ALBUM REVIEW: THE 1975 – I LIKE IT WHEN YOU SLEEP, FOR YOU ARE SO BEAUTIFUL YET SO UNAWARE OF IT

44873-i-like-it-when-you-sleep-for-you-are-so-beautiful-yet-so-unaware-of-it
THE 1975
I LIKE IT WHEN YOU SLEEP, FOR YOU ARE SO BEAUTIFUL YET SO UNAWARE OF IT
DIRTY HIT/POLYDOR/UNIVERSAL, 2016
Genre: Pop, Synthpop, Indie Pop, New Wave, Funk Rock, Ambient

The 1975 selalu bermain dengan citra yang menjadi identitas utama mereka di setiap karyanya. Pada album pertama mereka mengusung citra hitam putih dan dipakai dalam foto promosi, media sosial dan sampul album mereka. Album pertama mereka juga berisikan materi alternative rock kekinian yang disukai oleh para remaja (khususnya perempuan) yang doyan bermain Tumblr ditambah lirik emo sehingga band ini sukses menjadi buah bibir di kalangan ABG dunia berkat citra mereka. Mereka juga disandingkan dengan Halsey dan Troye Sivan sebagai musisi untuk anak remaja menengah yang selalu menggunakan Snapchat namun ingin terlihat edgy dan tidak ingin disebut sebagai anak pop.

Setelah sukses membuat remaja berteriak “OMG, Matthew Healy is my idol” mereka merilis album kedua mereka yang mempunyai 71 karakter dalam judulnya dan mengubah citra mereka dari hitam putih menuju terangnya lampu neon berwarna merah muda yang menggambarkan narasi dan konten album secara keseluruhan.

Citra yang ditampilkan oleh The 1975 pada album keduanya adalah citra 80an dimana musik new wave dengan dandanan serba glamor menjadi image yang lumrah di dunia hiburan pada saat itu dan itu tercermin di album ini. Dimulai dari single pertama mereka yaitu “Love Me” yang menyajikan funk liar seperti Talking Heads dalam “Burning Down The House” dan mencibir narsisme selebritis, “Change of Heart” adalah track yang hilang dari era synthpop 80’an, Healy meliuk-liuk dalam perbincangan antar ras dalam “She’s American”, “If I Believe You” dibawakan dengan gaya blue eyed soul dengan beat alternative R&B. “This Must Be my Dream” adalah track yang cocok untuk Tears for Fears dalam album “Songs From The Big Chair”, “Paris” membuai dengan sound era New Romantics dan indie pop. Mereka juga dengan tajam mencibir gaya hidup yang penuh dengan hedonisme serta peran media yang mendukung hal tersebut dalam “Loving Someone” yang merujuk kepada tulisan Gay Debord dalam nada ala Prince.

Album ini juga memuat keambisiusan mereka dalam menciptakan album pop yang unik seperti track ambient ala Boards of Canada dalam “Please Be Naked”, “The Ballad of Me and My Brain” bergema dalam pop yang ambisius dengan vokal emo sambil berkelakar tentang hilangnya akal sehat dengan mengambil sudut pandang dari si otak. “Lostmyhead” yang terinspirasi dari dengungan noise dari My Bloody Valentine dalam perspektif modern dan membuat theme song untuk alam mimpi pada “I Like It When You Sleep, for You Are So Beautiful Yet So Unaware of It”.

Tidak sepenuhnya mereka mengambil jalur eksperimental yang ambisius, mereka masih memasukkan nomor pop dalam “UGH!” yang bermain dengan pattern drum ala deep house sambil bercerita tentang materialisme dan “The Sound” yang club ready dengan gaung indie pop. “Nana” dan “She Lays Down” adalah track akustik yang lembut dan cocok untuk menutup album.

Mereka mengemas album barunya kedalam 17 lagu dengan total durasi sepanjang 73 menit. Lagu yang banyak serta durasi yang panjang bukan tanpa alasan, The 1975 tahu betul bahwa pasar mereka adalah anak muda yang biasanya hanya mendengar satu dua track dan jarang mendengarkan album secara keseluruhan dan mereka mencoba menantang pendengarnya dan musik pop saat ini dengan album barunya. Musikalitas mereka juga sangat berkembang dari album pertama mereka dengan memasukkan banyak hook yang adiktif serta ambisius dengan fundamental musik 80an yang sangat kuat. Materi di album ini banyak menggambarkan ironi dari popularitas mereka yang raih selama tiga tahun terakhir lewat album pertamanya dan bagaimana mereka berjuang dengan popularitas mereka. Pengalaman tersebut mereka lontarkan bukan dengan musik yang keras dengan pengaruh emo namun mereka menggunakan musik pop sebagai wadah untuk menyampaikan maksud mereka sehingga album ini seperti menertawakan ironi yang mereka jalani sebagai band pop. Citra 80’s dengan berbagai macam warnanya yang mereka usung dibawakan dengan sangat baik dan terus terjaga dari awal sampai akhir. Lewat album ini The 1975 berhasil membuat album pop yang mempunyai potensial untuk menjadi hits di kalangan anak muda tanpa harus terdengar sok pintar dan ambisi mereka untuk melawan kemapanan dalam musik pop berhasil mereka tuangkan dalam album keduanya.

8/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. The 1975
  2. Love Me
  3. UGH!
  4. A Change of Heart
  5. She’s American
  6. If I Believe You
  7. Please Be Naked
  8. Lostmyhead
  9. The Ballad of Me and My Brain
  10. Somebody Else
  11. Loving Someone
  12. I Like It When You Sleep, for You Are So Beautiful Yet So Unaware of It
  13. The Sound
  14. This Must Be My Dream
  15. Paris
  16. Nana
  17. She Lays Down

Leave a Reply