1

ALBUM REVIEW: METAFIVE – META

METAFIVE ALBUM

METAFIVE
META
WARNER MUSIC, 2016
Genre: New Wave, Synthpop, Experimental, Techno

Metafive adalah sebuah supergroup yang setengah dari jumlah personilnya sudah merasakan panggung internasional dan sudah merilis materinya di luar Jepang pada dekade 70an sampai dekade 90an, nama tersebut adalah Cornelius yang sudah merilis beberapa karyanya di luar negeri, Towa Tei yang terkenal berkat grup Dee-Lite pada awal 90an, dan sang living legend Yukihiro Takahashi yang menjadi drummer dan vokalis Yellow Magic Orchestra. Band ini juga diisi oleh musisi art rock Leo Imai, produser dan mantan personil Denki Groove Yoshinori Sunahara serta Tomohiko Gondo. Mereka menyebut music mereka dengan genre “Metapop” dan sudah mengisi lagu untuk anime Ghost In The Shell Arise Alternative Achitecture berjudul “Split Spirit” dan pada 13 Januari 2016 mereka merilis album perdana mereka berjudul “Meta” dan berhasil menduduki posisi 13 di Jepang.

Pada album debutnya beberapa personil memperlihatkan signature sound nya mulai dari Yoshinori Sunahara dalam lagu “Luv U Tokio” yang terdengar seperti lagu buatan Yoshinori yang lain yaitu “Kamisama no Iu Toori” lalu Yukihiro Takahashi mengeluarkan kekhasannya dalam “Threads” yang mengambil sample dari lagu YMO yaitu “Firecracker” serta “Anodyne” yang cukup trippy. Beberapa lagu juga mempunyai unsur experimental namun dalam balutan pop seperti “Split Spirit” yang memainkan minimal techno dengan cipratan IDM dan “Whiteout” yang bertumpu pada musik lounge dan chillout ke dalam lagunya.

Sisanya Metafive bermain seolah mereka masih hidup di era 80’an seperti “Disaster Baby” yang benar-benar memperlihatkan nada new wave ala Duran Duran dengan permainan gitar yang menohok serta ketukan drum machine dengan sentuhan lebih modern seperti materi dalam album baru Phoenix berjudul “Bankrupt!”. “Radio” bermain di ranah disco/funk dengan berbagai macam blip ala Depeche Mode serta petikan gitar ala Nile Rodgers, sayangnya vokal YMO kurang. “Maisie’s Avenue” cocok jika disandingkan dengan materi baru a-Ha. Nada-nada synthpop yang kontemporer mereka suguhkan dalam “Albore”. Leo Imai tiba-tiba menjadi David Bryne dan mereka mendadak menjadi Talking Heads dalam “Don’t Move” dengan selipan free jazz di tengah lagu yang menghentak. “Gravetrippin’” adalah nomor synthpop ala OMD dan “W.G.S.F.” terdengar pop dan seperti lagu The Cars jaman dahulu yang terlalu banyak memainkan efek synth.

Setelah mendengar keseluruhan album rasanya Metafive dibentuk untuk mengobati nostalgia para personilnya dengan nada synthpop/new wave era 80an dengan tambahan experimental music sebagai penyedapnya. Mereka sedikit kebingungan antara menjadi catchy atau menjadi artsy karena semua nada blip dan glitch mereka masukkan dalam track yang paling pop sekalipun sehingga terdengar over usage. Jika memang Metafive dibuat untuk memenuhi hasrat bermusik masing-masing personil maka “Meta” bisa dikatakan berhasil menyampaikan maksudnya namun tidak menyampaikannya dengan baik kepada pendengarnya dan sekedar menjadi projek orang-orang nyeni yang numpang lewat.

7/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. Don’t Move
  2. Luv U Tokio
  3. Maisie’s Avenue
  4. Albore
  5. Gravetrippin’
  6. Anodyne
  7. Disaster Baby
  8. Radio (META Version)
  9. W.G.S.F.
  10. Split Spirit (META Version)
  11. Whiteout
  12. Thread

Leave a Reply