akai kouen

ALBUM REVIEW: AKAI KO-EN – JUNJOU RANDOSERU

junjou randoseru

AKAI KO-EN
JUNJOU RANDOSERU
UNIVERSAL, 2016
Genre: Alternative Rock, Indie Rock, Pop Rock

Banyak sekali keambiguan ketika kita mendefinisikan girlband di Jepang. Di luar Jepang girlband dianggap seperti grup vokal yang berisikan minimal tiga orang perempuan tetapi di Jepang girlband merupakan band yang memainkan instrumen yang berisikan perempuan semua, padanan yang tepat untuk istilah ini di luar adalah all-female band dan Akai Ko-en menjadi salah satu motor penggerak gerakan ini di Jepang. Band asal Tokyo ini sering disebut sebagai sisi eksperimental dari girlband yang biasanya menjual vokal yang imut serta musik yang ringan ditambah petikan gitar Telecaster untuk menunjukkan sisi rock. Band yang terdiri dari Chiaki Satou, Maisa Tsuno, Hikari Fujimoto dan Nao Utagawa dikenal berkat kepiawaian mereka menggabungkan musik yang kompleks dengan musik pop. Kepiawaian ini membawa mereka masuk ke major label setahun setelah mereka berdiri dan telah merilis tiga album dibawah asuhan major label. Album ketiga mereka berjudul “Junjou Randoseru” telah dirilis pada tanggal 23 Maret 2016 dan mereka mencoba untuk menjadi semakin pop dalam album ini sambil tetap menjaga kekhasan mereka.

Berbicara soal pop sebenarnya pop itu sendiri tidak bisa didefinisikan yang penting lagu tersebut gampang dicerna dengan musik yang tidak terlalu kompleks dan pernyataan tersebut coba diubah oleh Akai Ko-en dalam album ketiganya. Nomor-nomor yang tidak mengandung distorsi gitar berlebih seperti “Short Hope” dibawakan mulus dengan sentuhan jazz rock, ketika mendengar lantunan keyboard dalam “Anata no Anoko, Ikenai Watashi” imaji new wave langsung muncul dan terus diproyeksikan sampai akhir. “Hamburg!” bermain dengan sangat ringan dengan mengedepankan unsur cute untuk menarik perhatian dan tidak terasa badan sudah bergoyang begitu menikmati lagu ini dan puncaknya adalah “Kiiroi Hana” yang mengagungkan musik disco dan funk dan memainkan berbagai macam estetika yang ada dalam kedua musik tersebut.

Untuk menjaga agar album mempunyai flow yang cukup mereka memasukkan lagu yang sedikit experimental seperti “Oyasumi” yang mengambil jalur dream pop dengan percikan string untuk membuat mata terlelap, “Ball” yang mengambil pakem math rock Foals dalam album “Antidote” dan lagu dengan pengaruh shoegaze yaitu “Daydream”. Mereka menaruh musik noise rock dan riot grrrl pada “Nishi Tokyo” dan “Kenka” yang berdurasi kurang dari 2 menit untuk menjaga estetika “keras” mereka. Lagu yang mengandalkan distorsi gitar alternative rock terdengar standar dengan berbagai keklisean power pop, pop rock serta math rock didalamnya seperti “Canvas”, “14”, “KOIKI”, “Tokyo” dan “Narcolepsy”, hanya “Canvas” yang setidaknya lebih baik diantara semua itu dengan menambahkan grunge pada kompartemen gitar dengan lirik yang emosional.

Momen terbaik dalam album ketiga Akai Ko-en jatuh kepada aransemen pop yang mereka bawakan bukan alternative rock.Mereka membawa keunikan dan kelenturan musik pop dengan memadukan berbagai jenis musik. Tetapi hal ini juga menjadi aneh mengingat mereka adalah band alternative rock. Lagu berjenis alternative pada album ini tidak ada yang mencuat seperti komposisi pop mereka dan berjalan cukup repetitif, unsur experimental juga tidak berbicara banyak karena tidak memberikan sesuatu yang baru dan hanya menjadi pengisi kekosongan agar album tidak terlihat kosong-kosong amat. Memang album ini cocok dinamakan “Junjou Randoseru” atau “Ransel Perasaan” dimana mereka jauh lebih terbuka dalam menyatakan perasaan dalam lirik yang dinyanyikan tetapi perasaan tersebut tidak sejalan dengan musik alternative rock yang dimainkan malah mereka terdengar setengah hati dalam memainkan musik tersebut.

6/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. Ball 「ボール」
  2. Tokyo 「東京」
  3. Canvas
  4. Nishi Tokyo 「西東京」
  5. Short Hope 「ショートホープ」
  6. Daydream 「デイドリーム」
  7. Anatano Anoko, Ikenai Watashi 「あなたのあの子、いけないわたし」
  8. Kenka 「喧嘩」
  9. 14
  10. Hamburg 「ハンバーグ!」
  11. Narcolepsy 「ナルコレプシー」
  12. KOIKI
  13. Kiiroi Hana 「黄色い花」
  14. Oyasumi 「おやすみ」

Leave a Reply