi pop Indonesia yang bisa memadukan antara edgy dan catchy dalam satu album setidaknya dalam satu dekade terakhir.

Setelah sukses bertransformasi menjadi grup art pop dengan pengaruh irama funk, R&B, dan soul mereka kembali lagi dengan lagu terbaru mereka yang berjudul “Mendekat Melihat Mendengar”. Lagu ini akan masuk ke album kompilasi yang diberi judul “Pop Hari Ini” dan artis pengisinya adalah musisi yang bisa mempresentasikan musik pop Indonesia sekarang yang tidak mengenal batasan antara indie dan major seperti White Shoes and the Couples Company, Barasuara, Abenk Alter, HiVi, Kunto Aji, Lala, LaidThis Nite, dan Mocca yang berkolaborasi dengan Indrakustik. Komposisi lagu ini mengingatkan akan kegemilangan disco/funk pada era tahun 70’an di Amerika Serikat dan Maliq menangkap semangat tersebut dengan sangat baik apalagi mereka mempunyai vokalis perempuan. Maliq membuka lagu dengan suara vocoder lalu disambung dengan petikan gitar funk yang dilapisi layer synthesizer serta keyboard. Begitu masuk ke reff terdengar pengaruh EDM masa kini dimana Maliq pintar memainkan drop untuk membuat reff sebagai klimaks lagu, pengaruh EDM dimasukkan agar musik tidak terdengar jadul akibat pengaruh disco yang mereka ambil. Permaian vocoder dan berbagai macam instrumen elektrik-analog membuat kualitas lagu ini terdengar mahal bahkan jika dibandingkan dengan lagu luar sekalipun.

Maliq tidak memakai kata “merasa” dalam judul lagu karena sejatinya jika ingin merasakan apa yang orang tersebut rasakan maka sebelumnya haruslah mendekati orang tersebut, melihat apa yang terjadi dan mendengar cerita mereka. Pesan tersebut sangat jelas di bagian reff mereka, “cobalah mendekat melihat mendengar/buka telinga lalu bicara/cobalah lebih mendekat untuk merasa/semua jawabnya di depan mata”, padanan kata yang tergolong unik tersebut disatukan dengan ritme yang sesuai sehingga menghasilkan reff yang bukan hanya pintar tetapi super catchy.

Maliq memang pintar membaca pasar musik sekarang yang sedang menggilai disco/funk untuk itu Maliq membuat musik yang berjenis serupa dalam “Mendekat Melihat Mendengar”. Sekilas mereka terlihat mengikuti arus utama musik saat ini but, they do it with style. Mereka meramu lagu ini dengan estetika disco dengan segala kedetailannya tanpa melupakan landasan utama dari musik tersebut yaitu membuat pendengarnya bergoyang. Lagi-lagi Maliq membuat musik pop berkualitas dan dapat menghipnotis pendengarnya. Brainwash seperti ini memang harus dilakukan musisi Indonesia lainnya agar dapat menciptakan karya yang berkelas tetapi tetap enak didengar dan Maliq mengukuhkan dirinya sebagai agen utama brainwash tersebut melalui lagu barunya.

Leave a Reply