Anime Review: ONE PUNCH MAN

vlcsnap-2016-01-26-09h45m41s155

One Punch Man adalah sensasi dunia internet pada akhir tahun 2015. Hal ini dimulai dari pengumuman adaptasi anime dari webcomic buatan ONE yang menjadi viral berkat gambarnya yang sesuai dengan kekonyolan ceritanya yang memarodikan cerita superhero, webcomic ini digambar ulang dengan versi gambar yang lebih “waras” oleh Yusuke Murata yang sebelumnya sudah menangani Eyeshield 21. Adaptasi dari anime ini dibuat oleh studio Madhouse yang kualitasnya sudah tidak diragukan lagi ditambah dengan Shingo Natsume yang sudah pernah menangani Space Dandy duduk di bangku sutradara sehingga orang-orang tidak sabar untuk melihat versi anime dari One Punch Man.

vlcsnap-2016-01-26-09h12m24s135

One Punch Man menceritakan tentang Saitama, seorang superhero berkepala botak yang mempunyai kekuatan untuk memusnahkan semua monster dan lawannya dengan hanya sekali pukulan. Karena kekuatannya yang luar biasa ia menjadi cepat bosan dengan kekuatannya tersebut dan mencari lawan yang sepadan dengannya. Seiring cerita berjalan dia menemukan banyak teman, musuh serta Genos, seorang cyborg yang menjadi muridnya. Mereka masuk ke Asosiasi Para Pahlwan dan menyadari bahwa tidak selamanya jasa kepahlawanan mereka dihargai malah ada beberapa pihak yang menganggap Saitama curang karena menang mudah.

vlcsnap-2016-01-26-09h12m32s24

Selebihnya, One Punch Man berjalan dengan komedi yang terkadang memarodikan tipikal cerita superhero yang sudah ada dan Saitama adalah karakter yang merupakan antitesis dari superhero dimana Saitama jauh dari syarat untuk menjadi superhero di mata penontonnya. Saitama adalah orang yang cuek, masa bodoh, terkesan bloon, pemalas dan tidak mau ambil pusing. Saitama menanggapi kekuatannya dengan nada becanda dan seringkali menganggap kekuatannya adalah musibah ketika di mata musuhnya kekuatan tersebut merupakan kekuatan yang sangat mematikan dan itu menjadi tema utama yang disuguhkan dalam anime ini. Namun jika cerita hanya berkutat di Saitama maka cerita akan sangat membosankan karena humor yang dibawa semakin lama semakin garing karena apa yang menjadi hal serius dianggap tidak serius oleh Saitama sehingga plot akan menjadi terlalu standar. Genos yang menjadi murid Saitama menjadi solusi permasalahan tersebut, Genos mempunyai kepribadian 180 derajat dengan sang guru dimana Genos adalah sosok yang heroik, mempunyai rasa justice yang sangat tinggi, mengkalkulasikan apa yang terjadi di pentempuran dan membaca gerak gerik lawan, hal tersebut memunculkan joke ala Jepang dimana ada orang yang menimpali dan ditimpali ketika dihadapkan dengan suatu situasi komedi. One Punch Man juga cocok untuk demografik shounen terutama ketika bercerita tentang para superhero lainnya yang berjuang mati-matian untuk melawan satu musuh yang kuat dan hal tersebut menjadi faktor penguat dari anime ini.

vlcsnap-2016-01-26-09h15m43s142

Cerita dalam anime ini memang lucu di awal namun semakin cerita berjalan unsur repetitif mulai bermunculan dan lawakan mulai berkurang kelucuannya, untungnya di enam episode terakhir anime ini cerita sudah mulai naik dengan menceritakan perjuangan para pahlawan dalam membasmi kejahatan dengan sedikit bumbu drama agar penonton selalu penasaran dengan akhir cerita dan hal itu terus dijaga sampai episode 12 dengan iringan kata-kata atau situasi yang komikal.

vlcsnap-2016-01-26-09h46m42s29

Karakter penunjang yang ditampilkan anime ini juga terkadang tidak kalah ngaco nya dengan Saitama mulai dari anak kecil yang mempunyai kaki-kaki bionik mirip Dr. Octopus dari Spider-Man, seorang samurai, seorang esper, master bela diri sampai drag queen yang mempunyai kekuatan yang luar biasa. Semua karakter pendukung ini dikemas dengan gaya heroik namun masih dibalut dengan beberapa hal yang komikal terutama jika sudah menyangkut Saitama. Karakter penunjang ini juga muncul dengan stereotip karakter yang mereka perankan seperti master bela diri yang selalu bijak dan mempunyai jurus maut, anak berandalan yang lengkap dengan nada bicaranya yang selalu tinggi, samurai yang selalu menampilkan jurus andalannya dan sebagainya.

vlcsnap-2016-01-26-09h15m35s57

Dari segi adaptasi anime Madhouse mengadaptasi One Punch Man dengan sangat baik, Madhouse dengan bantuan Shingo Natsume membuat scene action yang epik dan bisa mengesekusi gambar cepat dan detail ala Murata dalam medium anime. Animasi yang digarap dalam anime ini benar-benar maksimal dengan memanggil animator handal dan memberikan kebebasan untuk menggerakkan gambar-gambar yang ada di manga menjadi satu paket animasi yang cepat, detail, classy, mewah dan tidak henti-hentinya menimbulkan decak kagum, seolah Madhouse dan tim animator tidak memperbolehkan penontonnya untuk berkedip sedetik pun menikmati scene action yang ada di anime ini. Beberapa adegan action berhasil dieksekusi dengan sempurna bahkan terkadang lebih baik daripada versi manga nya sendiri suatu hal yang jarang dilakukan oleh pembuat anime belakangan ini sehingga membuat adaptasi One Punch Man adalah salah satu adaptasi terbaik dari medium gambar statis ke gambar gerak.

Cerita yang menarik dan memarodikan aksi shounen dan superhero, top-notch action serta cerita yang dapat dimengerti oleh semua orang baik hardcore fans anime ataupun tidak adalah faktor kenapa One Punch Man menjadi sensasi di akhir tahun 2015. Tiga unsur tersebut sudah jarang dipunyai oleh anime saat ini terlebih anime yang mempunyai cerita seperti ini biasanya mempunyai episode diatas angka 52 dan bisa membuat penonton bosan karena cerita seolah tidak pernah kunjung tamat, One Punch Man diuntungkan dengan hanya memberikan 12 episode di musim pertama animenya sehingga penonton tidak bosan dan semakin menunggu lanjutan cerita dari Asosiasi Para Pahlawan yang semakin serius namun tetap dengan tone yang komikal dan memancing gelak tawa para penunggunya. One Punch Man mengembalikan apa yang hilang dari genre action dan membawanya dalam satu paket tontonan yang menyenangkan. One Punch Man is what the superhero story is waiting for.

8/10

7 thoughts on “Anime Review: ONE PUNCH MAN

  1. Review yang bener-bener review, gak lebih gak kurang, rasanya kaya ada yang kurang aja karena biasa liat review dari luar

  2. Great review! Just as expected! As an avid fan of OPM (both the manga & anime) eyke pretty much setuju sama sebagian besar reviewnya.
    Bagian penjelasan bagaimana karakter Saitama dan Genos bekerja dalam serialnya is v on point. Sangat setuju bahwa karakter mereka saling memberi konten berbeda to fill the gap.
    Probably kenapa gua suka banget sama duo kampret ini.

    OPM is def more of a characters driven series than plot driven. In case of anime, I’ve never been a fan of plot driven top-notch action animes esp yang plotnya dah di stretch banget sampe mau sobek saking dipaksanya untuk ngejar target. But man, was OPM such a refreshing experience. Had to disagree with the point that said it gets boring in the middle, but I totally get where its coming from and it does make sense. I’m way too absorbed in the fun parodies and a little bit biased :)) lmao karena benar bahwa lumayan repetitty karena complex one punchnya. But I guess thats the point where I find OPM to be such a colorful approach of the action genre, ngabisin satu cerita (musuh) hanya dalam kurun waktu 1 atau paling lama 2 episode, sangat mudah untuk dinikmati.

    Adore all the detail infos you provided in your review. A little friendly note, mungkin penggunaan kata spt drag queen or such terms harus dicek lagi artiannya bagaimana, because it’d be an incorrect term to describe Puri Puri (i think youre trying to desc him? Cmiiw tho).

    But overall ADORE your review. Great way to start superultrapsycho. Best of luck to your blog fhi!

    1. thanks for the feedback. Iya soalnya gw juga bingung describe karakter si puri puri gimana dan ketika gw nonton entah mengapa image drag queen langsung muncul di gw :))))). Once again thank you for the feedback 😀

Leave a Reply