MOVIE REVIEW: CAPTAIN AMERICA: CIVIL WAR

Civil_War_Final_Poster

CAPTAIN AMERICA: CIVIL WAR
Sutradara: Anthony Russo, Joe Russo
Pemain: Chris Evans, Robert Downey Jr., Scarlett Johansson, Sebastian Stan, Anthony Mackie, Don Cheadle, Jeremy Renner, Chadwick Boseman, Paul Bettany, Elizabeth Olsen, Paul Rudd, Emily VanCamp, Tom Holland, Frank Grillo, William Hurt, Daniel Bruhl
MARVEL STUDIOS. 2016

Film yang bertemakan superhero sudah menjadi jamur kala musim hujan dalam satu dekade terakhir. Para pembuat film Hollywood ketagihan untuk membuat film superhero begitu melihat angka penjualan yang selalu mencetak rekor bukan hanya sekali tapi berkali-kali apalagi ketika berbicara rekor keuntungan secara global. Jika ada pihak yang harus bertanggung jawab atas pergerakan ini maka sebuah penerbit merangkap studio bernama Marvel adalah orang pertama yang harus bertanggung jawab atas trend ini. Setelah mereka melihat Iron Man mampu mengajak penonton kembali menonton film superhero dan dinilai positif di mata kritik Marvel langsung membuat Marvel Cinematic Universe atau MCU. Langkah Marvel ini juga diikuti oleh saingannya yaitu DC Comics dan berkat kedua studio tersebut kita disuguhkan oleh film superhero minimal setahun dua film yang dimulai dari awal dekade 2010an.

5

Di satu sisi penonton senang karena komik atau cerita kesukaan mereka menjadi lebih hidup dalam medium film tetapi ada penonton yang bosan dengan suguhan film superhero karena hampir mempunyai dasar cerita yang sama yaitu orang baik melawan orang kurang baik dengan narasi yang itu-itu saja. Hal tersebut seolah menjadi pesan tersirat dalam pondasi cerita penutup trilogi dari Captain America yaitu Captain America: Civil War. Diceritakan bahwa ada yang senang akan kedatangan para superhero yang tergabung dalam Avengers karena membantu mereka untuk membasmi kejahatan yang sulit untuk dikendalikan dengan kemampuan manusia biasa tetapi juga ada yang benci dengan Avengers karena pertarungan yang mereka lakukan selalu memakan korban jiwa akibat hancurnya berbagai macam infrastruktur sewaktu mereka bertempur.

Avengers dianggap sebagai monster penghancur yang siap membantu dan meneror dalam waktu kapan saja dan PBB tidak tinggal diam. PBB membuat suatu perjanjian dimana pekerjaan Avengers harus dikontrol oleh pemerintah agar tidak bertindak sewenang-wenang dan tentu saja ada pihak yang pro dan kontra soal perjanjain ini yaitu Captain America dan Iron Man. Permasalahan semakin panjang ketika Captain America harus menyelamatkan seseorang yang mempunyai dosa masa lalu yang fatal untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah dan mereka hanya diadu domba oleh seorang musuh yang tidak terlihat dan tidak bisa dikendalikan hanya dengan kekuatan super saja. Kedua belah pihak memanggil teman-temannya masing-masing sehingga muncul perang antar superhero yang dipicu oleh salah paham dan menyimpan rahasia dibaliknya.

19701266-mmmain

Russo bersaudara sebagai pembuat film paham bahwa terlalu banyak kekuatan super yang dipakai dapat membunuh unsur logis dalam film dan menjadi pemicu penonton untuk mulai bosan akan tema seperti ini, untuk itu mereka memberikan sesuatu yang masuk akal dalam Civil Wars. Russo mengembalikan sesuatu yang fundamental dalam sebuah film superhero yaitu action yang murni dan adegan laga bisa mere. Adegan laga dalam Civil Wars murni tanpa ada fantasi superpower, adegan laga berjalan dengan cepat dan seolah menimbulkan pertanyaan apakah Russo sudah mendalami film The Raid sebelum membuat adegan laga. Jika memang dia terpengaruh oleh The Raid maka dia sudah mengeksekusinya dengan baik dan menjadi salah satu pendongkrak film ini. Russo membawakan sesuatu yang realistis dengan mengedepankan dualisme yang terjadi dalam satu tim, dia menggambarkan bahwa pahlawan super pada dasarnya adalah manusia biasa yang mempunyai ego dan mempunyai perasaan yang rapuh bila ditekan terus menerus. Twist yang disajikan juga terlihat intens dengan bangunan drama yang emosional dan wajar seolah membujuk penonton untuk tidak meninggalkan bangkunya sampai film selesai. Banyak momen yang bisa memancing cerita untuk menjadi lebih dalam lagi tanpa harus terlihat gelap ataupun filosofis. Mereka juga ingin memberikan pandangan bahwa tidak semua pahlawan super terlihat keren dengan kekuatannya. Civil War juga bisa digambarkan sebagai “when the reunion goes wrong”.

Civil War menjadi ajang Marvel untuk mengenalkan karakter baru dalam Marvel Cinematic Universe seperti Black Panther dan Spiderman, keduanya mampu mencuri perhatian karena bermain dengan sangat baik dan memukau. Dalam Civil Wars hampir semua karakter di sini mengeluarkan rasa benar dan salah dalam satu film dan para pemainnya mampu membawakan hal tersebut. Film ini ringkas dalam menyampaikan maknanya, tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek.

Karakter antagonis yang menjadi sumbu permasalahan menjadi salah satu poin penting untuk membuat para superhero ini terlihat humanis. Pameran antagonis dalam Civil Wars bukanlah karakter yang kharismatik atau mempunyai sesuatu untuk membuat peran dia semakin kuat untuk menjadi antagonis. Karakter antagonis Civil Wars hanyalah manusia biasa yang tidak mempunyai sesuatu yang berlebihan seperti Lex Luthor dalam serial Superman, ia tidak punya banyak uang atau kekuatan fisik yang berlebih untuk menjadi lawan yang sepadan dengan superhero tersebut. Konsep David vs Goliath terpancar kuat dengan pemilihan karakter antagonisnya dan menambah keseruan dari film.

Civil War bukan hanya sekedar perang hashtag dan gambar di sosial media ataupun menghitung berapa lama waktu Spiderman tampil. Film ini mampu memberikan pendekatan yang manusiawi kepada pahlawan super dengan sedikit mengurangi unsur fantasi dan mendekatkan diri dengan realita. Dengan pendekatan seperti itu Civil Wars menjadi sebuah penyegaran akan film superhero yang semakin membosankan karena disuguhi berkali-kali. Langkah back to basic yang dipakai oleh Russo bersaudara sudah tepat untuk membuat Civil Wars hidup dan menjadi suguhan yang berbeda diantara gelombang film fantasi. Mungkin satu judul lagu dari Manic Street Preachers bisa melambangkan keseluruhan Civil Wars yaitu “It’s Not War, Just The End of Love”

8/10

Leave a Reply