ANIME REVIEW: OSOMATSU-SAN

OSOMATSU-SAN
STUDIO PIERROT, 2016
GENRE: Comedy, Parody

osomatsu-3

Adaptasi anime dari Osomatsu-kun adalah sebuah fenomena yang terjadi di Jepang. Anime yang mengambil ceritanya dari manga buatan Fujio Akatsuka ini sukses menjadi tontonan terpopuler pada era 1960an, berbagai macam catchphrase dan gaya yang ada di anime ini hampir diikuti oleh semua orang seperti ~dayon, ~darou dan yang paling terkenal pastinya adalah gerakan Iyami yang mengangkat sebelah kakinya dan menaruh tangannya di dahi sambil berteriak “Sheehhh!!!!”, gaya Iyami sendiri pernah ditiru oleh John Lennon saat The Beatles sedang bertandang ke Jepang. Kepopuleran Osomatsu tidak berhenti sampai di generasi 60an tapi berlanjut ke generasi 80an yang menempatkan Iyami sebagai karakter utamanya. Dengan semua kepopulerannya dan pengaruhnya dalam budaya pop Jepang Osomatsu-kun adalah salah satu bukti kepopuleran anime komedi di era Showa atau era Jepang sebelum 1989.

osomatsu-2

Untuk menyambut hari jadi dari Aktasuka-sensei yang ke-80 Osomatsu-kun dicoba dihidupkan kembali dalam era serba streaming dengan bantuan sutradara Gintama yaitu Yoichi Fujita. Tentunya ada hal yang harus diubah agar Osomatsu bersaudara tidak terkesan ketinggalan jaman dan merubah image komedi jadul yang sudah melekat. Untuk menjawab tantangan dari dunia modern, Osomatsu tidak lagi digambarkan sebagai enam bocah tetapi enam pemuda yang masuk dalam golongan NEET atau golongan orang-orang yang tidak bekerja, tidak sedang menempuh pendidikan dan tidak dalam proses pelatihan dan mengganti judulnya dari –kun menjadi –san karena mereka sudah besar dan tidak cocok untuk dipanggil –kun. Mereka juga mempunyai kepribadian yang berbeda ada si sulung Osomatsu yang selalu dianggap sampah, Choromatsu yang merupakan seorang wota akut dan penyembah idol serta gravur, Karamatsu yang sok flamboyan, Ichimatsu yang super pendiam dan cinta akan kucing, Jyushimatsu yang selalu melakukan hal di luar nalar dan si genit tapi licik Todomatsu. Mereka masih menyukai Totoko yang dirubah menjadi seorang idol wannabee dan mempunyai sifat lain yang barbar.

osomatsu-8

Serial ini tidak hanya memodif karakter utamanya saja tapi karakter lainnya yang identik dengan lelucon jadul dirubah sedikit tanpa melupakan trademark dan imbuhan akhir di setiap omongan yang mereka keluarkan seperti –dayon, -dajo, -zansu dan masih banyak lagi. Hal ini membuat Osomatsu menjadi unik karena mereka masih bisa mempertahankan ciri khas mereka tanpa takut terdengar “tua”, tentunya hal tersebut dapat dilakukan karena semua karakter disini dibuat dengan mengikuti trend dan target penonton mereka. Karakter di anime ini saling mengisi satu sama lain untuk mencapai puncak kelucuan di setiap adegan.

osomatsu-4

Osomatsu-san juga berpikir lebih modern dari segi penyampaian komedi dan cerita, komedi dalam anime ini disampaikan dengan gaya sketch atau sketsa ala program komedi internasional seperti Saturday Night Live atau Spongebob Squarepants, jadi jangan heran jika dalam beberapa episode Osomatsu tidak mempunyai plot yang jelas dan runut bahkan sampai di episode ending yang harusnya menjadi perpisahan dan penutup cerita mereka buat sebagai ajang lucu-lucuan.

Terkadang dalam satu episode saja mereka bisa menjadi apapun dan memarodikan apapun. Serial ini memarodikan banyak hal dari kultur pop seperi Saw, Love Live, UtaPri, Spiderman, Anpanman, Space Oddyssey, Mad Max, Attack On Titan, Crow Zero, Peter Pan, anime olahraga, film kung-fu, dongeng, drama Jepang dan masih banyak lagi referensi pop kultur yang dieksekusi dengan baik dan mampu menimbulkan tawa lepas terutama bagi orang yang mengerti. Saking banyaknya parodi, episode 1 dan 3 anime ini ditarik oleh pasaran karena masalah hak cipta.

osomatsu-7

Mereka bukan saja memarodikan kultur pop saja tetapi juga memarodikan dan menyindir kehidupan sosial yang terjadi di masyarakat modern contohnya adalah ketika mereka dibuat menjadi perempuan dan membuat komedi seputar kehidupan perempuan. Mereka juga menangkap fenomena sosial seperti pacar yang bisa disewa, konsumerisme barang-barang yang berkaitan dengan idol, self-awareness dan masih banyak lagi. Osomatsu-san juga menyampaikan kritik terhadap kedewasaan serta perusahaan yang bergaya sweatshop dengan gaya satir dan komikal.

osomatsu-9

Osomatsu juga bukan hanya sekedar komedi yang siap membuat rahang nyeri atau perut sakit karena lelucon slapstick, cukup banyak momen drama yang bisa membuat haru biru penontonnya karena diolah dengan baik sehingga momennya pas. Anime ini juga tepat untuk memilih jalur episodik dimana cerita biasanya tidak berkaitan dengan episode sebelumnya.

Semua cara dan strategi yang diterapkan pada Osomatsu yang baru ini sukses untuk menjaring penonton muda bahkan penggemar anime ini lebih banyak perempuan daripada laki-laki (berkat versi ganteng dari mereka). Anime ini sadar bahwa karya mereka akan ditonton oleh semua orang di seluruh dunia maka dari itu format komedi yang mereka buat juga mengikuti gaya comedy show yang siap untuk dipasarkan ke luar dan menceritakan apa yang sedang terjadi di Jepang dengan gaya tutur yang komikal. Hal tersebut semakin menguatkan pengaruh serial Osomatsu di Jepang dan menjadi pengenalan yang bagus kepada serial Osomatsu untuk penonton non-Jepang.

osomatsu-10

Adaptatif, baru dan segar adalah kunci dari anime ini. Osomatsu-san bukan hanya sekedar tontonan yang dibuat hanya untuk mengeruk keuntungan dari anime yang sudah mendapat status legendaris di Jepang, lebih dari itu anime ini menawarkan sajian komedi yang terbilang cukup langka untuk diikuti oleh anime komedi sekalipun. Dengan mendekatkan dan membuka diri terhadap hal baru Osomatsu berhasil merevitalisasi image mereka menjadi sebuah produk baru dan berhasil menjaring penggemar baru yang butuh komedi segar namun juga menyindir dalam waktu yang bersamaan. Osomatsu-san adalah sebuah karya yang akan membuat Akatsuka-sensei tersenyum di sana karena warisannya berhasil dikelola dengan baik oleh generasi sekarang.

osomatsu-11

9/10

Leave a Reply