ANIME REVIEW: AO NO KANATA NO FOUR RHYTHM (AOKANA)

AO NO KANATA NO FOUR RYHTHM (AOKANA)
GONZO, 2016
Genre: Drama, School, Sports, Sci-Fi

[HorribleSubs] Ao no Kanata no Four Rhythm - 02 [480p].mkv_snapshot_07.16_[2016.04.06_20.23.09]
Muncul lagi novel visual yang diadaptasi menjadi sebuah anime dan kali ini game eroge buatan sprite bernama Ao no Kanata no Four Rhythm atau AoKana mencoba peruntungannya dalam medium anime. Novel visual  buatan sprite ini telah dirilis pada platform Windows pada 28 November 2014. Adaptasi animenya dikerjakan oleh Gonzo dan sudah tayang dari Januari 2016 kemarin sampai Maret 2016 kemarin.

[HorribleSubs] Ao no Kanata no Four Rhythm - 06 [480p].mkv_snapshot_08.30_[2016.04.12_21.20.46]

AoKana mengambil tema awal yang cukup simpel yaitu bagaimana manusia bisa terbang di udara dengan bebas, untuk bisa melakukan hal tersebut ada sebuah teknologi sepatu anti-gravitasi bernama Grav-Shoes. Teknologi ini membuat pemakainya bisa melayang di udara dan menjadi cikal bakal sebuah olahraga baru bernama Flying Circus dimana peserta harus adu cepat dan adu strategi untuk memenangkan pertandingan. Asuka Kurashina adalah murid baru di SMA Kunahama dan ingin sekali terbang bebas dengan Grav-Shoes, untuk itu dia mengikuti Flying Circus walau sebelumnya dia tidak punya dasar apa-apa tentang olahraga tersebut. Dalam perjalanannya Asuka bertemu dengan Masaya Hinata yang menjadi pelatih serta Misaki Tobisawa dan Mashiro Arisaka yang menjadi rekan satu timnya.

[HorribleSubs] Ao no Kanata no Four Rhythm - 06 [480p].mkv_snapshot_06.30_[2016.04.12_21.19.27]

Sudah banyak novel visual terutama eroge yang diapdatasi menjadi sebuah serial anime dan kebanyakan berakhir dengan sebuah kisah romance yang berakhir ke pemilihan siapa yang memenangkan hati si protagonis utamanya. Namun adaptasi anime dari eroge AoKana tidak memilih menjadi seperti itu dan mengambil jalan cerita sendiri. AoKana sadar bahwa medium novel visual dan anime berbeda, versi anime AoKana hanya bercerita tentang seorang Asuka yang ingin bersenang-senang dengan pengalaman barunya yaitu berkomeptisi dalam olahraga Flying Circus dan tidak ada bumbu romance atau pemilihan gadis terbaik dalam anime ini yang dapat membahayakan jalan cerita secara kesuluruhan. Ketiadaan hal tersebut membuat AoKana menjadi fokus untuk menceritakan tentang olahraga Flying Circus yang disertai dengan kehidupan sehari-hari yang ada di karakter ini. AoKana juga menjabarkan apa itu Flying Circus secara jelas dan permainannya sendiri cukup menarik untuk ditonton meski beberapa stereotip anime sport terkadang muncul.

[HorribleSubs] Ao no Kanata no Four Rhythm - 06 [480p].mkv_snapshot_16.58_[2016.04.12_21.21.10]

Adaptasi anime AoKana mencoba hal yang terbilang cukup berani karena merubah sudut pandang serta menggeser karakter yang akan menjadi pusat dari cerita. Cerita dimulai dan terpusat dari Asuka yang notabene merupakan protagonis perempuan disini bukan dari Masaya yang merupakan protagonis laki-laki seperti kebanyakan eroge, hal ini membuat pengambilan sudut pandang dalam penceritaan dari adaptasi anime AoKana berbeda dari tipikal adaptasi anime dari eroge kebanyakan.

[HorribleSubs] Ao no Kanata no Four Rhythm - 10 [480p].mkv_snapshot_00.49_[2016.04.12_21.17.22]

Meskipun cara penyampaian dari AoKana berbeda dan anti-mainstream dengan adaptasi eroge kebanyakan, plot yang diberikan tidak seberani langkah yang mereka ambil. Cerita yang disampaikan dalam anime ini gampang ditebak dan cenderung klise dengan berbagai elemen yang sudah diterapkan dalam anime lain. Cerita yang ada dalam AoKana cenderung “lurus-lurus saja” tanpa ada sesuatu yang wah dalam penceritaan. AoKana memang ingin menghindari beberapa stereotip eroge disini tetapi karena memang original materialnya berasal dari eroge membuat cerita animenya menjadi standar dan sedikit mengambil lahan dari genre slice of life. Pengembangan karakter juga berjalan apa adanya, karakter yang ada juga sudah banyak bermunculan di berbagai macam anime lain seperti si optimis yang selalu pantang menyerah, si pesimis dan si misterius.

aokana header1

Hal yang menjadi daya tarik dari AoKana tentunya adalah gadis yang muncul dalam anime ini, AoKana menghilangkan pakem yang muncul di novel visualnya sehingga peran heroine yang muncul terkesan natural tanpa ada tendensi untuk menggoda karakter protagonis laki-lakinya untuk membuat karakter tersebut hidup. Mereka adorable karena memang sifat mereka seperti itu tanpa harus bergantung dengan protagonis laki-lakinya untuk mengetahui betapa menariknya mereka di mata penonton.

AoKana memang tidak memberikan sesuatu yang menjanjikan di awal cerita dan itu menjadi salah satu hal yang  membuat penonton nyaman untuk menonton anime ini sampai selesai terutama bagi para pencari waifu musiman karena ceritanya yang lebih menitikberatkan ke slice of life campur sports drama. Cara ini memang membuat AoKana seolah main aman karena tidak bisa mengeksplorasi cerita lebih dalam lagi, wajar jika mereka memilih cara aman tersebut karena membuat cerita yang berbeda dari original material saja sudah cukup berisiko.

[HorribleSubs] Ao no Kanata no Four Rhythm - 04 [480p].mkv_snapshot_06.03_[2016.04.12_21.14.02].jpg

AoKana adalah salah satu tontonan yang memang tidak wow tetapi juga tidak jelek, boleh dikatakan anime ini masuk dalam kategori yang enjoyable karena kontennya tidak berat juga tidak ringan. AoKana juga berhasil keluar dari stereotip yang ada di novel visualnya dan muncul dengan sesuatu yang baru dalam animenya, sebuah hal yang sangat jarang dilakukan oleh novel visual yang diadaptasi menjadi anime meski hasilnya terlalu generik. Adaptasi anime dari AoKana bergerak sangat simpel meski terdengar klise dengan langkah yang berani serta fleksibel sama seperti filosofi dari Flying Circus dalam serial ini.

[HorribleSubs] Ao no Kanata no Four Rhythm - 07 [480p].mkv_snapshot_10.24_[2016.04.12_21.15.52]

7/10

4 thoughts on “ANIME REVIEW: AO NO KANATA NO FOUR RHYTHM (AOKANA)

  1. Nice review yo (y)

    Aku yakin ni versi anime enjoyable, sayangnya aku pikir nih karakter-karakternya pada “hiper” terutama Asuka, kupikir kurang cocok buat aku yang hendak “rehab” dari dunia 2D. Jangan salah, aku gak benci dunia 2D, tapi orang2 bilang aku ini ke-kartun-kartunan, ini jelas gak bisa diterima sama kebanyakan orang di lingkunganku. Jadi aku mulai mengurangi tontonan kartun yang orang-orangya hiper… :/ (eh kok malah curhat)

    yep aku juga kaget kok fokusnya malah ke Asuka, bukan si Masaya…

    Btw, apa kau main VN juga? 🙂

Leave a Reply