fhana1

ALBUM REVIEW: FHANA – WHAT A WONDERFUL WORLD LINE

folder

FHANA
WHAT A WONDERFUL WORLD LINE
LANTIS, 2016
Genre: Piano Rock, Alternative Rock, Pop Rock, Pop

Sebenarnya batas antara musik anisong dan J-popbeda tipis, memang keduanya sama-sama berakar dari musik pop tetapi yang membedakan anisong dan J-pop pada umumnya adalah progresi musiknya serta relevansinya dengan musik pop yang sedang berkembang pada saat itu. Terkadang lagu anisong bermain dengan beat yang sangat  tinggi dan sangat pelan dalam waktu yang bersaman serta mencampurkan elemen musik yang jauh dari kata pop seperti hard rock bahkan metal sementara lagu J-pop hampir sama dengan lagu yang populer di pasaran baik dari struktur lagu maupun tingkat kepopulerannya. Ada satu band yang memainkan batas tipis antara dua genre tersebut yaitu fhana.

Bisa dikatakan band yang diisi oleh Towana, Junichi Satou, Yuzuki Waga dan Kevin Mitsunaga adalah band anisong karena kecelekaan. Mereka dikontrak oleh label yang menjadi penyalur utama musik anisong bernama Lantis dan semua single mereka menjadi lagu pembuka atau penutup serial anime. Berbicara soal musik fhana mempunyai pakem bermusik yang tidak anisong amat malah mereka lebih cenderung memainkan musik piano rock dengan bubuhan electronic sehingga terkadang band ini seperti band pop rock yang melodius.

Dalam album kedua mereka yang berjudul “What A Wonderful World Line” mereka mencoba untuk menyatukan kedua musik yang membuat mereka hidup yaitu anisong dengan musik piano rock yang sesuai dengan gaya bermusik mereka.Hal tersebut tergambar jelas dalam track seperti “Comet Lucifer ~The Seed and The Sower~” yang menggabungkan ritmik anisong dengan permainan pop rock yang cepat ditambah string yang padat serta lagu yang terinspirasi dari era awal supercell yaitu “little secret magic”. Mereka mengedepankan semangat piano rock pada“The Color To Gray World” dan “Nijo wo Ametara” dengan esensi adult contemporary pop rock 90an. “What A Wonderful Line” menyuntikkan semangat dance pop dalam permainan piano rock. Permainan slap bass, vokal Satou yang renyah dengan manuver yang hampir sama seperti Keane dalam “Perfect Symmetry”menjadikan “Critique & Curation” track yang terbaik dalam album ini. “c.a.t.” mencoba untuk menjadi kekinian dengan memainkan gitar funk ala Nile Rodgers dan juga tipe musik indie-electro-pop ala Two Door Cinema Club dan Foster The People.

Percobaan electropop dalam lagu ini terdengar cukup meskipun tidak sebagus ketika mereka memainkan piano rock seperti “Relief” yang mengambil medium synthpop sebagai landasan lagu dengan bahasa Inggris ala orang Jepang yang sengau, “Antivirus” yang terdengar sedikit eksperimental untuk ukuran musik J-Pop dan “Appl(E)ication” yang terdengar simpel.Mereka terjebak dalam buaian anisong dalam “Wonder Stellar” yang terdengar melenceng dari isi keseluruhan album. Bagian mellow dan ballad dari album ini sedikit setengah hati dan kurang maksimal seperti “Gift Song” dan “Hoshi no Kakera” yang bermain terlalu aman, “Tsuioku no Kanata” sedikit menaikkan konten sendu dalam album ini dengan tambahan gospel serta nada-nada new wave.

Apa yang dilakukan fhana dalam album keduanya terbilang cukup beresiko dalam memainkan batas tipis antara anisong dan pop rock. Materi di album ini memang dapat mengaburkan batas tersebut tetapi mereka cukup plin plan dan tidak fokus dalam beberapa lagu sehingga menurunkan kadar pop. Untungnya mereka tidak terlalu jauh dengan ketidak fokusan tersebut dan masih bisa memberikan track yang standout. Cara yang ditempuh fhana dalam mengerjakan album keduanya memang cukup berani tetapi keberanian untuk menembus batasan genre saja tidak cukup untuk membuat album ini menjadi game changer di anisong dan pop.

6/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

1. The Color to Gray World
2. What A Wonderful World Line
3. Wonder Stella 「ワンダーステラ」
4. little secret magic
5. Relief
6. Antivirus
7. Niji wo Ametara 「虹を編めたら」
8. Critique & Curation
9. c.a.t.

10. Appl(E)ication
11. Tsuiko no Kanata 「追憶のかなた」
12. Hoshi no Kakera 「ホシノカケラ」
13. Comet Lucifer ~The Seed and the Sower~ 「コメットルシファー ~The Seed and the Sower~
14. gift song

2 thoughts on “ALBUM REVIEW: FHANA – WHAT A WONDERFUL WORLD LINE

  1. gw bukan penggemar fhana dan juga nggak ngikutin album maupun tiap lagu yang ada di dalem album ini, tapi gw lumayan tertarik sama pembawaan bahasanya yang di awal ngebahas perbedaan antara Anisong sama J-Pop dan di pertengahan menyinggung Two Door Cinema Club sama Foster The People

    nice work mate, never stop to give us a Japanese music recommendation with its review like this okay

Leave a Reply