Mandatory Credit: Photo by Insight-Visual UK / Rex Features ( 720978A )
Radiohead - Colin Greenwood, Thom Yorke, Ed O'Brian, Jonny Greenwood and Phil Selway
Radiohead at Oxford Playhouse, Oxford, Britain - 28 Nov 2007

ALBUM REVIEW: RADIOHEAD – A MOON SHAPED POOL

Cover

RADIOHEAD
A MOON SHAPED POOL
XL, 2016
Genre: Ambient, Art Rock, Experimental, Downtempo

Hanya ada satu band di era modern yang berani menghancurkan karirnya berkali-kali demi mendapatkan sesuatu yang jauh lebih menguntungkan dari sebelumnya dan band itu bernama Radiohead. Radiohead menjadi legenda musik dunia bukan karena mereka sanggup menjual ratusan juta album atau karena status selebriti yang mereka punya tetapi karena selalu menghancurkan pakem bermusik dalam setiap albumnya. Mereka menghancurkan grunge dalam “Pablo Honey” untuk “The Bends”, mereka mengancurkan alternative rock “The Bends” untuk “OK Computer”, mereka menghancurkan alternative rock experimental “OK Computer” untuk “Kid A”, mereka mengancurkan electronic-rock-ambient “Kid A” untuk “Amnesiac”, mereka menghancurkan alternative-jazz-rock “Amnesiac” untuk  “Hail to the Thief”, mereka menghancurkan krautrock “Hail to The Thief” untuk membuat “In Rainbows” dan mereka menghancurkan modern-alternative-rock “In Rainbows” untuk “The King of Limbs”. Lucunya meski mereka telah berkali-kali mengaburkan makna akan musik alternative rock penggemar mereka terus bertambah banyak dari hari ke hari. Radiohead adalah sebuah anomali dalam kultur pop dunia karena mereka bisa menjaring fans yang lebih banyak sambil membuat musik seeksperimental mungkin yang sanggup membuat kritikus musik dan pendengar musik biasa kebingungan. Semua ini tercipta berkat kesetiaan mereka dengan melodi yang ritmis dan menyisipkan gimmick yang tebal di setiap lagunya sehingga setiap lagu yang mereka buat terasa sulit dan catchy dalam waktu bersamaan.

Setelah merengkuh perjalanan bermusik selama lebih dari 30 tahun, mereka sudah lelah dengan berbagai macam percobaan yang mereka lakukan dan ingin membuat sesuatu yang tenang dan mellow tetapi tidak membuat mereka menjadi lembek atau cengeng, dengan pemikiran seperti itu mereka membuka kembali arsip lama mereka dan merombak berapa lagu yang bernada pelan dan membuat album yang paling pelan dalam sejarah karir mereka yaitu “A Moon Shaped Pool”.

Pada album kesembilannya mereka tidak menghancurkan apa yang sudah mereka buat sebelumnya, mereka cenderung untuk mengenang kembali apa yang sudah mereka lakukan sebelumnya tetapi dengan nada yang lebih pelan tapi tetap ambisius. Musik orkestra yang dipakai untuk mengisi di hampir setiap lagu menjadi tanda bahwa Radiohead masih ambisius untuk menciptakan rekaman ini, hal tersebut bisa didengar dari “Burn The Witch” yang dramatis sekaligus sadis dalam waktu bersamaan. Lagu ini memberikan kesan horor tentang kondisi dunia yang tengah porak poranda bukan karena senjata tetapi karena hilangnya rasa hormat pada keberagaman akibat hate speech dan cuci otak media yang terjadi dalam satu dekade terakhir, mereka mengemas lagu ini dengan gesekan biola serta ketukan minimalis untuk menciptakan takut dan tegang.

Track paling ambient yang pernah Radiohead buat yaitu “Daydreaming” dapat membuat pendengarnya terbuai dengan lantunan piano serta ambience yang mereka usung dan tanpa sadar kita sudah memejamkan mata karena larut dengan musiknya, tetapi buaian tersebut tidak seindah lirik yang dibawakan oleh Thom Yorke. Thom seolah menyadarkan seseorang yang terus-terusan bermimpi dalam musik yang sanggup membuat orang bermimpi seperti sebuah ironi dalam suatu keindahan. “Decks Dark” bermain dengan instrumen yang sederhana dengan tambahan paduan suara sebagai pelengkap tetapi kesederhanaan tersebut mampu membuat sayatan yang sangat dalam ketika berbicara mengenai lirik yang sangat gelap dengan narasi anti kebebasan yang menghantui. Minimalisme dalam musik band diulik dalam “Desert Island Disk”.

“Ful Stop” adalah suatu contoh dimana sebuah ketenangan bisa menjadi sebuah ketegangan yang intens dengan kerapatan musik yang sangat rapat seolah tidak memberi ruang untuk instrumen lain masuk ke dalam lagu ini. Vokal dan dentingan piano yang lirih menjadi sajian utama dalam “Glass Eyes”. “Identikit” adalah versi tenang dari sebuah karya art-rock dengan meminjam sedikit riff gitar math-rock.  Musik rock 70’an mengiringi “The Numbers” dengan sisipan beberapa glitch dari musik elektro.

Mereka juga menyuntikkan sensasi musik latin dalam “Present Tense” sambil menyanyikan lirik “This dance/it’s like a weapon/of self defense/against the present/present tense”, jika memang musik dapat membuat orang melupakan dunia sekelilingnya maka lagu ini sudah tepat untuk menggambarkan hal tersebut. Kata yang tepat untuk lagu “Tinker Tailor Soldier Sailor Rich Man Poor Man Beggar Man Thief” adalah “ambient trippy orchestra”, mereka menaikkan derajat dari musik ambient menjadi sebuah musik yang kolosal dan menggetarkan. Materi yang sudah ada dari tahun 1995 yaitu “True Love Waits” menutup album dengan sangat indah. Lagu yang biasanya dibawa dengan gitar akustik diaransemen menjadi sebuah lagu yang dapat membuat pendengarnya menitikkan air mata. Atmosfir dreamy, pelannya permainan piano, lirik yang mengunggah perasaan dan vokal Thom yang mencapai titik puncak melankolismenya menjadikan “True Love Waits” adalah sebuah track yang paling mengharukan sepanjang karir mereka.

Pada album terbarunya Radiohead sedang dalam titik galaunya dan mereka menumpahkannya dalam “A Moon Shaped Pool”, dalam album ini mereka menceritakan tentang paranoia dalam hidup dan dibawakan dengan pelan untuk memperkuat rasa paranoia tersebut. Mereka memang bermain pelan tetapi bukan berarti mereka jinak, album ini menghadirkan banyak detail dari sebuah keminimalisan dengan produksi yang menaruh perhatian lebih kepada instrumen akustik sehingga sound yang dihasilkan jauh lebih organik dibandingkan album mereka sebelumnya. Materi di album ini tidak ringan tetapi juga tidak berat, mereka menutup kesan “berat” di album ini dengan musik mellow yang disukai hampir semua orang.

Dalam “A Moon Shaped Pool” Radiohead mengajarkan bahwa ada sebuah ketenangan dibalik sebuah kepanikan, selain memberi pesan seperti itu mereka juga menjadikan album ini sebagai momentum untuk beristirahat sejenak dari riuh rendahnya musik yang mereka mainkan sebelumnya. Radiohead ingin menunjukkan bahwa mereka bukanlah pemuda tanggung yang masih memainkan “Creep” atau “Paranoid Android” dan album ini menjadi sebuah tanda bahwa mereka sudah bertambah tua. Memang ketika bertambah tua semangat akan sedikit mengendur dan pikiran sudah dihantui oleh hal-hal yang di luar nalar, seperti itulah yang ingin mereka utarakan dalam “A Moon Shaped Pool”.

9/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. Burn The Witch
  2. Daydreaming
  3. Decks Dark
  4. Desert Island Disk
  5. Ful Stop
  6. Glass Eyes
  7. Identikit
  8. The Numbers
  9. Present Tense
  10. Tinker Tailor Soldier Sailor Rich Man Poor Man Beggar Man Thief
  11. True Love Waits

 

One thought on “ALBUM REVIEW: RADIOHEAD – A MOON SHAPED POOL

Leave a Reply