ALBUM REVIEW: NICO TOUCHES THE WALLS – YUUKI MO AI MO NAI NANTE

NICO Touches the Walls - 勇気も愛もないなんて

NICO TOUCHES THE WALLS
YUUKI MO AI MO NAI NANTE
KI/OON, 2016
Genre: Alternative Rock, Pop Rock, Indie Rock

Ada dua hal menarik dari album terbaru kuartet indie rock/power pop asal Jepang ini, Nico Touches The Walls memberikan judul “Yuuki mo Ai mo Nai Nante” atau “Tidak Punya Keberanian Serta Cinta” untuk album barunya. Album keenam ini juga mengambil gambar ayam atau chicken sebagai sampul album, chicken sendiri dalam bahasa gaul Amerika bermakna pecundang atau penakut. Dua hal tersebut seolah mengatakan bahwa mereka tidak punya keberanian dan menjadi lemah namun mereka juga ingin mengatakan bahwa menjadi lemah bukanlah hal yang negatif justru dapat menjadi kekuatan tersendiri karena mendapat respek sambil terus belajar untuk menjadi kuat, setidaknya hal itu tercermin dalam materi yang ada di album ini.

Album keenam mereka didominasi oleh sound alternative rock yang ringan dan tidak terlalu mengandalkan banyak distorsi yang semarak seperti album mereka sebelumnya. Mereka masih terngiang-ngiang dengan album akustik yang mereka buat tahun lalu sehingga tidak heran banyak unsur akustik tertuang dalam album ini seperti pada “Usotsuki” dan “Boogie Woogie Luty” yang juga dibumbui dengan soul. Band ini hanya memberikan lima lagu baru di album terbarunya, selain dua lagu yang sudah disebut tiga lagu baru di album ini dieksekusi tanpa harus terlihat gagah dengan deru gitar yang mengaung. “Filolog” adalah Bombay Bicycle Club ketika mencoba memasukkan akapela dengan efek synth yang besar di awal lagu. Indie rock yang ringan muncul pada “AQ Licence” “Yuuki mo Ai mo Nante nai” menghidupkan kembali suasana Britpop yang jangly.

Lagu yang sudah muncul sebagai single melengkapi lagu baru yang ada di album ini seperti nomor power pop pada “Massugu na Uta”, “Tenchi Gaeshi” memainkan alunan music folk-punk, “Niwaka Ame ni mo Makezu” dan “Rawhide” bermain di zona alternative rock yang ringan dan tentunya catchy. Ada dua lagu yang cukup menonjol di album ini yang pertama adalah “Uzu no Uzu” dimana mereka memadukan surf rock dan garage rock sehingga muncul track yang cepat dan berisi serta “Tokyo Dreamer” yang electric karena memasukkan drum machine dengan tatanan music new wave serta dance rock.

Nico Touches The Walls wants to keep it simple and light, mereka tidak ingin bermain terlalu keras dan terlalu berani dalam album ini namun hal tersebut justru menjadi kekuatan terbesar di album ini. Nada-nada alternative rock yang simpel dan tidak banyak efek membuat materi di album ini spesial serta enak didengar, mereka dapat mengubah “kelemahan” dalam genre musik yang mereka jalani menjadi sebuah rasa yang baru dalam musik mereka. Sebuah album pop rock yang solid.

8/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. Filolog「フィロローグ」
  2. Tenchi Gaeshi (Album Mix) 「天地ガエシ」
  3. Massuguna Uta (Album Mix) 「まっすぐなうた」
  4. AQ Licence 「エーキューライセンス」
  5. Boogie Woogie Luty 「ブギウギルティ」
  6. Rawhide (Album Mix) 「ローハイド」
  7. Usotsuki 「ウソツキ」
  8. TOKYO Dreamer (Album Mix)
  9. Uzu to Uzu (Album Mix) 「渦と渦」
  10. Niwaka Ame ni mo Makezu (Album Mix) 「ニワカ雨ニモ負ケズ」
  11. Yuuki mo Ai mo Nai nante 「勇気も愛もないなんて」

Leave a Reply