bp

ALBUM REVIEW: BLOC PARTY – HYMNS

42622-hymns

BLOC PARTY
HYMNS
BMG, 2016
Genre: Indie Rock, Alternative Dance, Downtempo

Pada tahun 2005 semua mata serta kritik tertuju pada band ini berkat album pertama mereka “Silent Alarm” yang memadukan riff gitar yang kompleks dan tajam dengan gaya post-punk yang ambisius di semua lagu. Lewat album ini juga Bloc Party menjadi salah satu band pembuka jalan gerakan alternative rock boom pada pertengahan tahun 2005 bersamaan dengan band UK keren lainnya seperti Arctic Monkeys, Kaiser Chiefs, The Enemy, dan lain sebagainya. Namun kepopuleran band-band tersebut (kecuali Arctic Monkeys) sudah tidak seheboh dulu berkat materi mereka yang semakin menurun di setiap albumnya karena rata-rata dari band ini sedikit terlena dengan album debutnya dan itu juga terjadi di Bloc Party. Mereka tidak bisa mengulang atau menyamakan prestasi dalam hal musikalitas di album setelah “Silent Alarm” pada album kedua, ketiga sampai keempat. Hal ini diperparah dengan mundurnya dua personil mereka yaitu Gordon Moakes dan Matt Tong yang mengisi pos bass dan drum membuat Bloc Party pincang, dalam keadaan pincang tersebut mereka membuat album kelima mereka berjudul “Hymns” dan sedikit mendapat bantuan dari Justin Harris yang mengisi posisi bass pada tahun 2015 kemarin, mereka juga merekrut drummer Louise Bartle yang baru direkrut setelah proses pengerjaan album ini selesai. Bloc Party ingin menunjukkan wajah baru mereka kepada khalayak ramai dalam album “Hymns” dengan personil yang berbeda dan musik dengan drum yang minimalis.

The Love Within” menjadi single pertama di album ini menjadi suatu bukti bahwa Bloc Party sudah berubah 180 derajat dari sebelumnya dan sedikit bisa menggambarkan keseluruhan album dimana riff gitar berganti dengan riff synthesizer yang ingin terdengar menjadi kegitar-gitaran. Sisa sebelas lagu di album ini terasa seperti perpanjangan tangan dari vokalis Bloc Party yaitu Kele Okereke dengan eksekusi yang serba nanggung dengan musikalitas yang terlalu polos seperti pada “Only He Can Heal Me”, “So Real”. Pada “Into The Earth”, mereka menampilkan lirik yang seolah menampilkan bahwa Kele menampilkan lirik “’Cause rock n’ roll has got so old/Just give me neo-soul” dengan musik ala 90’s alt.rock yang standar. Percobaan country rock/blues rock ala The Black Keys mereka coba dalam “The Good News” dan menjadi Americana track wannabee. “Exes” mengambil kembali memori post-britpop. Mereka memanggil kembali nuansa ambience dalam karya awal mereka dalam “Different Drugs” dan “Fortress. New wave mereka coba pada “Virtue”. Track penutup “Living Lux” terdengar sedikit berantakan karena antara musik dan vokal tidak pas entah ini unsur kesengajaan agar terlihat experimental atau tidak.

Tidak ada lagi nomor-nomor cepat dan keras seperti empat album sebelumnya yang ada Bloc Party hanya memainkan nomor minimalis yang cenderung membosankan karena dibawakan serba nanggung dengan beat drum yang hampir tidak terdengar sehingga beberapa lagu terkesan hampa ditambah dengan lirik yang hampir berisi curhatan Kele ketimbang sebuah lirik. Jika memang pada “Hymns” Bloc Party memilih untuk menggempur pendengarnya dengan musik yang mengharu biru dengan tema yang gelap serta sedih maka “Hymns” tidak menyentuh pendengarnya dengan baik karena hampir semua lagu di album ini terdengar datar dan mereka tidak membangun lagu di album ini dengan baik. “Hymns” adalah suatu kemunduran yang terlalu jauh bagi band yang dulunya memainkan riff dance-punk yang gahar serta kompleks dan wajah baru hasil “makeover” personilnya yang mereka tampilkan dalam album ini ternyata malah lebih jelek ketimbang wajah lamanya.

3/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. The Love Within
  2. Only He Can Heal Me
  3. So Real
  4. The Good News
  5. Fortress
  6. Different Drugs
  7. Into the Earth
  8. My True Name
  9. Virtue
  10. Exes
  11. Living Lux

Leave a Reply