ALBUM REVIEW: GESU NO KIWAMI OTOME – RYOUSEIBAI

41cmKo+-1WL

GESU NO KIWAMI OTOME
RYOUSEIBAI
WARNER MUSIC, 2016
Genre: Alternative Rock, Indie Rock, Jazz Rock, Funk Rock, New Wave

Gesu no Kiwami Otome atau sering disingkat dengan Gesu Otome merupakan anomali dalam musik Jepang. Di saat tangga lagu musik Jepang dipenuhi dengan lagu idol, boyband, anisong, ataupun lagu dari musisi veteran mereka datang dengan dandanan yang nyentrik ala lulusan art school dengan tema yang berbeda di setiap lagu serta musik mereka yang menggabungkan kepekaan dalam lirik dan aroma new wave dari Talking Heads, komposisi jazz rock dari Steely Dan serta nuansa funk rock dari Red Hot Chili Peppers. Formula tersebut berhasil membawa kuartet yang terdiri dari Enon Kawatani, Kyuujitsu Kachou, Chan Mari dan Hona Ikoka menjadi wajah baru musik alternative Jepang karena lagu mereka berhasil menembus posisi 10 besar di Jepang. Musik mereka yang berbeda dengan musisi/artis arus utama Jepang merupakan solusi dari kebosanan pendengar muda dengan situasi musik Jepang yang cenderung statis dan main aman.

Album terbaru mereka yang berjudul “Ryouseibai” atau “Kedua Pihak Sama-Sama Bersalah” menjadi pembuktian akan hal tersebut dengan duduk manis di posisi puncak chart album Oricon dan berhasil terjual sebanyak 87 ribu kopi di minggu pertama album ini dirilis. Jumlah penonton video klip mereka pun juga sama manisnya dengan penjualan album serta single mereka, video klip mereka telah diputar sebanyak lebih dari 110 juta kali dengan video klip yang paling banyak ditonton adalah “Watashi Igai Watashi Janai no” dengan jumlah putar sebanyak 42 juta kali. Semua statistik diatas didukung dengan musik mereka yang mampu menyenangkan kuping orang di luar Jepang karena bermain di nada-nada yang familiar dengan western music.

Mereka masih menjaga keekletikan musik mereka dalam album kedua mereka yaitu “Ryouseibai” dengan bermain  secara lentur  dalam mencampurkan berbagai macam genre yang cocok untuk musik mereka seperti indie pop (“Psydentity”) soft rock yang terdengar lebih modern (“Ryouseibai de ii Janai”, “Tsuzukesama no Ryouseibai”), jazz rock dengan kadar yang cepat (“Parallel Spec”, “Kemuru”), funk rock yang dengan berbagai macam pernak-pernik disco dan new wave (“Serial Singer”, “Kokoro Kabuku”),  musik yang menjadi ajang unjuk gigi untuk mereka dari segi kemampuan dengan bermain di tune yang kompleks (“Mukuna Kisetsu”, “Selma”), serta musik modern indie yang disiapkan untuk konsumsi para hipster pencari sound yang unik namun tetap pop (“Romansu ga Ari Amaru”, “Watashi Igai Watashi Janai no”).

“Tsutomeru Real” adalah penggambaran yang cocok dengan label yang mereka sematkan pada musik mereka yaitu hip hop/progressive rock. “Otonatic” mengawinkan kekompleksan math rock dengan musik indie pop upbeat yang sedang digandrungi saat ini maka tidak heran jika lagu ini mempunyai kadar adiktif yang tinggi teruatama ketika masuk ke bagian improvisasi di pertengahan lagu. “Mr. Gesu X” menipu pendengar dengan improvisasi yang mereka lakukan di akhir lagu, pada awalnya lagu ini seperti mengawinkan ABBA dan The Who dalam satu paket namun di akhir lagu mereka menaikkan tensi lagu menuju riff gitar yang kasar dari metal dan ketukan drum yang rapat dari punk rock. “id1” menjadi sangat off the beat jika dibandingkan dengan track lainnya dalam album ini karena percobaan mereka terhadap electrofolk kurang berhasil masuk ke dalam suasana album ini.

Lirik dan tema lagu yang dibawakan oleh mereka masih berhubungan dengan masalah yang terjadi di anak muda seperti hubungan antar pasangan, kritik terhadap seseorang yang menjadi dewasa namun belum siap dari segi mental, pencarian identitas dan sebagainya. Enon Kiwatani yang bertugas menjadi pembuat lagu utama dalam album ini bisa mengabadikan momen  tersebut ke dalam sebuah lirik.

“Ryouseibai” masih menggunakan formula ala Gesu Otome dimana mereka memainkan musik yang kompleks dengan sensibilitas yang lebih pop dari album sebelumnya dan kelenturan dalam berpindah-pindah genre. Selain lirik yang menggambarkan kondisi anak muda, permainan keyboard dan synth yang masih menggunakan alat zaman dahulu membuat musik mereka semakin ekletik dan terdengar seperti modern soft rock. Sayangnya album ini terlalu panjang dan menjadi bumerang bagi mereka karena semakin lama album semakin terdengar repetitif, 17 track yang disajikan dalam album ini memang cukup panjang dengan beat yang beda tipis dengan satu lagu ke lagu lainnya karena memakai dasar yang sama. Setidaknya, Gesu Otome lagi-lagi berhasil menjadi garda terdepan dalam menggambarkan new alternative music di Jepang dengan menuangkan goresan tintanya dalam “Ryouseibai”  walaupun tinta yang dikeluarkan untuk membuat album ini begitu banyak sampai sempat mengalami kebocoran dalam menjaga agar tulisan tersebut tetap rapi.

7/10

TRACK LIST: (Lagu yang diberi penebalan merupakan key track)

  1. Ryouseibai de Ii janai 「両成敗でいいじゃない)
  2. Tsuzukezama no Ryouseibai 「続けざまの両成敗」
  3. Romansu ga Ari Amaru 「ロマンスがありあまる」
  4. Serial Singer 「シリアルシンガー」
  5. Tsutomeru Real 「勤めるリアル」
  6. Psydentity 「サイデンティティ
  7. Otonatic 「オトナチック
  8. id 1
  9. Kokoro Kabuku 「心歌舞く」
  10. Selma 「セルマ」
  11. Muku 「無垢」
  12. Muku na Kisetsu 「無垢な季節」
  13. Parallel Spec (funky ver.) 「パラレルスペック」
  14. Ikenai Dance 「いけないダンス」
  15. Watashi Igai Watashi Janai no 「私以外私じゃないの」
  16. Mr. Gesu X 「Mr. ゲスX」
  17. Kemuru 「煙る」

One thought on “ALBUM REVIEW: GESU NO KIWAMI OTOME – RYOUSEIBAI

Leave a Reply