MOVIE REVIEW: BAKEMONO NO KO (THE BOY AND THE BEAST)

bakemono no ko 5

BAKEMONO NO KO (THE BOY AND THE BEAST)
Sutradara: Mamoru Hosoda
Pengisi Suara: Kouji Yakusho, Shota Sometani, Aoi Miyazaki, Suzu Hirose, Yo Oizumi, Mamoru Miyano, KappeiĀ  Yamahguchi,
STUDIO CHIZU, 2015

Mamoru Hosoda adalah salah satu sutradara animasi Jepang yang paling berpengaruh di era millennium ini. Ketiga filmnya yang berjudul Toki o Kakeru Shoujo (The Girl Who Leapt Through Time), Summer Wars dan Ookami Kodomo no Ame to Yuki (Wolf Children) berhasil meraup keuntungan yang banyak serta membawa pulang piala pada ajang tertinggi perfilman Jepang bernama Japan Academy Prize untuk film animasi terbaik. Bukan hanya diapresiasi oleh negaranya sendiri, film-film Hosoda juga diapresiasi di luar Jepang dan mendapat tanggapan positif dari media dan penonton internasional. Setelah berkutat dengan tema perpindahan waktu, kita melawan dunia dan hubungan antara ibu, sutradara ini kembali mengeluarkan film terbarunya yang berjudul Bakemono no Ko atau The Boy and The Beast yang telah dirilis pada 11 Juli 2015 di Jepang.

bakemono no ko 4

Bakemono no Ko bercerita tentang seorang anak bernama Ren yang baru saja ditinggalkan oleh ibunya yang sudah tinggal bersamanya setelah orang tuanya bercerai. Tanpa mengetahui kabar dari sang ayah dan menolak untuk tinggal dengan walinya, Ren berlarian di jalanan Shibuya sambil mengucapkan sumpah serapah kepada manusia. Setelah berlarian kesana kemari Ren tidak sengaja masuk ke dunia binatang dimana para hewan bertingkah layaknya manusia, di dunia tersebut Ren bertemu dengan Kumatetsu yang sedang berusaha untuk menjadi Dewa Binatang yang baru. Untuk mendapatkan gelar tersebut Kumatetsu harus mempunyai seorang murid yang harus dilatih, Ren mau menjadi murid Kumatetsu dan dia merubah nama Ren menjadi Kyuuta. Kyuuta harus menjadi murid dari seorang guru yang serampangan dan liar namun semakin hari mereka semakin akur dan saling belajar satu sama lain.

bakemono no ko 2

Kali ini Hosoda seolah terobsesi dengan The Karate Kid dalam proses pembuatan Bakemono no Ko. Banyak sekali unsur The Karate Kid yang muncul dalam film ini seperti seorang anak yang ingin menjadi lebih kuat dan dipertemukan dengan seorang guru yang awalnya ia tidak percayai bisa membimbing dia, guru yang bersaing dengan guru lainnya sambil mendapat sebuah fakta bahwa murid dari guru rivalnya mempunyai ilmu hitam dan pada akhirnya sang guru memberikan jurus terampuhnya kepada muridnya untuk melawan si antagonis. Semua hal tersebut dapat ditemukan dalam karya terbaru Hosoda dan hal tersebut menjadi sebuah bumerang. Bagian awal film ini memang menyajikan originalitas terutama bagian dimana hubungan antara Kumatetsu dan Kyuuta bukan seperti guru dengan murid yang hirarki tetapi seperti sahabat yang saling belajar satu sama lain. Sayangnya originalitas tersebut hanya sebatas pada pengenalan cerita dan karakter karena plotnya sendiri tidak jauh berbeda dengan plot film silat antara guru dan murid.

Bakemono-No-Ko 3

Interaksi antara Kumatetsu dan Kyuuta yang intens menolong film ini. Pengembangan kedua karakter utama dibawakan dengan halus dan rapi. Hosoda mencoba mengembangkan karakter yang mempunyai sifat negatif negatif menuju positif positif dan menghasilkan unsur dramatis yang pas ketika kedua karakter ini terpisah satu sama lain. Dia juga belajar banyak dari The Jungle Book terutama pada bagian interaksi antara manusia dengan hewan yang dimanusiakan. Film ini juga menampilkan interaksi antar manusia dengan porsi yang tidak terlalu banyak sehingga cerita Kyuuta yang kebingungan untuk memilih hidup di dunia manusia atau di dunia binatang menjadi menarik untuk diikuti. Layaknya film Hosoda yang lain, animasi Bakemono no Ko detail, mulus serta colorful.

Bakemono no Ko bukanlah karya Hosoda yang terbaik, keunikan dan originalitas dari cerita yang selalu ia bawakan tidak tercermin dengan jelas dalam film ini. Hosoda seolah terjebak dengan tema yang ia bawakan dalam film ini karena tema yang ia pilih sudah banyak dipakai di banyak film sehingga kesan stereotip muncul. Meski begitu dia masih menyimpan ruang untuk berimprovisasi dengan tema generic tersebut dan itu cukup membantu menjaga penonton agar terus melihat film ini. Taburan magis yang dia berikan untuk film ini memang sedikit tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali, sama seperti Bakemono no Ko meskipun generik namun tetap nyaman ditonton.

6/10

One thought on “MOVIE REVIEW: BAKEMONO NO KO (THE BOY AND THE BEAST)

Leave a Reply