ALBUM REVIEW: ZAYN – MIND OF MINE

ZAYN MIND OF MINE

ZAYN
Mind of Mine
RCA, 2016
Genre: Alternative Pop, Alternative R&B, Alternative Soul

Menjadi seorang anggota boyband terkenal seperti koin bermata dua, di satu sisi ia senang karena mendapat kepopuleran dengan mengikuti arahan produser atau pencipta lagu di satu sisi ia bosan karena ingin menciptakan album solo tanpa melihat status good boy dari image boyband terdahulu. Sudah banyak kasus solois pria yang lebih terkenal daripada boyband nya sendiri seperti Robbie Williams dari Take That dan Justin Timberlake dari N’Sync. Setelah keduanya lepas dari boyband dan memilih jalur musik yang lebih dewasa mereka berhasil mendapat kepopulerannya sendiri tanpa melihat grup terdahulunya.

Zayn Malik atau Zayn ingin mencoba hal yang sama dan memilih untuk hengkang dari One Direction, dia meninggalkan empat orang temannya pada tahun lalu dan sudah merencanakan proyek album solonya tidak lama setelah ia keluar. Zayn yang terkenal sebagai bad boy dalam 1D mencoba peruntungannya di industri musik dengan menempuh jalur musik yang sedang menjadi perhatian para ABG saat ini yaitu alternative pop dan alternative R&B hal itu tertuang pada debut album nya yang berjudul Mind of Mine. Album ini diposisikan sebagai saingan dari album alternative pop/R&B/soul yang sedang menjadi buah bibir akhir-akhir ini seperti Blue Neighborhood dari Troye Sivan dan tentunya Justin Bieber dengan Purpose.

Untuk bisa bersaing maka Zayn bekerjasama dengan produser Malay yang telah membentuk salah satu album paling berpengaruh dalam lima tahun terakhir yaitu Channel Orange milik Frank Ocean. Maka dari itu tidak heran konten dari album ini tidak jauh dari sound alternative soul/R&B seperti single pertamanya yang sukses mengubah citra orang terhadap dia yaitu “Pillowtalk” yang bercerita tentang keganasan di ranjang dengan beat downtempo namun masih menghentak sehingga tidak heran lagu ini menjadi jawara di Amerika dan Inggris, momen ajaib di album ini ada di “It’s You” dimana Zayn menumpahkan emosinya dan powernya. “Befour”adalah sebuah pernyataan dari dia bahwa orang harus menerima gaya bermusiknya yang baru sambil mencoba bermain di ranah funk yang minimalis. “TIO” dan “Lucozade” mengambil sari dari synthpop dan deep house. “Intermission: Flower” sedikit bernuansa psychedelic, mungkin karena faktor bahasa yang digunakan Zayn untuk lagu ini yaitu bahasa Urdu. Dia juga mencoba lirik yang lebih dewasa seperti album “She” yang bercerita tentang penari stripper di sebuah klub malam dan “Borderz” yang berisi tentang one night stand. “Fool For You” yang merupakan track soul murni dibawakan dengan mindset Sam Smith dan “Wrong” yang berkolaborasi dengan Kehlani terasa terlalu pop.

Tidak serta merta semua materi album ini menjadi bagus karena Zayn memilih jalur anti-mainstream pop, semakin lama mendengar album ini maka semakin terlihat betapa repetitifnya album ini karena Zayn dan produsernya memilih pattern beat yang hampir sama di hampir setiap lagu sehingga tidak ada improvisasi yang berarti dari segi tema malah di beberapa lagu penampilan Zayn tidak sebanding dengan beat downtempo yang muncul. Hal tersebut membuat beberapa bagian di album ini missed. Materi di album ini juga terjebak di antara edgy dan catchy.

Memang benar jika Zayn sudah keluar dari zona nyamannya dan membuktikannya lewat album perdananya yang berisi materi yang dikatakan cukup berat untuk musik mainstream pop dan sudah bisa lepas dari image boyband. Namun jika dia ingin fokus untuk menjadi musisi yang edgy dan berbeda dari musik pop kebanyakan maka dia harus belajar lebih banyak lagi di album keduanya.

5/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. MiNd Of MiNdd (Intro)
    2. PILLOWTALK
    3. iT’s YoU

    4. BeFoUr
    5. sHe
    6. dRuNk
    7. INTERMISSION: fLoWer
    8. rEaR vIeW
    9. wRoNg (featuring Kehlani)
    10. fOoL fOr YoU
    11. BoRdErZ
    12. tRuTh
    13. lUcOzAdE
    14. TiO

 

Leave a Reply