MOVIE REVIEW: DEADPOOL

b4w8wlx

DEADPOOL
Sutradara: Tim Miller
Pemain: Ryan Reynolds, Morena Baccarin, Ed Skrein, T.J. Miller, Gina Carano, Brianna Hildebrand,  Stefan Kapičić
20th CENTURY FOX/MARVEL, 2016

“Please don’t make me green…..or animated”

Ryan Reynolds tahu jika dia mempunyai dosa besar kepada pecinta superhero ketika dia memerankan Hal Jordan dalam Green Lantern. Dosa yang dia lakukan adalah bermain dalam film superhero yang ceritanya menyerupai kebanyakan cerita superhero Marvel sebelum era Marvel Cinematic Universe a.k.a. Disney Marvel. Untungnya ia sadar akan hal itu dan mencoba menebus dosanya dan memainkan serta menjadi produser film antihero buatan Marvel yaitu Deadpool. Ryan Reynolds mencoba menebus dosanya dengan memainkan karakter yang banyak omong, lucu, sarkastik, kurang ajar, keren dan badass dalam satu paket seorang antihero.

Deadpool bercerita tentang Wade Wilson yang bekerja sebagai penyiksa bayaran yang bertugas melindungi remaja perempuan dari seorang penguntit. Semua berjalan lancer bagi Wade, punya teman yang setia, humoris dan mempunyai pacar yang cantik tetapi dia tidak menyadari bahwa kanker ganas sudah menyerang berbagai tubuhnya. Akhirnya Wade berniat untuk menyembuhkan kanker tersebut dengan bantuan seseorang bernama Ajax dan menjadi seorang mutan yang mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan dirinya sendiri meski dalam keadaan tertembak sekalipun. Hal ini membuat dia terpisahkan oleh orang yang dicintainya dan dia berusaha untuk merebut kembali apa yang telah hilang selama dia disiksa oleh Ajax.

deadpool-gallery-03-gallery-image

Plot yang disajikan dalam film ini memang terdengar sedikit klise yaitu tentang cinta dan balas dendam namun hal itu yang membuat film ini tidak ngelantur kemana-mana dan membuat penonton kembali fokus ke cerita awal setelah diajak becanda bersama Deadpool. Film ini berbeda dengan film superhero lainnya karena memang dari Deadpool sendiri mengatakan bahwa film ini tidak ramah untuk anak dibawah 13 tahun dan diberi rating R karena banyaknya darah, sex jokes dan black comedy yang mungkin tidak dapat dimengerti oleh penonton dibawah umur 13 tahun karena Deadpool tidak menampilkan bad vs. good dan menampilkan aksi balas dendam semata seperti gangster movie. Karena film ini tidak cocok untuk anak dibawah umur maka keran komedi Deadpool menjadi tidak terkendali ditambah dengan bumbu gore serta umpatan yang tidak terhitung jumlahnya.

Film ini sadar bahwa jualan utamanya adalah penonton yang mencari komedi segar maka Fox  menjawab hal tersebut dan memunculkan Deadpool sebagai film komedi berbalut action bukan action berbalut komedi seperti kebanyakan film superhero lakukan sehingga Deadpool muncul sebagai alternatif dari film superhero kebanyakan yang semakin kesini polanya makin bisa ditebak maka dari itu action yang diberikan oleh film ini tidak seheboh film superhero lainnya malah action di film ini membantu menciptakan situasi yang lucu. What’s the point of action when you’ve got awesome character like him. Film ini benar-benar memberikan usaha maksimalnya untuk mengocok perut dari mulai promosi yang dibuat lucu-lucuan sampai masuk ke bagian film di mana semuanya bisa menjadi komedi mulai dari penamaan kru di awal film sampai ke bagian yang paling ditunggu di film Marvel yaitu post-credit scene. Film ini mampu memanfaatkan hampir semua lini di genre komedi mulai dari geek jokes, black comedy, internet joke, meta-jokes, slapstick, action comedy sampai sex jokes. Tanpa tedeng aling-aling Reynolds menyentil semua orang yang pas dijadikan sasaran joke mulai dari karakter yang ada di film ini, pop culture, internet, musik jadul, X-Men, superhero lainnya, studio Fox sampai menyentil Reynolds itu sendiri. Lawakan yang ada di Deadpool bermain sangat cepat terutama ketika masuk ke situasi yang komikal dimana penonton tidak diberikan jeda untuk berhenti sejenak dan terus dikocok perutnya sampai pulang. Deadpool tahu jika dia menembus dinding keempat atau secara langsung dia sadar bahwa dia adalah subjek cerita dari sebuah film dan dia membawakannya dengan gaya becanda dan sering berinteraksi ke penonton dan menguatkan bahwa memang Deadpool dibuat untuk lucu-lucuan. Karakter pendukung film ini juga sama gilanya dengan Deadpool dan membuat kelucuan di film ini semakin menjadi-jadi.

Semua eksekusi dalam film ini sudah maksimal untuk ukuran action-comedy  dan Reynolds berhasil menebus dosanya dengan bermain Deadpool. Deskripsi yang ada di poster filmnya sangat tepat menggambarkan film ini Bad, Great, Smart dan mempunyai deskripsi yang tepat untuk menggambarkan “Rated R Superhero” dan semua hype yang dibangun dari awal film ini diumumkan terbayar dengan lemasnya rahang dan sakit di bagian perut.

9/10

Leave a Reply