ALBUM REVIEW: MAN WITH A MISSION – THE WORLD’S ON FIRE

mwam twos

MAN WITH A MISSION
THE WORLD’S ON FIRE
SME RECORDS/SONY MUSIC INDONESIA, 2016
Genre: Alternative Rock, Pop Punk, Electronic Rock, Rap Rock, Nu-Metal

Ada suatu kesamaan antara One OK Rock dan Man With A Mission, mereka sama-sama dari Jepang, sama-sama memainkan musik pop punk, sama-sama menggabungkan lirik berbahasa Inggris dan Jepang ke dalam satu lagu, dan sama-sama meraih popularitas di luar negara asal mereka. Tetapi perbedaan yang paling ketara dari Man With A Mission adalah mereka memakai topeng serigala dan menggabungkan electro serta rap ke dalam musik mereka. Setelah menunggu dua tahun band yang diawaki oleh Kamikaze Boy, Tokyo Tanaka, Jean-Ken Johnny, DJ Santa Monica dan Spear Rib ini merilis album keempatnya berjudul “The World’s On Fire” pada 10 Februari 2016 dengan memasukkan lagu yang pernah menjadi soundtrack anime Nanatsu no Taizai dan Gundam Iron Blooded Orphans.

MWAM menunjukkan kekuatan mereka dalam mengguncang telinga pendengar lewat album keempat mereka. Mereka memainkan nomor pembuka “Survivor” dengan balutan rap rock dan sangat cocok menjadi pembuka konser. Jika Kasabian bermain di ranah melodic hardcore maka hasilnya adalah “Waiting for the Moment”. Pop punk mereka hadirkan dalam “Dive”.“Raise Your Flag” adalah track arena rock yang mampu membawa tema Gundam ke dalam album ini sehingga lagu ini terdengar ikonik dan siap untuk menjadi nomor pemecah di konser mereka. Mereka mencoba manuver modern rock seperti Foo Fighters dalam “Give It Away” sambil bernyanyi “Here’s my work/masturbating like a jerk”. Mereka bermain dengan gaya punk rock anthemic ala Green Day sambil menyanyikan lirik anti-image dalam “Mirror Mirror”. Kolaborasi dengan Zebrahead yang menjadi soundtrack untuk Mad Max: Fury Road rilisan Jepang “Out of Control” hanya membawakan bagian terbaik dari genre nu-metal.

MWAM tidak terjebak dengan musik yang keras saja, mereka mampu mengeksekusi nomor-nomor medium dengan baik seperti dalam “The World’s On Fire” yang mempunyai unsur sosial yang kuat dan bisa dibawakan untuk menjadi nomor cooling down dalam konser mereka serta nomor mellow dalam “Wonderland”. Mereka juga bisa memainkan alternative rock yang anthemic dan siap mengguncang arena-arena besar dalam konser mereka dan ditunjukkan dalam “Seven Deadly Sins”, “Followers” dan “Far”. Track electropop berbalut nuansa EDM masa kini “Memories” menjadi semacam penyegar di album ini setelah dihajar dengan musik yang keras.

Dalam album keempatnya, lima serigala jadi-jadian ini dengan sebuah mindset yang besar yaitu semua lagu di album ini dapat dipakai untuk mengguncang arena konser sehingga album ini mempunyai unsur stadium rock dan arena rock yang kuat dibalik kemasan pop punk dan nu metal yang mereka usung. Produksi dan mixing di album ini dimaksimalkan untuk mencapai unsur big. Man With A Mission berhasil mentransfer energi yang mereka dapat ketika live performance ke dalam 13 track dalam album The World’s On Fire. Lagu di album ini begitu ambisius dan siap dipakai untuk menghentak panggung dimanapun karena antemik, enak didengar dan mempunyai banyak hook yang bisa dipakai untuk membuat aksi panggung mereka lebih hidup.

Mereka membuat sebuah pernyataan di album ini bahwa jika live performance mau seru dan menyenangkan maka materi yang dimainkan harus sudah siap untuk menggiring penonton kesana dan mereka telah berhasil menyatakannya dalam The World’s On Fire. You better prepared for this new album because they want to make the world’s on fire again with their kicking song and performance.

8/10

Album ini dirilis di Indonesia via Sony Music Indonesia

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. Survivor
  2. Waiting for the Moment
  3. Dive
  4. Raise Your Flag
  5. Followers
  6. The World’s On Fire
  7. Give It Away
  8. Seven Deadly Sins
  9. Mirror Mirror
  10. Memories
  11. Far
  12. Out of Control
  13. Wonderland

Leave a Reply