anti-rihana

ALBUM REVIEW: RIHANNA – ANTI

untitled-article-1444285161

RIHANNA
ANTI
WESTBURY ROAD, 2016
Genre: Pop, R&B, Contemporary R&B

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “anti” mempunyai makna melawan atau menentang dan kata tersebut dipakai Rihanna untuk menamakan album kedelapannya setelah album terakhirnya yang berjudul “Unapologetic” dirilis taun 2012. Dari kata tersebut Rihanna ingin album terbarunya menjadi sebuah perlawanan atau pertentangan dari karirnya sebagai bintang pop dengan membuat album yang berirama dark dan moody. Hal tersebut juga bisa dilihat dari cara ia mendistribusikan album ini dengan cara yang anti-mainstream, Rihanna membagikan Anti via Tidal dengan bantuan dana talangan dari Samsung senilai total penjualan 1 juta album Anti. Dalam album barunya dia juga memberikan kesan anti-popstar image dengan pemilihan artwork yang begitu bold.

Anti dibagi menjadi dua bagian dengan bagian pertama yang mengedepankan beat sintetis dan bagian kedua yang mengedepankan soul. Di bagian pertama album ini cukup  banyak hit & miss. “Consideration” membuka album dengan beat yang trippy dengan vokal reggae, “James Joint” mencoba bermain di ranah neo-soul namun sayangnya durasi lagu ini hanya berjalan satu menit sehingga tidak lebih hanya sekedar filler. Musik 90’s R&B sangat terasa dalam “Kiss It Better” dengan tambahan 808 beat dan Rihanna bermain dengan cukup lentur dengan hook yang pas. Single pertama dari album ini yaitu “Work” kurang begitu kuat dibandingkan dengan single Rihanna sebelumnya dan sangat mengikuti trend dengan tambahan vokal humming auto-tune yang cukup menganggu. “Desperado” mencoba old soul yang cukup berat dengan nuansa megah namun dieksekusi kurang baik oleh Rihanna. Rihanna ingin memainkan alternative R&B pada “Woo” namun sayangnya dia terlalu banyak mengambil beat dari Kanye West terutama di bagian manipulasi serta distorsi vokalnya. Track “Needed Me” dan “Yeah, I Said It” bermain di slow R&B dan tidak ada sesuatu yang spesial. Rihanna mencoba menarik pendengar baru dari kalangan anak hipster dengan membawakan ulang lagu Tame Impala berjudul “New Person, Same Old Mistakes” dalam “Same Ol’ Mistakes”, lagu ini terasa seperti Rihanna melakukan karaoke dengan lagu ini karena semua struktur lagu 100% sama dengan lagu aslinya dan tidak ada hal yang diubah atau diimprovisasi.

Bagian kedua dari Anti untungnya menolong album ini dari kebosanan. “Never Ending” bernuansa akustik dengan folk yang kental dan sendu. “Love On The Brain” adalah nomor soul yang terinspirasi Amy Winehouse dan vokal Rihanna terdengar sangat lembut namun bertenaga dan track “Higher” seolah menjadi upgrade dari track sebelumnya dengan vokal Rihanna yang mencapai puncak tertingginya namun sayang “Higher” bermain hanya dua menit. “Close To You” bermain di alunan slow jazz dan menutup perjalanan bagian kedua Anti dengan sangat baik hanya saja durasi paruh kedua Anti yang menjadi highlight di album ini malah berjalan kurang dari 15 menit.

Anti mempunyai citra yang kuat dari segi tampilan dan gimmick yang dia berikan dan isi album ini memang berbeda dari album dia sebelumnya bahkan jika komparasinya adalah album pop dari bintang pop, namun penolakan sebagai album pop tersebut malah menjadi batu sandungan bagi dia terutama di bagian pertama yang gagal untuk menunjukkan hal tersebut. Beat yang ada di lagu ini mentah dan dia tidak bisa menyajikan banyak hook yang menjadi kekuatan dia selama ini. Masalah durasi menjadi salah satu poin di album ini, terkadang track yang mempunyai potensial tertahan dengan durasi yang sangat singkat bahkan ada yang berjalan kurang dari 2 menit dan track yang terdengar biasa malah dipanjang-panjangkan. Dua single yang bisa menguatkan album ini seperti “FourFiveSeconds” dan “Bitch Better Have My Money” sayangnya tidak dimasukkan dan membuat daya gedor dari album ini berkurang.

Penggunaan kata Anti dalam album Rihanna yang terbaru memang tepat jika dilihat dari konten album yang benar-benar berbeda dari karya dia sebelumnya yang mengikuti selera pasar namun sayang musik yang ditawarkan di album ini belum cukup kuat untuk melawan selera pasar tersebut dan Rihanna seolah bingung karena materi “berat” di album ini tidak cukup kuat dan seperti senjata makan tuan dengan konsep awal album.

5/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. Consideration (feat. SZA)
  2. James Joint
  3. Kiss It Better
  4. Work (Feat. Drake)
  5. Desperado
  6. Woo
  7. Needed Me
  8. Yeah, I Said It
  9. Same Ol’ Mistakes
  10. Never Ending
  11. Love On The Brain
  12. Higher
  13. Close To You

Leave a Reply